Moms, Yuk Jelaskan soal Bullying Agar Anak Tak Mengalaminya di Sekolah

25 November 2022 17:04
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi perundungan (dibully) atau bullying.
 Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perundungan (dibully) atau bullying. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Kasus perundungan atau bullying masih saja terjadi di lingkungan sekolah. Ya Moms, bila bicara soal bullying tidak melulu soal korban, melainkan juga pelaku dan saksi.
ADVERTISEMENT
Orang tua tentu ingin melindungi anak-anak dari kejadian buruk, baik di rumah maupun di sekolah. Namun sayangnya, masih saja ada anggapan bahwa bullying di sekolah berdalih hanya 'bercanda'. Padahal misalnya, saat pelaku mengucapkan kata-kata olokan atau bahkan bermain fisik, itu bukan lagi bercanda tetapi sudah masuk kategori bullying.
Sebagai sosok paling dekat dengan anak, orang tua memiliki peranan penting agar si kecil bisa terhindar dari perilaku atau menjadi pelaku bullying. Apa yang bisa dilakukan ayah dan ibu?

Pentingnya Penjelasan soal Bullying Agar Anak Tak Mengalaminya di Sekolah

Dilansir Motherly, para ahli menyarankan orang tua --bahkan sejak anak masuk prasekolah atau TK-- menjelaskan tentang apa itu tindakan bullying atau intimidasi di sekolah. Berbicaralah dengan bahasa yang mudah dimengerti, tentang seperti apa yang harus dilakukan ketika si kecil maupun temannya mendapatkan tindakan buruk.
Ilustrasi perundungan (dibully) atau bullying.
 Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perundungan (dibully) atau bullying. Foto: Shutterstock
Begitu dia sudah mengetahui apa itu bullying, anak-anak diharapkan sudah lebih mudah mengidentifikasi, apakah tindakan tersebut dialaminya sendiri atau melihat anak lain mengalaminya.
ADVERTISEMENT
Selain itu, berikut adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan orang tua untuk mencegah anak mengalami bullying di sekolah:
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020

1. Kenali Lingkungan Sekolah dan Anak-anaknya

Penting bagi orang tua untuk mengenali seperti apa lingkungan sekolahnya, termasuk karakter guru dan murid-murid lainnya. Apakah lingkungan pertemanannya suportif dan positif, atau justru terlihat ada beberapa anak yang rentan. Dari situlah Anda bisa mencari tahu siapa saja anak yang rentan dibully atau pun yang sering membully.

2. Sering Ngobrol dengan Anak

Dikutip dari laman UNICEF, semakin sering Anda mengajak si kecil ngobrol, khususnya tentang bullying, maka pemahamannya akan semakin baik dan dia akan lebih terbuka memberi tahu orang tuanya bila melihat atau mengalaminya. Percakapan bisa dilakukan setiap hari, dimulai dari kegiatan di sekolah dan bagaimana perasaannya hari itu saat bertemu teman-temannya.
ADVERTISEMENT

3. Bangun Rasa Percaya Diri Anak

Agar anak lebih nyaman di sekolah, Anda bisa mendorongnya untuk bergabung dengan ekskul yang mereka sukai. Ini akan membantu dia membangun kepercayaan bersama teman-teman yang suportif dan memiliki minat yang sama.
Ilustrasi perundungan (dibully) atau bullying. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perundungan (dibully) atau bullying. Foto: Shutterstock

4. Jadikan Anak Panutan

Anda juga bisa lho membantu anak menjadi panutan yang positif bagi teman-temannya. Meski mungkin anak bukan korban perundungan, tetapi mereka bisa mencegah bullying dengan bersikap inklusif, hormat, dan baik terhadap teman-temannya. Jika anak-anak yang lain menyaksikan bullying, mereka akhirnya bisa ikut membela korban, menawarkan dukungan, dan/atau mempertanyakan perilaku bullying.

5. Orang Tua Jadi Panutan

Dan terakhir, Anda bisa menjadi bagian untuk membantu anak memperlakukan teman sebaya dan orang dewasa lainnya dengan hormat tanpa perilaku buruk. Sebab, anak akan memandang orang tua sebagai contoh dalam berperilaku. Jadi, para ayah dan ibu perlu menunjukkan bagaimana bersikap ketika mengalami atau melihat perilaku bullying.
ADVERTISEMENT
Yang tak kalah penting adalah peran guru dalam mencegah terjadinya bullying di sekolah. Sebagai orang tua murid, Anda bisa lho memastikan beberapa hal ke pihak sekolah, seperti: pemberian penyuluhan tentang dampak bullying, pembentukan nilai-nilai setia kawan, hingga komunikasi yang baik antara siswa dan gurunya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020