Kenapa Bayi Suka Membenturkan Kepalanya? Orang Tua Perlu Tahu!

Sebagai orang tua, memastikan kesehatan dan keselamatan bayi tercinta tentu jadi prioritas kita. Karenanya wajar bila kita khawatir saat si kecil menunjukkan kebiasaan yang tampak berbahaya.
Misalnya saat bayi tampak suka membenturkan kepala ke barang-barang yang ada di hadapannya. Mulai dari tempat tidur, bantal, hingga dinding atau lantai. Aduh! Kenapa, ya?
Alasan Bayi Suka Membenturkan Kepalanya
Meski tampak mengkhawatirkan, ternyata kesenangan bayi membenturkan kepala umumnya merupakan hal yang normal. Hal ini dijelaskan oleh dr. Patricia Kurtz, Ph.D., direktur layanan rawat jalan neurobehavioral di Institut Kennedy Krieger di Baltimore, Amerika Serikat.
Mengutip The New York Times, di Amerika diketahui sekitar 15 persen bayi akan membenturkan kepala mereka sejak usia 6 bulan hingga sebelum berusia 2 tahun. Tak hanya itu perilaku membenturkan kepala ini, diketahui lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada perempuan.
Kita juga perlu memahami, bayi membenturkan kepalanya bisa karena ingin menarik perhatian orang dewasa di sekitarnya. Hal ini ditemui, khususnya pada bayi yang belum bisa berbicara. Si kecil bisa saja berpikir, membenturkan kepala merupakan cara yang bagus agar ibu atau ayahnya segera datang atau menemaninya.
“Dalam perkembangan motorik yang khas, anak-anak terkadang membenturkan kepala mereka secara acak,” kata dr. Patricia.
Ketika bayi menyadari bahwa dengan membenturkan kepala ia mendapatkan perhatian yang diinginkannya, bayi mungkin menjadikannya sebuah 'strategi' atau permainan.
Apa lagi yang perlu orang tua ketahui?
Mengutip Healthline, biasanya kebiasaan membenturkan kepala ini sering terjadi sebelum bayi tertidur. Ini mungkin terlihat menyakitkan, tetapi kenyataannya, membenturkan kepala adalah cara beberapa bayi menenangkan dirinya.
Ini mirip dengan cara beberapa anak mengayunkan atau menggoyangkan kaki saat tidur, atau sebagian bayi yang senang diayun untuk tidur. Sederhananya, membenturkan kepala adalah bentuk kenyamanan diri, yang paling sering mengarah pada tidur.
Sehingga, jika Anda merespons dengan panik dengan menggendong si kecil, mereka mungkin akan kembali membenturkan kepalanya sebagai salah satu cara untuk mendapatkan perhatian Anda.
Jadi coba abaikan perilaku tersebut selama beberapa menit dan selama tidak ada risiko berbahaya. Anda juga bisa memasang bantal di sekitar tembok tempat bayi bermain, agar si kecil tidak kesakitan saat membenturkan kepalanya.
Segera bawa ke dokter jika bayi mengalami cedera karena perilakunya yang suka membenturkan kepala. Atau jika Anda mencurigai adanya masalah perkembangan lain ketika bayi membenturkan kepalanya.
