kumparan
28 Februari 2018 13:03

Jangan Beri Anak Anda Baby Walker! Ini Alasannya

Baby Walker (Foto: Thinkstock)
Baby walker adalah salah satu alat bantu jalan yang dapat dengan mudah kita temui di toko-toko yang menjual perlengkapan bayi.
ADVERTISEMENT
Bentuknya hampir menyerupai bulatan, dengan dudukan untuk bayi di tengah lingkaran dan roda pada bagian bawah. Tak jarang, baby walker juga dilengkapi dengan mainan gantung yang membuat penampilannya lebih menarik.
Mata Anda mungkin juga akrab dengan alat yang satu ini. Karena selama puluhan tahun, kita juga lazim melihat orang tua di Indonesia memberikan alat ini untuk bayinya. Harapan mereka tentu saja, bayi bisa belajar berjalan lebih cepat.
Benarkah hal ini? Atau justru merupakan salah satu kesalahpahaman orang tua belaka?
Dikutip dari laman IDAI, penggunaan baby walker tidak mempengaruhi bayi bisa berjalan lebih cepat. Justru alat ini menyebabkan bayi malas berjalan, karena telah dipermudah dengan baby walker.
Bayi yang menggunakan baby walker cenderung berdiri menggunakan ujung jari kaki. Kondisi ini tentu mempengaruhi cara berjalan bayi. Bayi jadi keliru mempelajari cara berjalan yang benar yaitu dengan cara menapak dan melangkah.
ADVERTISEMENT
Baby walker juga tidak dapat memperkuat otot bayi seperti anggapan banyak orang. Baby walker memang dapat memperkuat kedua tungkai bawah bayi, tapi tungkai atas (paha) dan pinggul tetap tidak terlatih. Padahal tungkai atas dan pinggullah yang sangat berperan penting untuk kelangsungan bayi agar bisa berjalan.
Bayi yang menggunakan baby walker juga cenderung tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya dengan benar. Hal ini dikarenakan bayi tidak bisa melihat kakinya langsung, akibat terhalang baby walker. Bayi juga tidak belajar menggunakan kemampuan tubuhnya sendiri untuk mengatur dan menjaga keseimbangan karena sudah dibantu dengan alat yang beroda itu.
Baby Walker (Foto: Thinkstock)
Dan yang lebih mengkhawatirkan, penggunaan baby walker juga bisa membahayakan bayi! Mengapa? Dengan baby walker, bayi Anda menjadi lebih tinggi dan dapat bergerak cepat. Ini memungkinkan bayi meraih benda-benda yang berbahaya. Misalnya seperti pisau di atas meja pendek atau kabel listrik di dinding atau bahkan tergelincir dari tangga dalam baby walkernya.
ADVERTISEMENT
Sejak tahun 2001, American Academy of Pediatrics sudah melaporkan 8800 kasus anak usia di bawah 15 bulan yang mengalami kecelakaan akibat baby walker sehingga melarang penggunaan alat ini.
Jadi, jangan berikan bayi alat yang ternyata sama sekali tidak membantu ini ya, Moms! Stop juga memberikan baby walker sebagai hadiah kepada keluarga atau kerabat Anda.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan