kumparan
Mom24 Februari 2020 16:29

Kenapa Penis Anak Berukuran Kecil?

Konten Redaksi kumparan
PTR, Ilustrasi bayi diare
Kenapa penis anak berukuran kecil?. Foto: Shutter Stock
Sebagai orang tua, Anda tentu memerhatikan kondisi fisik anak dengan seksama. Mulai dari tangan, kaki, mata, dan hidungnya.
ADVERTISEMENT
Jika Anda punya anak laki-laki, jangan lupa juga untuk memeriksa penis si kecil, Moms. Ya, sebagai ibu baru, mungkin Anda pernah bertanya-tanya: Apakah ukuran penis anak normal atau tidak?
Moms, kondisi penis anak yang berukuran kecil disebut juga dengan mikropenis. Tapi sebelum berasumsi anak terkena mikropenis, sebaiknya Anda mengukur penis si kecil terlebih dahulu. Seperti dikutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), caranya adalah dengan mengukur penis anak menggunakan caliper atau penggaris.
Saat diukur pastikan penis anak tertarik maksimal --stretched penile length-- atau dalam kondisi tegang dan tidak lemas. Kemudian pegang bagian ujung penis dengan ibu jari dan telunjuk, lalu tarik, dan ukur dari dasar penis (pubis).
Ilustrasi anak mandi.
Ilustrasi anak mandi. Foto: Thinkstock
Langkah selanjutnya adalah membandingkan hasil pengukuran dengan ukuran panjang penis secara statistik menurut usia anak. Bila penis anak di bawah -2,5 standar deviasi maka masuk dalam mikropenis. Namun jika ternyata panjang penis bayi berada di antara -2,5 standar deviasi dan ukuran normal sesuai usianya maka termasuk dalam penis kecil (small penis), Moms.
ADVERTISEMENT
Namun penentuan mikropenis tidak hanya soal panjang alat kelaminnya saja. Bentuk penis, kulit penis, letak lubang kencing, bentuk skrotum hingga tebal jaringan lemak bawah kulit pada bagian depan kemaluan juga harus diperiksa, Moms.
Adapun pemeriksaan perlu dilakukan untuk membedakan antara mikropenis dengan kondisi lainnya yang lebih kompleks, atau kondisi lain seperti penis tenggelam (buried penis).
Popok bayi PTR
Popok bayi PTR Foto: Shutterstock
Penis tenggelam bentuknya memang menyerupai mikropenis. Hanya saja kondisi itu disebabkan oleh lemak suprapubik (daerah depan penis) yang cukup tebal, sehingga sebagian atau seluruh batang penis tenggelam dan tidak terlihat.
Sedangkan mikropenis merupakan bagian dari suatu sindrom atau kondisi yang lebih kompleks, seperti: sindrom kallman, sindrom klinefelter, atau disorders of sex development (gangguan perkembangan jenis kelamin). Pada kondisi ini biasanya akan ditemukan manifestasi klinis lain, seperti: kelamin ganda, testis tidak turun, hipospadia, pembesaran payudara, atau gangguan penciuman.
ADVERTISEMENT
Lantas, apa penyebab penis anak berukuran kecil?
Bayi mandi susu atau ASI.
Iustrasi penis anak. Foto: Shutterstock
Ada banyak faktor, tapi umumnya mikropenis sederhana --tanpa kelainan bentuk kelamin-- tidak diketahui penyebabnya atau disebut juga mikropenis idiopatik. Sementara penyebab lain yang lebih jarang terjadi dikarenakan adanya penurunan produksi hormon androgen (testosteron) pranatal, testis (buah pelir) yang tidak berkembang, gangguan produksi hormon testosteron atau gangguan pada reseptor testosteron.
Adapun hormon testosteron merupakan hormon yang dikeluarkan oleh testis untuk menyempurnakan atau maskulinisasi bentuk kelamin termasuk penis. Sedangkan kelenjar pituitari bertugas mengeluarkan hormon yang berfungsi untuk mengatur pengeluaran hormon androgen di testis.
Ilustrasi Ruang Ganti Popok Bayi
Ilustrasi penis anak. Foto: Shutter Stock
Nah Moms, jika menemukan tanda-tanda mikropenis pada anak, segera konsultasikan pada dokter. Anda dapat membuat janji dengan dokter spesialis endokrinologi anak, terutama pada kasus mikropenis yang kompleks.
ADVERTISEMENT
Umumnya, pengobatan mikropenis sederhana dilakukan dengan memberikan hormon testosteron. Pemberian hormon ini menyebabkan pertumbuhan penis sehingga dapat mencapai pertumbuhan normal pada masa remaja. Tentu saja, pemberian hormon ini harus benar-benar diperhitungkan agar sesuai dengan kondisi anak dari hasil pemeriksaan dokter.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan