kumparan
20 Mar 2019 16:50 WIB

Perbedaan Vaksin MR dan Vaksin MMR

Ilustrasi Vaksin MR Foto: Shutterstock
Vaksin MR dan Vaksin MMR, keduanya memang terdengar begitu mirip. Atau mungkin di telinga, Anda lebih akrab mendengar vaksin MMR, sehingga tak jarang segera mengoreksi teman yang mengatakan 'vaksin MR'.
ADVERTISEMENT
Lalu apa yang membedakannya? Mengutip laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin MR adalah kombinasi vaksin Campak atau Measles (M) dan Rubella. Artinya, satu vaksin ini dapat mencegah dua penyakit tersebut sekaligus, Moms.
Sementara vaksin MMR terdiri dari kombinasi vaksin Measles, Mumps (gondongan), dan Rubella. Maka jelas, ada atau tidak kandungan vaksin mumps inilah yang membedakan antara vaksin MR dan MMR.
Lalu kenapa mesti dibeda-bedakan seperti itu? Dijelaskan di laman IDAI, saat ini pemerintah memang tengah memprioritaskan pengendalian Campak dan Rubella, itu karena bahaya komplikasinya yang berat serta mematikan.
Ilustrasi Vaksin MR Foto: Shutterstock
Anak yang terkena campak dapat sebabkan komplikasi serius seperti diare, radang paru pneumonia, radang otak, gizi buruk, kebutaan hingga kematian.
ADVERTISEMENT
''Kalau kena rubella, mungkin tidak meninggal, tapi cacatnya luar biasa, bisa mengalami kebutaan, ketulian. Kita cegah ini dengan imunisasi,'' kata Menkes RI Prof Nila F. Moeloek, seperti yang dikutip dari laman Departemen Kesehatan.
Ia juga menekankan pentingnya imunisasi sebagai antibodi dan proteksi dari penyakit. Tidak ada pengobatan untuk penyakit Campak dan Rubella, namun penyakit ini dapat dicegah.
Perlu diketahui juga, Campak dan Rubella merupakan infeksi yang menular lewat saluran nafas oleh virus, sehingga siapa saja, terlebih anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi ini atau belum pernah terkena penyakit ini sangat berisiko tertular.
Vaksin MR Tidak Mengandung Babi Foto: Pixabay
Sementara bagi ibu hamil, risiko buruk juga tak main-main yang mengintai, seperti cacat lahir, keguguran, hingga bayi lahir mati. Karenanya vaksin ini tak cuma bagi anak-anak, tapi juga orang dewasa.
ADVERTISEMENT
Karenanya sebagaimana dijelasikan IDAI, pemberian imunisasi vaksin MR pada anak usia 9 bulan sampai dengan <15 tahun. Selanjutnya, imunisasi MR masuk dalam jadwal imunisasi rutin dan diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD/sederajat menggantikan imunisasi Campak.
Nah, bila si kecil sudah mendapat vaksin Campak maupun MMR sebelumnya, ia perlu tetap mendapat vaksin MR. Tujuannya untuk memastikan kekebalan penuh terhadap penyakit tersebut. Anda pun tak perlu khawatir anak jadi mendapat vaksin dobel, karena hal ini tetap aman.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan