Ilustrasi sunat anak
10 Juni 2021 9:02
·
waktu baca 4 menit

Setelah Anak Sunat, Apa yang Perlu Dicermati?

Apakah anak laki-laki Anda sudah disunat, Moms? Bukan hanya karena alasan tradisi atau anjuran agama, tapi sunat memang sebaiknya dilakukan karena memiliki banyak manfaat untuk si kecil.
ADVERTISEMENT
Beberapa di antaranya karena sunat dapat mencegah berbagai penyakit berbahaya seperti infeksi saluran kemih (ISK) atau fimosis, mencegah risiko menularnya penyakit seksual, mencegah kanker penis, hingga mencegah pasangannya kelak terkena kanker serviks.
Bahkan, Dokter Spesialis Bedah Saraf, dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS., mengatakan bahwa anak laki-laki sebaiknya justru disunat pada saat masih bayi atau setidaknya di usia 6 bulan saat ia belum bisa tengkurap. Hal ini karena masa penyembuhan setelah sunat bisa lebih cepat.
“Di Indonesia, biasanya anak disunat di usia 5-13 tahun. Padahal sebenarnya, semakin kecil umurnya, justru semakin baik," ujar dr. Mahdian yang juga pemilik Rumah Sunat dr. Mahdian kepada kumparanMOM.
Nah, bila anak laki-laki Anda sudah berusia satu atau dua tahun dan belum disunat, sebaiknya periksakan terlebih dulu kondisi kelamin si kecil ke dokter spesialis anak ya, Moms. Jika tidak ada tanda-tanda penyempitan di saluran kencing, Anda bisa menunggu waktu sunat anak hingga ia bisa diajak untuk berkomunikasi.
ADVERTISEMENT
Namun, jika ada tanda-tanda penyempitan, Anda bisa berdiskusi lebih lanjut dengan dokter, apakah anak perlu disunat dalam waktu dekat atau tidak.

Cara Merawat Penis Anak usai Disunat

Setelah Anak Sunat, Apa yang Perlu Dicermati? (24532)
Jika tidak ada tanda-tanda penyempitan di saluran kencing, Anda bisa menunggu waktu sunat anak hingga ia bisa diajak untuk berkomunikasi. Foto: Shutterstock
Setelah disunat, Anda perlu melakukan perawatan pada penis si kecil. Hal ini dilakukan demi mencegah timbulnya infeksi di penis anak.
Sehingga, yang pertama-tama perlu Anda perhatikan adalah selalu menjaga kebersihan penisnya.
“Kedua, mandi yang teratur dan bersih. Ketiga, jangan sampai terjadi benturan atau trauma. Jadi, aktivitas anak harus dijaga dan usahakan agar anak konsumsi nutrisi yang baik,” jelas dr. Mahdian saat dihubungi kumparanMOM, Sabtu (5/6).
Setelah Anak Sunat, Apa yang Perlu Dicermati? (24533)
Ilustrasi sunat anak. Foto: Shutter Stock
Hal senada juga diungkap oleh Ns. Ahmad Fauzi, S.Kep, Perawat dari Rumah Sakit Universitas Indonesia. Selama masa penyembuhan, ada baiknya anak menggunakan pakaian yang nyaman dan jangan lupa untuk berikan makanan yang bergizi.
ADVERTISEMENT
"Kecukupan energi, tinggi protein yang berasal dari lauk-pauk, cukup vitamin, dan mineral, buah serta sayur itu penting agar anak mendapatkan nutrisi yang baik," kata Ahmad dalam Webinar bertema 'Sirkumsisi Anak saat Pandemi COVID-19' yang digelar RSUI beberapa waktu lalu.
Kemudian, jika terjadi perdarahan minimal, nyeri, dan bengkak itu merupakan hal yang wajar jika terjadi di hari-hari pertama. Maka dari itu, penting sekali untuk menjaga kebersihan tangan, kebersihan penis, dan saat selesai berkemih.
Jangan lupa untuk terus dampingi anak saat ia mengalami nyeri, Moms. Anda pun dapat memberi pelukan agar ia merasa lebih tenang dan nyaman. Jangan lupa katakanlah pada anak bahwa nyeri yang dialaminya adalah hal yang wajar dan akan sembuh dengan sendirinya beberapa waktu ke depan. Berikan ia pujian karena ia sudah berani disunat.
ADVERTISEMENT
Lebih lengkapnya, berikut ini ada beberapa cara merawat penis anak setelah disunat seperti dikutip dari laman resmi Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski). Yuk, disimak apa saja, Moms.
Setelah Anak Sunat, Apa yang Perlu Dicermati? (24534)
Selalu jaga kebersihan penis anak Anda. Pastikan anak mencucinya dengan lembut setiap kali mandi. Foto: Shutterstock
1. Jaga Kebersihan
Menjaga kebersihan penis anak adalah hal utama. Anda bisa mencuci sekitar penisnya dengan lembut menggunakan air bersih setiap si kecil mandi, Moms.
Sementara bila anak disunat saat masih bayi, maka Anda bisa menggunakan kasa yang sebelumnya sudah direndam air hangat dan membersihkannya setiap kali ganti popok.
2. Oleskan Salep
Setelah anak disunat, dokter biasanya akan memberikan salep khusus. Adapun salep ini bisa Anda oleskan pada luka yang sudah dibersihkan. Tujuannya untuk menghindari kerak luka menempel pada popok atau celana anak.
ADVERTISEMENT
3. Pakaikan Celana yang Longgar
Cara selanjutnya adalah Anda bisa memakaikan celana atau popok yang longgar pada anak. Tujuannya agar penis tidak terlalu tertekan. Selain itu, beberapa dokter juga menyarankan agar beberapa waktu tertentu penis yang disunat sebaiknya dibiarkan terbuka agar lukanya cepat kering.
Setelah Anak Sunat, Apa yang Perlu Dicermati? (24535)
Biasanya, luka sunat akan sembuh dalam tujuh hari. Foto: Irfan Adi Saputra
Biasanya luka setelah sunat akan sembuh total dalam waktu 7 hari. Namun, Anda perlu waspada bila menemukan hal-hal seperti:
  • Perdarahan yang membasahi dan mengotori kasa atau balutan luka.
  • Ujung penis merah dan bengkak.
  • Anak mengalami demam.
  • Timbul lecet dan bernanah.
  • Anak tidak buang air kecil dalam 12 jam setelah disunat.
Jika salah satu atau beberapa tanda di atas Anda temui pada anak, segera bawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.
ADVERTISEMENT

Merawat dan Menjaga Kebersihan Penis Anak Sehari-hari

Nah Moms, bila luka anak sudah sembuh, Anda tetap perlu merawat dan menjaga kesehatan penisnya. Bila anak Anda sudah cukup besar, Anda bisa memberi arahan langsung agar si kecil bisa mempraktikkannya sendiri.
Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk merawat dan menjaga kebersihan penis anak.
  1. Pastikan penis anak dicuci bersih setelah buang air. Setelah itu, jangan lupa untuk mengeringkannya. Sebab, organ intim yang lembap dapat memicu timbulnya bakteri dan jamur di area organ intim, sehingga bisa membuat alat kelamin gatal dan infeksi.
  2. Pastikan celana dalam anak rutin diganti. Keringat yang menumpuk dan terserap di pakaian dalam, mampu menimbulkan bakteri penyebab penyakit yang berisiko menimbulkan infeksi di organ intimnya.
  3. Agar nyaman digunakan sehari-hari, Anda bisa memilihkan celana dalam berbahan katun, sehingga bisa menyerap keringat dengan baik.
ADVERTISEMENT