Mom
·
29 November 2020 16:34

Studi: Bermain Boneka Dapat Kembangkan Keterampilan Sosial dan Empati Anak

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Studi: Bermain Boneka Dapat Kembangkan Keterampilan Sosial dan Empati Anak (121200)
Bermain boneka seperti Barbie dapat meningkatkan keterampilan sosial dan empati anak. Foto: Dok. Barbie Indonesia
Pandemi virus corona yang belum usai ini mungkin membuat orang tua merasa cemas tentang perkembangan anak mereka. Apakah Anda salah satunya? Bagaimana tidak, sudah hampir 8 bulan lamanya anak-anak belajar dari rumah dan tidak bisa bertatap muka secara langsung dengan teman-temannya. Hal ini membuat interaksi sosial mereka menjadi terbatas atau bahkan telah membuat si kecil merasa terisolasi.
ADVERTISEMENT
Itulah kenapa orang tua harus mencari berbagai upaya agar anak tak bosan selama berada di rumah aja di tengah pandemi ini. Salah satunya dengan memberi anak kesempatan yang cukup untuk bermain bahkan sebisa mungkin menemani anak bermain.
Ya Moms, bukan hanya mengusir bosan, bermain juga bisa memberi banyak manfaat, lho! Misalnya bermain boneka.

Studi tentang Bermain Boneka Dapat Bantu Perkembangan Sosial dan Empati Anak

Studi: Bermain Boneka Dapat Kembangkan Keterampilan Sosial dan Empati Anak (121201)
Bermain boneka seperti Barbie dapat meningkatkan keterampilan sosial dan empati anak. Foto: Dok. Barbie Indonesia
Tapi tahukah Anda, Moms, studi terbaru yang dilakukan Barbie dan tim ahli saraf dari Universitas Cardiff, Inggris menemukan bahwa bermain dengan boneka rupanya dapat membantu perkembangan sosial dan empati anak! Mereka telah melakukan survei global di 22 negara berbeda dan bertanya kepada 15 ribu orang tua.
ADVERTISEMENT
Hasilnya? sekitar 91 persen orang tua menilai empati sebagai keterampilan sosial utama yang ingin mereka kembangkan pada buah hatinya. Namun ternyata, hanya 26 persen dari mereka yang tahu bahwa bermain boneka dapat bermanfaat bagi keterampilan sosial anak.
Dalam studi yang dilakukan oleh Ahli Saraf, Dr. Sarah Gerson dari Universitas Cardiff bersama timnya, memantau aktivitas otak anak-anak berusia sekitar 4-8 tahun saat mereka tengah bermain dengan boneka dan perangkat bermain lainnya. Hasilnya menunjukkan bahwa boneka dapat merangsang pikiran anak dengan mengaktifkan daerah otak yang dapat membantu kembangkan empati, keterampilan sosial, bahkan saat anak bermain sendiri.
Selain itu, dalam studi tersebut juga ditemukan bahwa anak-anak menunjukkan lebih banyak aktivitas otak saat bermain boneka dibandingkan dengan bermain gadget. Mereka dapat belajar bagaimana mengantisipasi kebutuhan orang lain, merencanakan perilaku dan tindakan, memikirkan emosi orang lain, serta keterampilan diplomasi dan bagaimana menyelesaikan permasalahan. Manfaat bermain boneka ini pun terbukti sama baik untuk anak perempuan dan laki-laki.
ADVERTISEMENT
Bermain boneka --seperti Barbie, dapat memberikan berbagai hal positif pada anak. Mulai dari mendorong imajinasi anak-anak dan membantu mereka menciptakan cerita mereka sendiri melalui semua boneka dan rangkaian mainan. Hasil penelitian terbaru ini memperkuat tujuan Barbie untuk menginspirasi potensi tak terhingga pada setiap anak dan menawarkan manfaat penting bagi orang tua untuk perkembangan anak.
"Temuan ilmiah terbaru dari Universitas Cardiff dan Barbie ini sangat luar biasa dan sangat relevan dengan kehidupan kita saat ini, mengingat terbatasnya interaksi sosial yang dapat dialami oleh anak-anak kita," ujar Ahli Ilmu Empati, Penulis, sekaligus Psikolog Pendidikan terkemuka Dr. Michele Borba dalam rilisnya yang diterima kumparanMOM.
Menurutnya, anak-anak yang telah mengembangkan empati dan keterampilan sosial sejak dini, terbukti dapat memiliki nilai yang lebih baik, bertahan di sekolah lebih lama, dan membuat pilihan yang baik secara keseluruhan.
ADVERTISEMENT
"Memahami bahwa anak-anak dapat mengembangkan keterampilan ini melalui bermain dengan boneka seperti Barbie adalah hal yang luar biasa dan sangat berguna bagi orang tua," tutupnya.