kumparan
22 Feb 2019 17:33 WIB

Lebih Baik Mana: Masuk SD Lebih Cepat atau Tambah 1 Tahun di TK?

Ilustrasi anak akan masuk SD. Foto: Thinkstock
Anda sudah mulai pilih-pilih sekolah anak, padahal usianya belum genap 7 tahun. Ya, ada kalanya memang orang tua terlalu semangat memasukkan anaknya sekolah.
ADVERTISEMENT
Masih umur 3,5 atau 4 tahun, anak sudah didaftarkan ke TK. Harapannya agar anak segera bisa calistung, dapat bermain dengan banyak teman sebaya, berinteraksi dengan guru, dan lain-lain. Alhasil ketika lulus TK, usia anak belum mencapai 7 tahun.
Berdasarkan peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), tiap anak yang hendak mendaftar sekolah dasar negeri harus mencapai usia 7 tahun, minimal 6 tahun. Nah jika anak belum cukup umur, pilihannya ada dua Moms, yakni tambah 1 tahun di TK atau masuk SD lebih cepat.
Sebaiknya pilih yang mana, Moms?
Ilustrasi mengantar anak sekolah. Foto: Thinkstock
Menurut Orissa Anggita Rinjani, psikolog pendidikan dari Rumah Dandelion, orang tua memang punya hak untuk memasukkan anaknya di SD swasta bila umur anak belum cukup. Kebanyakan SD swasta tidak menetapkan usia anak harus 7 tahun saat mendaftar.
ADVERTISEMENT
Namun, meski Anda punya cukup dana untuk mendaftarkan anak ke SD swasta, masuk SD terlalu dini sebenarnya bukan pilihan bijak. Orissa menyarankan sebaiknya ditunda dulu.
“Lebih baik ditunda sampai anak lebih matang. Lebih baik anak masuk SD terlalu matang daripada terlalu dini,” jelas Orissa.
Banyak aspek yang harus dipertimbangkan untuk menentukan anak siap masuk SD atau tidak. Tak hanya soal akademik, namun juga kesiapan motorik kasar, motorik halus, kognitif, aspek sosial emosional, hingga bahasa.
Ilustrasi sepatu sekolah anak. Foto: Shutter Stock
Apa yang terjadi jika anak belum siap tapi dipaksa untuk masuk SD terlalu dini?
“Ketidakmatangan motorik akan mempengaruhi kemampuan anak berkonsentrasi. Ketidakmatangan aspek sosial berkaitan dengan kemampuan anak untuk berbagi dan mandiri. Biasanya anak yang belum siap masuk SD akan tampak kesulitan belajar di SD akhir,” tambah Orissa.
ADVERTISEMENT
Ya Moms, ketidaksiapan anak masuk SD mungkin belum tampak saat ia masih di kelas 1 atau 2. Namun seiring kenaikan tingkat kelas, dan semakin bertambahnya tuntutan akademik, baru terlihat bahwa anak tidak mampu untuk mengikuti. Begitu menginjak kelas 4 SD, anak makin tak semangat berangkat ke sekolah.
Anak malas sekolah. Foto: Thinkstock
“Akibat dari ketidaksiapan anak masuk SD itu jangka panjang. Makin lama tuntutannya makin tinggi. Anak yang belum siap masuk SD jadi malas dan tidak enjoy,” papar Orissa.
Oleh karena itu Orissa menyarankan saat anak belum cukup umur untuk masuk sekolah dasar, lebih baik ia lebih lama belajar di TK. Bukan berarti menambah 1 tahun di TK juga tidak ada risikonya, tapi lebih bisa diatasi daripada masuk SD terlalu dini.
ADVERTISEMENT
“Mungkin Anak awalnya akan bingung, teman-teman sekelasnya di TK kok beda semua. Tapi anak punya kemampuan beradaptasi. Masalah ini lebih bisa diatasi daripada dampak jangka panjang bila anak masuk SD terlalu cepat,” jelas Orissa.
Jadi bagaimana Moms, Anda pilih yang mana?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan