Moms, Jangan Lakukan Ini pada Vagina Usai Melahirkan

26 Oktober 2022 7:57
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
lustrasi vagina. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
lustrasi vagina. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Saat melahirkan normal, vagina dan perineum akan meregang untuk memungkinkan bayi melewatinya. Hal ini menyebabkan ketidaknyamanan usai melahirkan, seperti sensasi kekeringan, kelemahan, hingga nyeri di daerah vagina.
ADVERTISEMENT
Sebelum merasa khawatir, perlu dipahami bahwa ini merupakan dampak normal yang bisa dialami semua ibu setelah persalinan pervaginam. Kondisi ini juga akan segera membaik seiring waktu, Moms.
Kendati demikian, memang ada beberapa kebiasaan yang dapat memperburuk rasa sakit pada vagina setelah melahirkan. Dikutip dari Flo, ahli obstetri dan ginekologi, Natalia Viarenich, MD, menyarankan agar ibu menghindari beberapa hal berikut ini sehingga vagina bisa pulih lebih cepat.

Yang Sebaiknya Tidak Dilakukan pada Vagina Usai Melahirkan Normal

 Ilustrasi vagina atau organ kewanitaan. Foto: Arkom Suvarnasiri/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi vagina atau organ kewanitaan. Foto: Arkom Suvarnasiri/Shutterstock
Menggunakan tampon
Tampon memang tidak umum di Indonesia, namun, beberapa ibu mungkin masih mengenal dan menggunakannya. Usai melahirkan, sebaiknya jangan gunakan tampon untuk menampung darah nifas karena ini justru akan meningkatkan risiko infeksi pada vagina. Sebagai gantinya, gunakan pembalut khusus untuk masa nifas. Biasanya, jenis pembalut ini lebih lebih lembut dan penggunaannya pun di luar vagina sehingga terbilang aman.
ADVERTISEMENT
Sabun berbahan kimia
Hindari penggunaan sabun mandi atau sabun vagina yang mengandung bahan kimia dan pewangi yang keras. Vagina yang masih dalam masa pemulihan mungkin sensitif terhadap kandungan tersebut, Moms. Jadi, gunakanlah air hangat untuk membersihkan area vagina Anda.
Menggunakan tisu toilet
Jangan dulu menyeka area anus dan vagina menggunakan tisu toilet setelah buang air kecil atau buang air besar. Penggunaannya justru akan memperburuk rasa nyeri di sekitarnya. Sebaiknya, keringkan area tersebut menggunakan handuk berbahan katun dengan gerakan perlahan.
Ilustrasi celana dalam perempuan. Foto: TShaKopy/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi celana dalam perempuan. Foto: TShaKopy/Shutterstock
Pakaian ketat
Moms, celana dan pakaian dalam yang ketat akan menambah tekanan di area vagina, sehingga dapat meningkatkan rasa sakit. Pilih pakaian yang lebih longgar dan tipis agar membuat Anda lebih leluasa dalam bergerak.
ADVERTISEMENT
Menggunakan krim
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, area vagina masih sensitif usai melahirkan. Sehingga, paparan produk yang mengandung bahan kimia mungkin tidak disarankan. Bila Anda berniat menggunakan krim atau losion untuk membuatnya lebih nyaman, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter ya, Moms.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020