Mom
·
21 Juli 2021 17:03
·
waktu baca 2 menit

Masalah Vagina yang Bisa Terjadi Selama Kehamilan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Masalah Vagina yang Bisa Terjadi Selama Kehamilan (140914)
searchPerbesar
Masalah vagina selama kehamilan. Foto: Shutterstock
Akan ada banyak perubahan selama masa kehamilan. Mulai dari perut yang membuncit, berat badan yang meningkat, dan masalah kulit seperti munculnya jerawat dan stretch mark. Bahkan, beberapa ibu hamil mengalami masalah vagina.
ADVERTISEMENT
Ya Moms, beberapa masalah vagina bisa dibilang normal, namun beberapa di antaranya perlu mendapat penanganan serius dari dokter. Agar Anda lebih tenang menghadapinya, berikut beberapa masalah vagina yang kerap dirasakan ibu hamil. Apa saja? Cek di sini, Moms.

4 Masalah Vagina yang Terjadi Selama Kehamilan

1. Keputihan
Masalah Vagina yang Bisa Terjadi Selama Kehamilan (140915)
searchPerbesar
Masalah keputihan saat hamil. Foto: Shutterstock
Saat hamil, tubuh wanita mulai memompa ekstra estrogen dan progesteron, yang memicu aliran sekret vagina yang lebih banyak. Kondisi ini biasanya dinamakan peningkatan keputihan yang lebih banyak dari biasanya. Bahkan, ibu hamil biasanya harus berganti celana dalam beberapa kali dalam sehari karena keputihannya.
2. Jaringan vagina bengkak
Selama kehamilan, volume darah tubuh akan meningkat sekitar 50 persen. Sebagian besar darah itu disalurkan ke rahim untuk memelihara bayi di dalam kandungan. Akibatnya, jaringan vagina menjadi penuh dengan darah, yang membuat beberapa ibu hamil akan merasa sedikit bengkak dan nyeri.
ADVERTISEMENT
3. Tanda chadwick
Masalah Vagina yang Bisa Terjadi Selama Kehamilan (140916)
searchPerbesar
Ilustrasi masalah vagina saat hamil. Foto: Shutter Stock
Karena lebih banyak darah yang mengalir di sekitar leher rahim, vulva atau area luar kelamin wanita akan berubah warna menjadi lebih gelap dan kebiruan. Nah Moms, hiperpigmentasi ini biasanya disebut dengan tanda chadwick. Ini merupakan tanda-tanda awal kehamilan yang kerap dikaitkan dengan hormon estrogen, progesteron, yang dapat merangsang sel-sel penghasil pigmen. Perlu diketahui bahwa ini bukan kondisi berbahaya dan biasanya akan kembali seperti semula setelah kehamilan.
4. Pendarahan ringan
Sebanyak 30 persen ibu hamil mengalami pendarahan vagina yang tidak berbahaya pada trimester pertama. Biasanya, mereka menemukan bercak darah pada celana dalamnya beberapa kali di masa-masa awal kehamilan. Kondisi ini disebabkan oleh peningkatan suplai darah ke serviks saat hamil.
ADVERTISEMENT
Penulis: Hutri Dirga Harmonis