Mom
·
11 September 2021 15:53
·
waktu baca 2 menit

Kenapa Bayi Menangis Setelah Disusui?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kenapa Bayi Menangis Setelah Disusui? (1011721)
searchPerbesar
Kenapa Bayi Menangis Setelah Disusui? Foto: Freepik
Kelaparan adalah salah satu alasan utama bayi menangis. Tetapi, bagaimana jika bayi malah menangis setelah disusui? Ya Moms, Anda mungkin menjadi bingung jika si kecil malah menangis setelah Anda menyusuinya.
ADVERTISEMENT
Sehingga, Anda pun bertanya-tanya, apakah ada yang salah dengan ASI Anda? Apakah ASI yang Anda berikan kurang? Pertanyaan-pertanyaan ini memang dapat membingungkan sebagian besar ibu baru.
Nah Moms, agar Anda tidak bingung lagi, berikut beberapa alasan bayi bisa menangis setelah menyusu.

Penjelasan soal Penyebab Bayi Menangis Setelah Disusui

Kenapa Bayi Menangis Setelah Disusui? (1011722)
searchPerbesar
Kenapa Bayi Menangis Setelah Disusui? Foto: Freepik
Sebenarnya, Moms, tidak ada alasan pasti mengapa bayi menangis setelah menyusu. Namun, ada banyak faktor yang menyebabkan kondisi ini bisa terjadi. Salah satunya karena kolik. Ya, bayi yang kolik biasanya akan menangis selama lebih dari tiga jam.
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kolik pada bayi disebabkan oleh beberapa hal, seperti alergi susu sapi, intoleransi laktosa, hingga refluks gastroesofagus (GER). Kolik bisa dikatakan sebagai masalah pencernaan yang menyerang bayi baru lahir karena sistem pencernaannya belum berjalan dengan maksimal.
ADVERTISEMENT
Nah Moms, bayi yang minum dari botol dot lebih besar kemungkinannya terkena kolik karena risiko mengisap udara lebih banyak saat minum susu.
Selain kolik, gas yang berlebihan di perut juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan membuat si kecil menangis setelah menyusu. Kemudian, refluks asam juga membuat bayi tidak nyaman usai menyusu.
Refluks terjadi ketika sfingter esofagus bagian bawah (LES) tidak menutup dengan benar, sehingga beberapa isi lambung dan asam naik ke mulut. Namun sering kali bayi akan tenang setelah ia memuntahkan isi perutnya.
Jika refluks terus-menerus terjadi, maka bisa saja bayi menderita penyakit refluks gastroesofageal atau GERD. Mengutip Kids Health, salah satu gejala GERD adalah menangis selama dan setelah menyusu karena iritasi yang disebabkan oleh asam lambung yang dimuntahkan.
ADVERTISEMENT
Bayi yang sedang tumbuh gigi juga mungkin akan menangis terus menerus, bahkan usai disusui. Sebab, tumbuh gigi membuat bayi mudah 'tersinggung' karena gusi yang sedang bengkak.
Lalu, hidung tersumbat juga dapat membuat bayi gelisah dan menangis karena sangat mengganggu proses menyusu. Selain itu, sakit telinga juga bisa membuat bayi rewel, jadi akan menangis terus-menerus walaupun sudah kenyang, Moms.