Untitled Image
12 Maret 2021 9:00

Langkah Sehat untuk Calon Ayah

Membayangkan suami tercinta menjadi ayah? Wah, bahagianya! Tapi membayangkan saja tidak cukup. Bila ingin punya anak, menyiapkan fisik sebelum merencanakan kehamilan sangat penting dilakukan. Tak hanya untuk calon ibu, suami sebagai calon ayah pun harus menyiapkan diri.
Selama ini kesuburan hanya dikaitkan dengan kondisi wanita saja. Jangan salah, karena sebenarnya kesuburan pria dan kondisi sperma juga sangat berpengaruh pada peluang kehamilan. Oleh sebab itu, sangat penting untuk menyiapkan fisik suami sebelum memulai program hamil.
Jangan sampai calon ayah abai dengan kesehatan dirinya dan berpikir hanya sang istri yang perlu mempersiapkan tubuh. Menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan serta Ahli Fertilitas Endokrinologi Reproduksi, dr. Frizar Irmansyah, Sp.OG-KFER, calon ayah bahkan seharusnya memeriksakan kesehatannya sebelum memulai program hamil.
Apalagi, jika memiliki penyakit seperti diabetes, hepatitis, atau penyakit kelamin yang dapat memengaruhi kehamilan.
"Pasti besar (pengaruh fisik pria pada kehamilan). Jadi kalau sebelum mau punya anak, kita kan pasti periksa (ke dokter), terutama diabetes, hipertensi, karena itu sangat memengaruhi kualitas sperma dari si prianya. Sangat penting, jangan diabaikan," jelas dokter yang praktik di Siloam Hospitals Asri, Jakarta Selatan, ini.
Langkah Sehat untuk Calon Ayah (27757)
Kesuburan bukan cuma masalah ibu. Sama pentingnya agar calon ayah mempersiapkan fisiknya agar program hamil lancar dilaksanakan. Foto: Shutterstock

Yang Perlu Calon Ayah Lakukan sebelum Mulai Program Hamil

Untuk menyiapkan fisik sebelum memulai program hamil, suami Anda perlu menerapkan gaya hidup sehat. Sebab, hal itu sangat memengaruhi kualitas sperma.
Sebagai panduan, menurut dr. Frizar, berikut beberapa langkah hidup sehat yang bisa ditiru suami.
  1. Stop rokok karena dapat menurunkan kualitas sperma dan membuat pergerakan sperma berkurang. Menurut American Society for Reproductive Medicine, pria yang merokok bahkan memiliki banyak jumlah sperma dengan bentuk tidak normal.
  2. Tidak mengonsumsi minuman beralkohol. Apalagi jika berlebihan, sebab memiliki efek negatif pada kesehatan sperma.
  3. Hindari mengkonsumsi obat yang memengaruhi kualitas sperma. Beberapa obat-obatan yang dilarang, termasuk steroid anabolik untuk binaraga, menurut beberapa penelitian menunjukkan dampak negatif pada produksi sperma.
  4. Jangan stres. Mengutip Medical News Today, stres dapat mengaktifkan pelepasan glukokortikoid, yakni hormon steroid yang memengaruhi metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein, yang dapat menurunkan kadar testosteron dan produksi sperma.
Secara umum, hidup sehat yang bisa suami Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari, yakni dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
Itu artinya, makanan yang dikonsumsi harus mengandung protein, lemak, karbohidrat, dan vitamin serta mineral. Jangan lupa juga untuk berolahraga dan pastikan suami Anda punya waktu istirahat dan tidur yang cukup.
Langkah Sehat untuk Calon Ayah (27758)
Selain makan makanan sehat, calon ayah harus rajin berolahraga dan punya waktu istirahat yang cukup. Foto: Shutterstock

Pengaruh Obesitas dengan Peluang Kehamilan

Tak hanya menjadi sumber berbagai masalah kesehatan, obesitas juga berdampak pada kesuburan seorang laki-laki.
Penelitian Jorge Chavarro dari Harvard School of Public Health menemukan, salah satunya, bahwa laki-laki obesitas menghasilkan jumlah sperma lebih sedikit. Dus, kemungkinan hamil istri dengan suami obesitas menjadi lebih rendah.
Selain mengurangi jumlah sperma, penelitian yang dikutip dari American Society for Reproductive Medicine, juga menunjukkan bahwa obesitas dapat menurunkan kemampuan sperma pria untuk bergerak menuju sel telur, juga meningkatkan kerusakan materi genetik (DNA) dalam sperma.
Penyebabnya, seperti yang disimpulkan para peneliti, adalah terlalu banyak kandungan lemak pada tubuh dapat memengaruhi testosteron dan kadar hormon reproduksi lainnya pada pria.
Langkah Sehat untuk Calon Ayah (27759)
Konsumsi terlalu banyak lemak dapat memengaruhi testosteron dan kadar hormon reproduksi suami Anda, Moms. Foto: Shutterstock

Cara Tingkatkan Kualitas Sperma

Kualitas sperma yang baik menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung kesuburan seorang pria. Untuk itu, kesehatan sperma calon ayah juga perlu diperhatikan bila ingin segera mendapatkan keturunan.
Untuk mengetahui apakah sperma suami Anda bagus atau tidak, ada tiga faktor yang perlu diperhatikan: kuantitas, gerakan, dan struktur.
Kuantitas bisa dilihat ketika ejakulasi, jika setidaknya mengandung 15 juta sperma per mililiter, maka bisa dipastikan seorang pria subur. Jumlah sperma yang terlalu sedikit saat ejakulasi dapat membuat wanita lebih sulit hamil karena lebih sedikit 'kandidat' yang tersedia untuk membuahi sel telur.
Sperma juga perlu bergerak menuju sel telur. Perlu diketahui bahwa kemungkinan besar seorang pria subur adalah jika setidaknya 40 persen spermanya bergerak.
Sperma normal juga memiliki kepala oval dan ekor panjang, yang bekerja sama untuk mendorongnya. Meskipun tidak sepenting faktor kuantitas atau pergerakan sperma, semakin banyak sperma yang Anda miliki dengan bentuk dan struktur normal, semakin besar kemungkinan terjadinya pembuahan.
Langkah Sehat untuk Calon Ayah (27760)
Cara Tingkatkan Kualitas Sperma Foto: Shutterstock
Banyak hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas sperma. dr. Frizar secara khusus mengatakan beberapa hal berikut ini:
  • Jangan mandi sauna panas, karena dapat meningkatkan suhu skrotum, yang dapat menurunkan jumlah sperma dan kualitas sperma.
  • Jangan menggunakan celana ketat, karena dapat memengaruhi suhu skrotum dan menurunkan kualitas sperma.
  • Hindari mengonsumsi obat-obatan yang memengaruhi kualitas sperma.
  • Hindari infeksi dengan membersihkan alat kelamin dengan benar.
  • Alat kelamin tidak boleh terpapar radiasi.
  • Jika naik sepeda, pakai jok yang tengahnya bolong, untuk menghindari varises akibat testis tertekan.
Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi makanan yang dapat meningkatkan kualitas sperma. Selain mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dr. Frizar juga merekomendasikan makanan yang banyak mengandung zat gizi seperti zinc, vitamin D, dan antioksidan.
Untuk mendapatkan nutrisi tersebut, Anda bisa memberikan suami Anda daging, kerang, kacang-kacangan, biji-bijian, produk susu, telur, cokelat hitam, bayam, pisang, brokoli, delima, tomat, stroberi, kale, kubis merah, dan buah bit.
Lalu, bagaimana dengan suplemen kesuburan untuk pria?
"Sebetulnya kalau makanannya sudah bagus, enggak perlu suplemen. Atau kalau ada paparan matahari, olahraga 15 menit saja kena matahari, enggak perlu suplemen karena kita sudah punya vitamin D di kulit yang butuh triger dari sinar matahari supaya dia bisa diubah jadi vitamin D yang aktif. Makanya banyak yang mager (malas gerak), enggak olahraga enggak kena paparan matahari, jadi ya sudah (kurang subur) kayak gitu," tutupnya.
Jadi, selain memastikan kondisi tubuh Anda siap untuk punya anak, jangan lupa juga memeriksakan kondisi suami. Sebab, kesuburan istri dan suami sama pentingnya dalam menentukan peluang kehamilan.