Mulai 3 Januari Sekolah di Jakarta Jalani PTM 100% Tiap Hari, Apa Pendapat IDAI?

2 Januari 2022 17:18
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Mulai 3 Januari Sekolah di Jakarta Jalani PTM 100% Tiap Hari, Apa Pendapat IDAI? (50433)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak sekolah tatap muka atau pembelajaran tatap muka (PTM). Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta akan menerapkan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) Terbatas pada hari pertama semester genap tahun ajaran 2021/2022 tanggal 3 Januari 2022.
ADVERTISEMENT
“PTM Terbatas dilaksanakan setiap hari. Jumlah peserta didik dapat 100% dari kapasitas ruang kelas dengan lama belajar paling banyak 6 jam pelajaran per hari. Protokol kesehatan harus menjadi perhatian utama bagi seluruh warga sekolah,” ujar Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, seperti dikutip dari PPID, Minggu (2/1).
Keputusan ini menurutnya sesuai dengan SKB 4 Menteri tertanggal 21 Desember 2021 Nomor 05/KB/2021, Nomor 1347 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/6678/2021, Nomor 443-5847 Tahun 2021 Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19, serta SK Kepala Dinas Pendidikan No. 1363 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas pada Masa Pandemi COVID-19.
Orang tua murid di Jakarta pun sudah mulai menerima pengumuman dari pihak sekolah mengenai hal ini.
ADVERTISEMENT
"Iya, (sudah) diumumin, masuk besok full Senin-Jumat, dari jam 6.30 sampai 11," ujar Sylvie, seorang ibu yang tinggal di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan.
"Anakku kata gurunya 7.30 sampai jam 12," kata Dian, ibu dengan satu anak di wilayah Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada tim kumparanMOM, Minggu (2/1).
Meski begitu, sebagian orang tua juga merasa khawatir dengan dimulainya sekolah tatap muka ini, mengingat masih adanya kasus aktif COVID-19 termasuk varian Omicron di Indonesia.
"Kelas anak saya tuh, kecil, enggak kebayang sih, kalau masuk 100% apa bisa diatur jaraknya 1 meter per meja. Apalagi banyak yang habis jalan-jalan Tahun Baru. Kan jadi khawatir," keluh Ernie dari Cipinang, Jakarta Timur.
ADVERTISEMENT
Lantas, apa pendapat , Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengenai hal ini?

Apa Kata Ikatan Dokter Anak Indonesia soal PTM Terbatas yang Dimulai Januari 2022

Mulai 3 Januari Sekolah di Jakarta Jalani PTM 100% Tiap Hari, Apa Pendapat IDAI? (50434)
zoom-in-whitePerbesar
Apa Kata Ikatan Dokter Anak Indonesia soal PTM Terbatas yang Dimulai Januari 2022. Foto: Shutterstock
Pada Minggu 2 Januari 2022, IDAI mengedarkan rekomendasi terkait pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Masa Pandemi COVID-19. Jadi rekomendasi ini tidak hanya ditujukan untuk wilayah DKI yang akan memulai PTM di tanggal 3 Januari saja, Moms.
Dalam rekomendasi itu ditulis, untuk membuka pembelajaran tatap muka esok hari, IDAI mengimbau agar 100% guru dan petugas sekolah harus sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19. Kemudian, anak-anak yang dapat masuk sekolah adalah mereka yang sudah diimunisasi COVID-19 lengkap 2 kali dan tanpa komorbid. Sementara bagi anak-anak dengan komorbid, orang tua dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis anak.
ADVERTISEMENT
Dalam rekomendasi IDAI juga ditulis, sekolah yang akan menggelar PTM terbatas tetap harus patuh pada protokol kesehatan terutama fokus pada penggunaan masker wajib untuk semua orang yang ada di lingkungan sekolah. Untuk itu ketersediaan fasilitas cuci tangan, menjaga jarak, menjaga jarak, serta sirkulasi udara terjaga di dalam kelas perlu dipastikan.
IDAI juga berharap agar sekolah dan pemerintah memberikan kebebasan kepada orang tua dan keluarga untuk memilih pembelajaran tatap muka atau daring tanpa adanya paksaan.
Tak sampai di situ, IDAI pun memberi rekomendasi khusus yang disesuaikan dengan usia anak yang akan mengikuti PTM. Seperti apa?

Rekomendasi IDAI Terkait PTM di Masa Pandemi COVID-19 Kategori Usia Anak di Bawah 6 Tahun

Mulai 3 Januari Sekolah di Jakarta Jalani PTM 100% Tiap Hari, Apa Pendapat IDAI? (50435)
zoom-in-whitePerbesar
Rekomendasi IDAI Terkait PTM di Masa Pandemi COVID-19 Kategori Usia Anak di Bawah 6 Tahun. Foto: Shutterstock
a. Sekolah pembelajaran tatap muka belum dianjurkan sampai dinyatakan tidak ada kasus baru COVID-19 atau tidak ada peningkatan kasus baru.
ADVERTISEMENT
b. Sekolah dapat memberikan pembelajaran sinkronisasi dan asinkronisasi dengan metode daring dan mengaktifkan keterlibatan orang tua di rumah dalam kegiatan outdoor.
c. Sekolah dan orang tua dapat melakukan kegiatan kreatif seperti:
  • Mengaktifkan permainan daerah di rumah.
  • Melakukan pembelajaran outdoor mandiri di tempat terbuka masing-masing keluarga dengan modul yang diarahkan sekolah seperti aktivitas berkebun, eksplorasi alam dsb.
  • Rekomendasi bermain dapat mengutip dari rekomendasi permainan anak sesuai rekomendasi IDAI.

Rekomendasi IDAI Terkait PTM di Masa Pandemi COVID-19 Kategori Usia Anak 6-11 Tahun

Mulai 3 Januari Sekolah di Jakarta Jalani PTM 100% Tiap Hari, Apa Pendapat IDAI? (50436)
zoom-in-whitePerbesar
Rekomendasi IDAI Terkait PTM di Masa Pandemi COVID-19 Kategori Usia Anak 6-11 Tahun. Foto: Shutterstock
a. Pembelajaran tatap muka dapat dilakukan dengan metode hybrid (50% luring dan 50% daring) dalam kondisi sebagai berikut:
  • Tidak adanya peningkatan kasus COVID-19 di daerah tersebut.
  • Tidak adanya transmisi lokal Omicron di daerah tersebut.
ADVERTISEMENT
b. Pembelajaran tatap muka dapat dilakukan metode hybrid (50% daring, 50% luring outdoor).
  • Masih ditemukan kasus COVID-19 namun positivity rate di bawah 8%.
  • Ditemukan transmisi lokal Omicron yang masih dapat dikendalikan.
  • Fasilitas outdoor yang dianjurkan adalah halaman sekolah, taman, pusat olahraga dan ruang publik terpadu ramah anak.

Rekomendasi IDAI Terkait PTM di Masa Pandemi COVID-19 Kategori Usia Anak 12-18 Tahun

Mulai 3 Januari Sekolah di Jakarta Jalani PTM 100% Tiap Hari, Apa Pendapat IDAI? (50437)
zoom-in-whitePerbesar
Uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di SMA 81 Jakarta. Foto: Instagram/@dkijakarta
a. Pembelajaran tatap muka dapat dilakukan 100% dalam kondisi berikut:
  • Tidak adanya peningkatan kasus COVID-19 di daerah tersebut.
  • Tidak adanya transmisi Omicron lokal di daerah tersebut.
ADVERTISEMENT
b. Pembelajaran tatap muka dapat dilakukan metode hybrid (50% luring dan 50% daring) dalam kondisi berikut:
  • Masih ditemukan kasus COVID-19 namun positivity rate di bawah 8%.
  • Ditemukan transmisi lokal Omicron yang masih dapat dikendalikan.
  • Anak, guru dan petugas sekolah sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19 100%.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020