Mom
·
3 Desember 2020 16:03

Pneumonia pada Anak, Bagaimana Mencegahnya Sejak Dini?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Pneumonia pada Anak, Bagaimana Mencegahnya Sejak Dini?  (10907)
searchPerbesar
Cara Mencegah Pneumonia pada Anak. Foto: Shutter Stock
Pneumonia merupakan salah satu penyakit yang rentan menyerang anak. Pneumonia adalah peradangan paru akut yang disebabkan oleh infeksi, bisa disebabkan oleh bakteri atau virus.
ADVERTISEMENT
Laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melansir, menurut data UNICEF sepanjang tahun 2018, ada 800 ribu anak di dunia meninggal karena pneumonia atau setiap 39 detik ada anak yang meninggal karena penyakit ini.
Sementara pada laporan John Hopkins Bloomerg School of Public Heatlh 2015 : Pneumonia & Diarrhea Progress Report 2015 disebut Indonesia adalah salah satu dari negara dengan kasus pneumonia tertinggi. Bahkan di Indonesia, pneumonia menduduki peringkat ketiga penyebab kematian anak.
Berita baiknya, ada beberapa cara untuk mencegah si kecil terserang pneumonia bahkan sejak masih bayi. Apa saja?

1.Pemberian ASI dan MPASI

Pneumonia pada Anak, Bagaimana Mencegahnya Sejak Dini?  (10908)
searchPerbesar
Menyusui Setelah Melahirkan Foto: Shutterstock
Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dan MPASI (makanan pendamping ASI) yang tepat untuk si kecil dapat menurunkan risiko anak terkena penyakit pneumonia di kemudian hari.
ADVERTISEMENT
Ya Moms, ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. WHO dan IDAI merekomendasikan bayi diberi ASI dan hanya ASI saja selama enam bulan pertama hidupnya. Setelah usia 6 bulan, pemberian ASI dapat diteruskan hingga usia 2 tahun bersama pemberian MPASI.

2.Beri Anak Imunisasi lengkap

Pneumonia pada Anak, Bagaimana Mencegahnya Sejak Dini?  (10909)
searchPerbesar
Imunisasi dapat mencegah pneumonia pada anak. Foto: Shutterstock
Dalam laman resmi IDAI, Dr. Nastisi Kaswandani, Sp.A(K) dalam laman resmi IDAI, memaparkan pencegahan bayi dari sakit karena pneumonia terutama dilakukan dengan memberikan imunisasi lengkap. Ini mencakup beberapa jenis imunisasi yang terkait pneumonia, dapat menurunkan kejadiannya sebesar 50 persen.
Itulah sebabnya IDAI merekomendasikan pemberian imunisasi HiB PCV untuk bayi berumur 2 bulan hingga anak usia 5 tahun.
Tapi tak hanya pneumonia, Prof. DR. dr. Soedjatmiko, SpA (K), Msi. dari Satgas Imunisasi IDAI menjelaskan, pemberian imunisasi ini juga dapat membuat bayi terhindar dari penyakit radang telinga tengah dan radang otak (meningitis) yang banyak menimbulkan kematian atau kecacatan.
ADVERTISEMENT

3.Bangun Kebiasaan Cuci tangan

Pneumonia pada Anak, Bagaimana Mencegahnya Sejak Dini?  (10910)
searchPerbesar
Ilustrasi anak cuci tangan. Foto: Thinkstock
Kebiasaan mencuci tangan berdampak besar untuk kesehatan si kecil. Ingat Moms, jutaan jenis bakteri dan virus menempel di tangan kita setelah menyentuh berbagai benda, apalagi jika kita baru saja bepergian.
Mencuci tangan secara rutin dengan sabun dapat membantu Moms untuk tidak menularkan bakteri dan virus tersebut kepada si kecil.

4.Kurangi Polusi di rumah

Pneumonia pada Anak, Bagaimana Mencegahnya Sejak Dini?  (10911)
searchPerbesar
Untuk mencegah penumonia, lindungi anak dari polusi termasuk di rumah sendiri Foto: Shutterstock
Polusi udara tak hanya kita jumpai di luar rumah saja, tapi juga dari dalam rumah kita sendiri. Misalnya asap rokok.
Jika Anda atau suami masih merokok, segera usahakan berhenti. Usaha ini bisa dimulai dengan tidak merokok di dekat anak dan di lingkungan apalagi dalam rumah.
Orang tua juga perlu mengganti baju setiap kali selesai merokok sebelum menggendong si kecil. Karena tak hanya asap, residu rokok yang bertebaran di sekitar si kecil dapat terhirup, merusak saluran pernapasannya dan meningkatkan risiko anak terkena pneumonia.
ADVERTISEMENT
Penulis: Hutri Dirga Harmonis
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020