Studi: Masalah Tidur Orang Tua Baru Bisa Terganggu hingga 6 Tahun

6 November 2022 19:08
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Masalah Tidur Orang Tua Baru Bisa Terganggu hingga 6 Tahun. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Masalah Tidur Orang Tua Baru Bisa Terganggu hingga 6 Tahun. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Memiliki bayi baru lahir artinya harus siap waktu tidurnya berkurang. Tidak sedikit orang tua yang kaget dengan perubahan pola tidur barunya setelah memiliki bayi. Selain bayi harus tetap menyusu di malam hari, si kecil juga bisa terbangun karena buang air besar atau susah tidur karena sakit. Akhirnya, ibu dan ayah harus bergantian menemani. Anda mengalaminya juga, Moms?
ADVERTISEMENT
Mungkin Anda berpikir masalah tidur ini akan berlangsung hanya pada 3-6 bulan pertama setelah melahirkan. Lalu Anda akan kembali ke pola tidur semula seperti sebelum melahirkan atau bahkan hamil. Tetapi, ternyata umumnya tidak secepat itu, Moms.
Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Sleep menemukan kepuasan dan durasi tidur orang tua menurun tajam setelah melahirkan, dan mencapai titik terendah ketika bayi sudah menginjak tiga bulan. Tetapi, masalah kurang tidur pada orang tua baru ini ternyata bisa berlanjut selama bertahun-tahun. Kok bisa?

Studi Tentang Kualitas Tidur Orang Tua Baru yang Turun Usai Punya Anak Pertama

Ilustrasi ibu susah tidur setelah memiliki bayi. Foto: chayapat karnnet/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu susah tidur setelah memiliki bayi. Foto: chayapat karnnet/Shutterstock
Dikutip dari laman Healthline, penurunan durasi dan kualitas tidur setelah memiliki bayi lebih berpengaruh pada wanita ketimbang pria, baik yang menyusui bayi atau tidak. Rata-rata wanita bisa kehilangan 1 jam tidur setiap malam dibandingkan periode sebelum hamil. Sementara dalam situasi yang sama, pria hanya kehilangan sekitar 15 menit tidur per malamnya.
ADVERTISEMENT
"Ibu masih lebih sering berperan sebagai pengasuh utama bayi daripada ayah. Setelah penurunan tajam dalam kepuasan dan durasi tidur pada bulan-bulan pertama pascapersalinan, baik tidur ibu maupun ayah tidak sepenuhnya pulih seperti sebelum hamil hingga 6 tahun setelah kelahiran anak pertamanya," ungkap sekelompok peneliti dari German Institute for Economic Research, University of Warwick, dan West Virginia University, yang melakukan penelitian tersebut.
Bahkan, setelah umur anak semakin bertambah, tidak menjamin masalah tidur orang tuanya bisa langsung teratasi. Menurut Profesor dari University of Warwick yang tergabung dalam tim peneliti, Sakari Lemola, PhD, setelah 4-6 tahun melahirkan pun durasi tidur ibu cenderung masih 20 menit lebih sedikit per malamnya daripada sebelum hamil.
"Sebagian besar tidak terduga studi kami menemukan penurunan durasi dan kepuasan tidur hingga enam tahun setelah kelahiran. Penurunan jangka panjang rata-rata 20 menit bukanlah penurunan besar, tetapi tetap bisa membuat Anda lebih lelah," tutur Lemola.
ADVERTISEMENT
Lemola mengungkapkan penyebab berkurangnya durasi dan kualitas tidur ayah ibu baru karena tuntutan mereka dalam menjalankan tanggung jawab sebagai orang tua. Meski begitu, pihaknya membutuhkan penelitian lebih dalam untuk menentukan cara orang tua untuk mengatasi kurang tidurnya, dan mendapatkan kembali pola tidur lebih cepat dari hasil penelitiannya tersebut.
"Meski memiliki anak merupakan sumber kebahagiaan utama bagi kebanyakan orang tua, tapi ada kemungkinan peningkatan tuntutan dan tanggung jawab terkait peran sebagai orang tua menyebabkan tidur lebih pendek dan penurunan kualitas tidur hingga enam tahun setelah kelahiran anak pertama," jelas Lemola.
Studi ini dilakukan terhadap 4.659 orang tua baru yang memiliki anak pada kurun waktu 2008 hingga 2015. Hasilnya, masalah tidur cenderung lebih banyak dialami oleh orang tua baru ketimbang orang tua yang sudah memiliki lebih dari satu anak.
ADVERTISEMENT

Mungkinkah Masalah Tidur Orang Tua Baru Teratasi?

Ilustrasi ibu mengalami susah tidur setelah punya bayi. Foto: amenic181/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu mengalami susah tidur setelah punya bayi. Foto: amenic181/Shutterstock
Tapi jangan khawatir, Moms. Seorang pelatih tidur Bill Fish merekomendasikan orang tua baru tetap perlu menetapkan rutinitas tidurnya untuk diri sendiri dan anak-anak. Ya, menetapkan rutinitas tidur pada anak akan banyak berpengaruh terhadap kembalinya pola tidur Anda, lho.
"Tujuannya adalah membuat anak tidur pada waktu yang sama setiap malam dan memulai ritual tidur. Jika menyikat gigi, mengenakan piyama dan membaca buku sebelum tidur sebagai rutinitas, itu bagus. Dan tetap lakukan rutinitas yang sama setiap harinya. Saat kita membangun rutinitas tersebut, tubuh dan pikiran anak akan terbiasa dengan rutinitas setiap harinya. Sehingga menjadi lebih mudah tidur dan mendapatkan istirahat yang dibutuhkan," ungkap Fish.
ADVERTISEMENT
Sedangkan bagi para orang tua, Fish menyarankan untuk membuat ruang tidur menjadi senyaman mungkin. Sehingga, ketika sudah masuk kamar, Anda pun terdorong untuk langsung istirahat tanpa adanya distraksi, dan pada akhirnya bisa mendapatkan tidur yang berkualitas.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020