Kulit Jadi Lebih Gelap saat Hamil, Wajar Enggak Sih? Ini Penjelasannya!

24 November 2023 11:03 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kulit Jadi Lebih Gelap saat Hamil, Wajar Enggak Sih? Ini Penjelasannya! Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Kulit Jadi Lebih Gelap saat Hamil, Wajar Enggak Sih? Ini Penjelasannya! Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Berbagai perubahan fisik terjadi pada wanita yang sedang hamil. Tapi, bagi beberapa ibu hamil, salah satu perubahan fisik yang tidak disangka-sangka terjadi adalah kulit jadi lebih gelap dari biasanya.
ADVERTISEMENT
Ya Moms, munculnya bintik-bintik atau bercak yang gelap pada kulit selama kehamilan disebut chloasma atau melasma.
Dikutip dari Firstcry Parenting , beberapa bagian kulit yang bisa lebih gelap ini termasuk tulang pipi, bibir atas, dahi, dan hidung. Beberapa bercak hitam juga bisa muncul pada beberapa bagian tubuh yang umum terkena sinar matahari, seperti lengan.
Hiperpigmentasi juga bisa terjadi pada kulit ibu hamil yang sudah sedikit berpigmen, seperti puting susu, area kemaluan, bintik-bintik, dan lainnya. Sehingga, bercak yang sudah ada mungkin bisa menjadi lebih gelap.
Umumnya kulit jadi lebih gelap terjadi pada trimester kedua dan ketiga. Namun, kondisi ini sebenarnya dapat terjadi pada semua tahap kehamilan. Bahkan, wanita yang sebelumnya tidak menderita melasma juga bisa mengalami penggelapan kulit saat hamil.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, melasma, chloasma, atau hiperpigmentasi saat hamil biasanya tidak berbahaya dan tidak menyebabkan kanker.

Penyebab Kulit Jadi Lebih Gelap saat Hamil

Melasma mungkin bisa dipicu oleh perubahan hormonal selama kehamilan sehingga merangsang peningkatan jumlah melanin yang diproduksi tubuh untuk sementara waktu. Melanin sendiri adalah zat alami yang memberi warna pada rambut, kulit, dan mata. Di sisi lain, paparan sinar matahari, stres, dan obat-obatan yang dikonsumsi juga mungkin berperan dalam perubahan warna kulit Anda.
Ilustrasi wajah ibu hamil kusam. Foto: Shutter Stock
Berikut beberapa penyebab kulit menggelap saat hamil:
ADVERTISEMENT
Apakah melasma bisa tetap terjadi meski sudah melahirkan? Jawabannya, belum tentu kok, Moms! Baby Center melansir, melasma biasanya memudar tanpa pengobatan setelah melahirkan. Bintik-bintik tersebut bisa menghilang dalam waktu satu tahun setelah melahirkan. Sehingga, nantinya kulit Anda akan kembali seperti sedia kala. Meski pada beberapa wanita, ada yang bintik-bintiknya tidak bisa hilang sepenuhnya.
Bagi sebagian wanita, alat kontrasepsi yang mengandung hormon estrogen(seperti pil KB dan KB koyo) juga dapat menyebabkan melasma.

Perawatan untuk Mengurangi Kehitaman pada Kulit Selama Kehamilan

Meski tidak berbahaya secara fisik, banyak wanita mungkin merasa tidak nyaman dengan kondisi tersebut. Ada beberapa hal yang bisa meminimalkan bintik hitam pada kulit semakin banyak selama kehamilan, bahkan dengan cara rumahan, lho!
Ilustrasi minyak kelapa. Foto: Xan/Shutterstock
1. Minyak Kelapa
ADVERTISEMENT
Minyak kelapa adalah pelembab alami yang memiliki sifat antibakteri dan antijamur lho, Moms! Minyak kelapa secara alami mengandung SPF 4-5, dan bisa dijadikan sunscreen alami yang ringan. Namun, menggunakan minyak kelapa sebagai sunscreen dalam waktu lama di bawah sinar matahari.
2. Lidah Buaya
Sudah tidak asing lagi kalau aloe vera adalah 'raja' perawatan kulit. Lidah buaya secara alami dapat dijadikan pengobatan yang efektif untuk beberapa masalah kulit. Bila ingin menggunakan lidah buaya, cuci bersih terlebih dahulu lalu potong kulitnya. Kemudian oleskan ke area kulit yang menggelap, lalu bilas saat sudah mengering.
3. Pakai Sunscreen
Sunscreen adalah skincare yang tidak boleh terlewatkan saat Anda berada di dalam maupun luar rumah. Sebab, paparan sinar ultraviolet dari matahari bisa memicu melasma dan meningkatkan perubahan pigmen.
ADVERTISEMENT
Saat hendak keluar rumah, gunakan sunscreen dengan SPF minimal 30 setiap hari, bahkan saat cuaca tidak sedang terik. Gunakan sesering mungkin di siang hari, apalagi jika sedang beraktivitas pada siang hari.
4. Konsumsi Asam Folat
Dan jangan lupa pastikan Anda mengonsumsi makanan yang mengandung asam folat, seperti bayam, jeruk, kacang-kacangan, roti, dan sereal. Sebab, kekurangan asam folat salah satunya dapat menjadi penyebab perubahan warna kulit.