Moms, Waspadai Hepatitis Akut Misterius di Masa Mudik! Ini Cara Pencegahannya

4 Mei 2022 10:00
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Moms, Waspadai Hepatitis Akut Misterius di Masa Mudik! Ini Cara Pencegahannya (64109)
zoom-in-whitePerbesar
Waspadai gejala hepatitis akut misterius pada anak. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Munculnya kasus hepatitis akut misterius di berbagai negara menuai kekhawatiran dari para orang tua, terutama yang memiliki anak kecil. Hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya ini banyak menjangkiti bayi hingga anak-anak di bawah 16 tahun. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah melaporkan tiga anak meninggal dunia diduga terserang penyakit tersebut.
ADVERTISEMENT
Ya Moms, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga sudah secara resmi menjadikan wabah hepatitis akut misterius ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Penyebab munculnya penyakit ini pun masih menjadi tanda tanya besar.
Maka dari itu, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengingatkan para orang tua untuk mewaspadai gejala-gejalanya, mengingat munculnya penyakit ini terjadi di tengah-tengah masa mudik Lebaran 2022.
Ketua Umum PB IDI, dr Moh. Adib Khumaidi, SpOT pun menginstruksikan kepada seluruh dokter, tenaga kesehatan dan orang tua untuk mewaspadai setiap gejala hepatitis pada anak-anak dan orang dewasa pada momen mudik kali ini.
"Pengurus Besar IDI bersama dengan IDAI mengimbau kepada seluruh tenaga Kesehatan terkait dan lapisan masyarakat terutama para orang tua dan anak agar tetap ketat melakukan protokol Kesehatan apalagi di masa mudik lebaran ini," jelas Dokter Adib dalam keterangannya, Selasa (2/5).
ADVERTISEMENT
Imbauan agar semua pihak lebih waspada juga diungkapkan oleh Ketua Umum PB Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), yang meminta seluruh dokter anak dan residen dokter anak turut mengawasi apabila gejala hepatitis muncul pada pasiennya.

Gejala Hepatitis Akut yang Perlu Orang Tua Waspadai

Moms, Waspadai Hepatitis Akut Misterius di Masa Mudik! Ini Cara Pencegahannya (64110)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi kuning atau jaundice Foto: Shutterstock
Sejak resmi dipublikasikan sebagai KLB oleh WHO, jumlah laporan kasus hepatitis akut yang belum diketahui sumbernya ini sudah tercatat lebih dari 170 kasus di lebih dari 12 negara. Sebagai orang tua, Anda perlu memahami apa saja gejala hepatitis Akut yang tidak diketahui etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology), yakni:
- Penurunan kesadaran
- Perubahan warna urine (gelap) dan/atau feses pucat
- Kuning (jaundis)
ADVERTISEMENT
- Gatal
- Nyeri sendi atau pegal-pegal
- Demam tinggi
- Mual
- Muntah atau nyeri perut
- Lesu atau hilang nafsu makan
- Diare
- Kejang ditandai dengan Serum Aspartate Tansaminase (AST)/SGOT atau Alanine Tansaminase (ALT) SGPT lebih dari 500 U/L.
Sementara dari pemeriksaan laboratorium yang didapatkan, ternyata tidak ditemukan virus hepatitis A, B, C, D, dan E. Namun, pada beberapa kasus ditemukan SARS-CoV-2 dan atau Adenovirus. Oleh karena itu, pemeriksaan patogen (biologis maupun kimiawi) masih perlu dilakukan lebih lanjut.

Cara Pencegahan Terjangkit Hepatitis

Moms, Waspadai Hepatitis Akut Misterius di Masa Mudik! Ini Cara Pencegahannya (64111)
zoom-in-whitePerbesar
Mencegah terserang hepatitis akut pada anak dengan mencuci tangan pakai sabun. Foto: Shutterstock
Nah Moms, Anda mungkin kini sedang khawatir bagaimana mencegah si kecil agar tidak terserang hepatitis akut misterius ini. Oleh karena itu, Dokter Piprim dan IDAI meminta masyarakat tetap tenang dan melakukan serangkaian pencegahan. Berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan kepada keluarga:
ADVERTISEMENT
1. Mencuci tangan
2. Minum air bersih yang matang
3. Makan makanan yang bersih dan matang
4. Membuang tinja atau popok sekali pakai pada tempatnya
5. Menggunakan alat makan pribadi
6. Memakai masker dan menjaga jarak
"Orang tua agar mendeteksi secara dini jika menemukan anak-anak dengan gejala-gejala seperti kuning, mual/muntah, diare, nyeri perut, penurunan kesadaran/kejang, lesu, demam tinggi memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan terdekat," tutup Dokter Piprim.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020