Penyebab Bipolar pada Anak dan Apa Saja yang Perlu Orang Tua Lakukan

6 Juni 2022 10:59
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi anak dengan gangguan bipolar. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak dengan gangguan bipolar. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Selain orang dewasa, gangguan bipolar juga dapat dialami oleh anak-anak. Dikutip dari Mom Junction, anak dengan gangguan bipolar terkadang sangat bersemangat sehingga mereka sulit tidur. Di sisi lain, anak juga kerap merasa sedih dan tertekan.
ADVERTISEMENT
Namun, gangguan bipolar pada anak sulit diketahui secara pasti. Sebab, gejala umum bipolar pada anak, seperti hiperaktif dan perubahan suasana hati yang tak menentu juga termasuk salah satu perilaku yang cukup sering dialami anak dalam proses tumbuh kembangnya.
Gangguan bipolar pada anak dibagi menjadi dua bagian. Anak dengan gangguan bipolar terkadang bisa merasa sangat bahagia dan lebih bersemangat, atau disebut sebagai episode manik. Sementara bila anak dengan bipolar merasa sedih dan kurang aktif, disebut sebagai episode depresi. Oleh karena itu, gangguan bipolar pada anak disebut bersifat episodik, tetapi tak menutup kemungkinan berlangsung seumur hidup.
Ilustrasi anak dengan gangguan bipolar episode manik. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak dengan gangguan bipolar episode manik. Foto: Shutterstock
Di samping itu, gejala gangguan bipolar pada anak cukup mirip dengan gejala Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Meski demikian, anak dengan gangguan bipolar biasanya akan diketahui saat berusia 6 tahun.
ADVERTISEMENT
Lantas, apa penyebab gangguan bipolar pada anak?

Penyebab Bipolar pada Anak

Mengutip National Institute of Mental Health, penyebab pasti gangguan bipolar belum diketahui. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat memicu gangguan bipolar pada anak, antara lain:
1. Faktor genetik
Anak akan berpotensi mengalami gangguan bipolar bila memiliki orang tua atau anggota keluarga yang mengalami kondisi serupa. Namun, bila ada anggota keluarga yang mengalami gangguan bipolar, bukan berarti anggota keluarga lainnya pasti akan mengalaminya juga. Sebab, hingga saat ini belum ada alasan mengapa gangguan bipolar bisa disebabkan oleh faktor genetik.
2. Faktor lingkungan
Di samping faktor genetik, salah satu penelitian juga menunjukkan bahwa trauma, tekanan, dan faktor lingkungan, dapat meningkatkan kemungkinan anak mengalami gangguan bipolar. Misalnya, kematian orang tua, pola asuh yang kurang tepat, bullying, hingga kekerasan dalam rumah tangga.
Ilustrasi anak jadi korban bully. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak jadi korban bully. Foto: Shutterstock
3. Kelainan pada struktur dan fungsi otak anak
ADVERTISEMENT
Gangguan bipolar pada anak juga bisa disebabkan oleh beberapa kondisi medis, Moms. Ya, sebab, beberapa penelitian telah menemukan perbedaan struktur dan fungsi otak antara anak yang sedang dan tidak mengalami gangguan bipolar. Tetapi, hingga saat ini alasan pastinya belum diketahui mengapa keduanya saling berhubungan.

Cara Atasi Bipolar pada Anak

1. Mengikuti jadwal pengobatan
Salah satu cara untuk mengatasi bipolar pada anak, yakni mengikuti jadwal pengobatan dengan rutin. Misalnya, dengan membuat jadwal pengatur waktu atau alarm, catatan, atau bentuk lain yang mudah diingat. Di samping itu, orang tua wajib mengetahui pengobatan atau perawatan apa saja yang diperlukan anak dengan gangguan bipolar, seperti terapi atau beberapa perawatan lainnya.
2. Memantau efek samping
ADVERTISEMENT
Sebagian besar, obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan bipolar pada anak menyebabkan perubahan suasana hati, depresi, dan gangguan kesehatan seperti berat badan, gula darah, dan kolesterol pada anak meningkat. Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu tentang kiat-kiat mengatasi efek samping yang dialami anak.
Ilustrasi ibu ngobrol dengan guru sekolah. Foto: maroke/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu ngobrol dengan guru sekolah. Foto: maroke/Shutterstock
3. Berkomunikasi dengan guru di sekolah
Dalam beberapa kasus, anak dengan gangguan bipolar mungkin memerlukan perhatian khusus di sekolah. Misalnya, membutuhkan waktu istirahat lebih, atau diberikan pekerjaan rumah yang lebih sedikit. Maka dari itu, orang tua disarankan membuat keputusan dengan guru atau kepala sekolah agar gejala bipolar yang dialami si kecil bisa stabil.
4. Jaga rutinitas anak
Selain untuk mengurangi stres, menjaga rutinitas harian anak dengan gangguan bipolar juga penting dilakukan, Moms. Misalnya, membuat jadwal bangun, makan, olahraga, dan tidur dengan jadwal teratur setiap harinya. Dengan cara seperti itu, pikiran dan suasana hati anak bisa menjadi stabil.
ADVERTISEMENT
5. Lakukan terapi untuk keluarga
Anak dengan gangguan bipolar tentunya memerlukan perhatian khusus, baik di sekolah ataupun di rumah. Maka dari itu, seluruh anggota keluarga di rumah seperti kakak, adik, nenek, maupun pengasuh, perlu diberikan terapi khusus atau pendampingan untuk mengenali dan cara mengatasi gangguan bipolar pada anak. Dukungan dari anggota keluarga sangat penting untuk membantu proses pemulihan anak, Moms.
6. Perhatikan perilaku anak
Tak jarang orang dengan gangguan bipolar ingin menyakiti dirinya sendiri, termasuk pada anak-anak. Bahkan, akibat fatal yang bisa terjadi adalah bunuh diri. Oleh sebab itu, cobalah untuk sering memperhatikan perilaku anak atau ucapan-ucapan yang beberapa waktu terakhir sering dikatakan.
Misalnya, anak pernah berbicara tentang kematian, atau ingin melakukan sesuatu yang membahayakan nyawa. Bila sudah seperti itu, segera singkirkan benda-benda tajam di rumah, seperti gunting, pisau, cutter, beserta obat-obatan yang dimiliki. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau psikolog agar mendapatkan penanganan yang tepat.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020