Mengenal Sindrom Neonatal, Gangguan pada Bayi Akibat Ibu Konsumsi Obat Opioid

13 Mei 2022 8:07
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Mengenal Sindrom Neonatal, Gangguan pada Bayi Akibat Ibu Konsumsi Obat Opioid (140997)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi dengan sindrom neonatal. Foto: Shutter Stock
Neonatal Abstinence Syndrome (NAS) adalah salah satu gangguan bayi baru lahir akibat terpapar obat opioid dalam waktu lama saat berada di dalam kandungan ibu. Golongan obat opioid seperti heroin, metadon, morfin, dan kodein sering digunakan ibu hamil untuk mengatasi rasa nyeri di sekujur tubuh. Namun, tanpa disadari kandungan obat tersebut dapat membahayakan kesehatan bayi dalam jangka panjang.
ADVERTISEMENT
Zat-zat yang terkandung dalam obat opioid akan melewati plasenta yang berfungsi untuk menghubungkan ibu dan janin di dalam rahim. Bila hal itu terus dilakukan, bukan hanya ibu saja yang ketergantungan, melainkan janin pun juga sampai dilahirkan.
Mengutip dari MedlinePlus, bayi dari ibu yang mengonsumsi obat opioid atau zat adiktif lainnya seperti nikotin, amfetamin, kokain, ganja, dan alkohol mungkin akan mengalami gangguan kesehatan jangka panjang. Meski belum ada bukti jelasnya, obat-obatan tersebut dinilai dapat meningkatkan keparahan gejala NAS pada bayi.
Mengenal Sindrom Neonatal, Gangguan pada Bayi Akibat Ibu Konsumsi Obat Opioid (140998)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil minum obat opioid. Foto: Pixel-Shot/Shutterstock
Parents melansir, laporan CDC menunjukkan 7 dari 1.000 bayi baru lahir yang dirawat inap didiagnosis NAS. Misalnya, di Amerika, setiap 19 menit terdapat satu bayi yang lahir dengan sindrom neonatal ini.
ADVERTISEMENT
“Meningkatnya penggunaan resep opioid untuk ibu hamil mungkin berkontribusi pada meningkatnya sindrom neonatal ini,” kata Nora Volkow, Direktur National Institute on Drug Abuse (NIDA), masih mengutip Parents.

Gejala Sindrom Neonatal pada Bayi

Sebagian besar gejala NAS akan muncul 3 hari setelah lahir. Namun, terkadang gejala juga muncul setelah berminggu-minggu. Oleh sebab itu, bila ibu memiliki riwayat konsumsi minum obat opioid, bayi yang dilahirkan perlu diobservasi di rumah sakit selama seminggu.
Perlu diketahui, gejala NAS pada bayi tidak selalu sama, Moms. Tergantung jenis dan dosis obat yang dikonsumsi. Namun, ada beberapa gejala umum yang bisa dialami bayi, yaitu:
  • Diare
  • Menangis dengan nada tinggi
  • Demam
Mengenal Sindrom Neonatal, Gangguan pada Bayi Akibat Ibu Konsumsi Obat Opioid (140999)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi demam menangis Foto: Shutterstock
  • Kejang
  • Sulit tidur
  • Tremor atau gemetar
  • Napas cepat
  • Muntah
  • Otot tegang
March of Dimes, organisasi nirlaba Amerika Serikat yang berfokus untuk mensejahterakan kesehatan ibu dan bayi menambahkan bahwa gejala-gejala di atas dapat berlangsung selama 1 minggu hingga 6 bulan.
ADVERTISEMENT

Komplikasi Kesehatan yang Dapat Dialami Bayi

Bayi dengan sindrom Neonatal mungkin perlu perawatan di unit perawatan intensif bari baru lahir atau NICU. Selain mengalami gejala di atas, bayi dengan sindrom neonatal memiliki risiko:
  • Berat badan lahir rendah, yakni di bawah 2,5 kilogram
  • Penyakit kuning karena organ hati bayi belum sepenuhnya berkembang
  • Kejang
  • Sindrom kematian mendadak (Sudden Infant Death Syndrome) yang biasanya terjadi saat bayi sedang tidur
  • Lambat mencapai tonggak perkembangan sesuai usia seperti duduk, berjalan, dan, berbicara
  • Masalah motorik seperti tulang, otot, dan gerakan bayi
  • Masalah perilaku dan belajar sehingga membutuhkan pendidikan khusus di sekolah
  • Masalah pendengaran atau infeksi telinga
  • Masalah penglihatan
Mengenal Sindrom Neonatal, Gangguan pada Bayi Akibat Ibu Konsumsi Obat Opioid (141000)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dokter memeriksa mata bayi Foto: Thinkstock

Perawatan Bayi dengan Sindrom Neonatal

Apabila ibu memiliki riwayat konsumsi obat opioid, dokter akan melakukan pemeriksaan pada bayi yang meliputi:
ADVERTISEMENT
  • Penilaian NAS
Tes ini menggunakan sistem poin untuk menilai seberapa parah gejala yang dialami. Hasil skor terakhir digunakan untuk menentukan jenis perawatan yang akan dilakukan.
  • Tes urin, mekonium (hasil buang air besar pertama bayi), dan tali pusar.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020