kumparan
30 April 2018 17:40

Kenali 9 Jenis Kecerdasan Anak dan Cara Mengembangkannya

Ilustrasi anak membaca.
Ilustrasi anak membaca. (Foto: Thinkstock)
Kecerdasan anak tak hanya dinilai berdasarkan skor standar semata, seperti tes IQ. Seorang pakar pendidikan dari Universitas Harvard, Amerika Serikat, Thomas Armstrong, mengungkapkan bahwa tidak ada anak yang bodoh. Setiap anak memiliki jenis kecerdasannya masing-masing, Moms.
ADVERTISEMENT
Dr Howard Gardner, profesor bidang pendidikan di Harvard University, Amerika Serikat, mengemukakan sebuah teori yang diberi nama Teori Kecerdasan Majemuk. Howard membaginya menjadi 8 jenis kecerdasan anak.
Setiap anak bisa saja memiliki 8 jenis kecerdasan ini. Hanya saja, ada anak yang hanya menonjol pada satu atau dua jenis kecerdasan saja.
Anda tak bisa memaksakan anak Anda menjadi hebat di semua bidang. Namun, Anda dapat membantu mengoptimalkan semua potensi di setiap area kecerdasannya.
Nah Moms, berikut adalah 8 jenis kecerdasan anak dan cara mengembangkannya menurut Profesor Pendidikan, Dr Howard Gardner:
1. Word smart (kecerdasan linguistik)
Ilustrasi anak menulis.
Ilustrasi anak menulis. (Foto: Thinkstock)
Jenis kecerdasan ini berkaitan dengan kemampuan anak dalam berbahasa, baik dalam bentuk tulisan maupun saat berbicara. Kecerdasan linguistik dapat dilihat ketika anak suka membaca, cepat bisa mengeja kata dengan baik, suka menulis, suka berbicara, dan mendengarkan cerita.
ADVERTISEMENT
Anda bisa mendukung kecerdasan anak dengan sering mengajaknya bercerita, membaca bersama, membacakan dongeng, dan melakukan dialog berdua dengan anak.
2. Number smart (kecerdasan logika atau matematis)
Anak belajar berhitung
Anak belajar berhitung (Foto: Pixabay)
Jenis kecerdasan ini bisa ditandai ketika anak tertarik dengan angka-angka, menyukai matematika, dan hal-hal yang berbau sains, maupun yang berhubungan dengan logika.
Untuk mengasah kemampuannya ini, berikan anak-anak alat berhitung yang menarik, benda-benda untuk dihitung, balok bertulisan angka-angka, puzzle, hingga timbangan untuk mengukur berat.
Anda bisa mengajak anak mengunjungi museum ilmu pengetahuan, mengajak anak bermain sambil menghitung, atau bermain monopoli.
3. Self smart (kecerdasan intrapersonal)
Ilustrasi Anak Bermain Peran
Ilustrasi Anak Bermain Peran (Foto: Pexels)
Anak dengan tipe kecerdasan ini cenderung lebih suka bermain sendiri. Namun, ia bisa mengatur emosi dengan baik.
ADVERTISEMENT
Anak dengan tipe kecerdasan self smart yang dominan biasanya memiliki ambisi dan sudah tahu ingin jadi apa saat besar nanti. Ia juga memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan bisa mengomunikasikan perasaannya dengan baik.
Anda bisa mengajak si kecil berbicara mengenai perasaannya dan menanyakan pendapat mereka tentang berbagai hal. Bisa juga dengan mengajak mereka melakukan aktivitas yang bersifat reflektif seperti yoga.
ADVERTISEMENT
4. People smart (kecerdasan interpersonal)
Ilustrasi anak bermain
Ilustrasi anak bermain (Foto: Thinkstock)
Berbanding terbalik dengan self smart, anak yang memiliki tipe kecerdasan ini lebih suka bermain dengan banyak orang. Anak juga memiliki empati, mampu memahami perasaan orang lain, dan cenderng menonjol sehingga suka memimpin saat bermain.
Anda bisa mengajak anak bermain bersama di luar rumah atau sering mengajak si kecil datang ke acara keluarga untuk bersosialisasi.
5. Music smart (kecerdasan musikal)
Bermusik bersama anak.
Bermusik bersama anak. (Foto: Thinkstock)
Kecerdasan musikal sepertinya menjadi salah satu tipe kecerdasan yang paling mudah dilihat oleh orangtua. Ciri-ciri anak yang memiliki kecerdasan ini, antara lain suka bernyanyi, menggoyangkan badan atau berjoget ketika mendengar suara musik, suka mendengarkan musik, mengingat lagu, suka memukul-mukul seperti bermain drum, dan main piano.
ADVERTISEMENT
Untuk mendukung minat anak di bidang musik, berikan ia alat musik seperti drum kecil, keyboard, piano, pianika, dan berbagai alat musik lainnya. Ajaklah si kecil bermain musik bersama, bernyanyi, mendengarkan musik, bahkan mengajaknya menonton konser musik anak-anak.
6. Picture smart (kecerdasan spasial)
Tips Mengajari Anak Menggambar
Tips Mengajari Anak Menggambar (Foto: Pixabay)
Anak yang memiliki kecerdasan ini biasanya terlihat dari kesukaannya menggambar, mencorat-coret kertas, mewarnai, suka berimajinasi, hingga suka bermain-main membangun sesuatu menggunaan balok.
Untuk mendukung kecerdasannya, berikanlah ia buku gambar, perlengkapan untuk mewarnai seperti kuas dan cat air, dan kamera. Seringlah melakukan kegiatan menggambar bersama hingga mengunjungi museum seni.
7. Body Smart (kecerdasan kinetik)
Com-Tempat Anak Bermain
Com-Tempat Anak Bermain (Foto: Thinkstocks)
Anak yang memiliki kecerdasan kinetik umumnya sangat aktif, seperti suka berolahraga, menari, menyentuh berbagai benda dan mempelajarinya, atau membuat sesuatu dengan tangannya.
ADVERTISEMENT
Untuk mendukung kecerdasannya, Anda bisa memberikan anak mainan balok-balok kayu, kantong pasir agar ia bisa membuat suatu bangunan atau rumah-rumahan. Bisa juga memberikan anak tali untuk bermain lompat tali.
Anak dengan tipe kecerdasan ini sangat senang diajak berolahtaga bersama keluarga, membuat prakarya, atau memonton pertunjukkan balet atau teater.
8. Nature smart (kecerdasan naturalis)
Anak-anak bermain ikan
Anak-anak bermain ikan (Foto: Pixabay)
Anak-anak yang memiliki kecerdasan naturalis sangat suka bermain di alam. Ia juga menyukai binatang, memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan suka dengan tanaman. Untuk mendukungnya, berikan anak binatang peliharaan, akuarium, atau sediakan lahan untuk berkebun.
Lantas, bagaimana dengan kecerdasan yang ke-9?
Ini adalah kecerdasan yang banyak dibahas para ahli untuk melengkapi teori kecerdasan Gardner. Yaitu, kecerdasan moral.
ADVERTISEMENT
Kecerdasan moral adalah kemampuan untuk memahami tuntutan yang ada di lingkungan, mengetahui apa yang baik dan buruk untuk dilakukan.
Bila dikaitkan dengan teori multiple intelligent milik Gardner, kecerdasan moral dapat dimasukkan atau berkaitan dengan kecerdasan interpersonal. Jadi tentu saja juga perlu diindetifikasi dan dikembangakan ya, Moms.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan