Perlukah Ibu Hamil Minum Susu?

4 Januari 2021 18:07
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Perlukah Ibu Hamil Minum Susu? (94993)
searchPerbesar
Ilustrasi ibu hamil minum susu. Foto: Shutterstock
Demi memastikan kehamilan dan kondisi janin tetap sehat, ibu hamil perlu memerhatikan asupan nutrisi hariannya. Ya Moms, saat hamil, ibu akan mengalami banyak perubahan dalam tubuh, baik fisik maupun hormonal. Karenanya, apa yang Anda konsumsi sangat memengaruhi kondisi janin. Bila ingin Si Kecil tumbuh sehat dan optimal, nutrisi lengkap kehamilan harus dipenuhi, baik makro maupun mikro.
Dokter spesialis Obstetri & Ginekologi, dr. Darrell Fernando, SpOG, menjelaskan bahwa terpenuhinya asupan makro dan mikro tidak hanya bagus untuk kesehatan ibu, tapi juga dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan pembentukkan sel-sel tubuh bayi saat berada di dalam kandungan.

Nutrisi makro dan Mikro untuk Ibu Hamil

Nutrisi makro dan mikro yang seimbang juga akan menjaga daya tahan tubuh ibu dan janin agar lebih kuat. Apalagi di tengah kondisi pandemi, imunitas yang baik akan menjadi bekal penting ibu hamil menghadapi proses persalinan.
Sayangnya, masih banyak ibu hamil yang belum memenuhi kebutuhan nutrisi makro dan mikronya. Berdasarkan laporan dari Kementerian Kesehatan, Riset Dasar Kesehatan (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa prevalensi balita stunting di Indonesia masih terbilang tinggi, yakni mencapai 30,8 persen.
Tanpa kecukupan keduanya, berbagai dampak buruk dapat terjadi pada ibu dan janin.
Dilansir NCBI, kekurangan nutrisi makro dan mikro selama hamil bisa memberikan gangguan kesehatan pada ibu maupun janin. Misalnya, risiko bayi lahir prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah, ibu berisiko mengalami diabetes selama hamil, tidak menutupnya tabung saraf akibat kekurangan asam folat, gangguan tekanan darah tinggi pada ibu akibat kekurangan kalsium, dan masih banyak lainnya.
Dengan kata lain, tidak terpenuhinya nutrisi makro dan mikro saat kehamilan dapat membawa efek buruk, baik pada ibu maupun janin.
Kendati demikian, mencukupi kebutuhan nutrisi selama masa kehamilan bisa menjadi sebuah tantangan. Misalnya ketika ibu jadi tidak doyan makan karena mual dan kembung. Tapi tak perlu khawatir, Moms. Untuk mendapatkan kebutuhan nutrisi makro dan mikro, Anda bisa dapatkan dengan mudah dari susu kehamilan.
Namun memilih susu hamil pun tak boleh sembarangan. dr. Darrell menjelaskan, ada beberapa hal penting sebelum memilih susu kehamilan, yakni memastikan susu tersebut dilengkapi dengan nutrisi superior, rasa yang enak, dan rendah sukrosa seperti Lactamil Pregnasis.
Perlukah Ibu Hamil Minum Susu? (94994)
searchPerbesar
Susu hamil Lactamil. Dok. Lactamil
Lactamil Pregnasis merupakan susu untuk ibu hamil dengan ACTIDuobio+ dan kombinasi lengkap makro dan mikro. Makro sebagai sumber protein, karbohidrat, dan lemak, serta Mikro berupa 13 vitamin dan 7 mineral. Mengandung gizi dan nutrisi tepat yang diformulasikan khusus oleh tim ahli untuk bantu penuhi kebutuhan ibu dan janin selama masa kehamilan.
Lactamil diformulasikan khusus dengan ACTIDuobio+ dengan manfaat ganda (Dual Nutrition dan Duo Benefit) untuk mendukung pemenuhan nutrisi makro dan mikro harian hingga si kecil lahir ke dunia. Kandungannya yang tinggi asam folat dan Omega 6 akan membantu mengurangi risiko cacat pada bayi, berperan dalam kinerja fungsi DNA, serta bantu pembentukan sel darah ibu.
Lactamil Pregnasis hadir dengan cita rasa yang bisa Anda sesuaikan dengan keinginan. Ada coklat, vanilla, dan strawberry. Ketiga pilihan rasa ini pun dijamin membuat Anda lebih semangat mengonsumsinya.
Cara mengonsumsinya pun mudah, Anda hanya perlu melarutkan 3 sendok makan Lactamil atau setara dengan setara 40 gram, kedalam 180 mL air matang hangat, lalu aduk hingga larut. Lactamil Pregnasis bisa dikonsumsi sebanyak 2 gelas per hari atau sesuai petunjuk dokter.
Untuk bisa mendapatkan Lactamil Pregnasis, Anda tak perlu bingung karena kini sudah tersedia di banyak toko online maupun offline. Untuk informasi lebih lanjut seputar produk dan store list, Anda bisa klik di sini.
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Lactamil
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020