kumparan
Mom24 Oktober 2019 10:30

Syarat dan Cara Daftar BPJS Kesehatan untuk Bayi Baru Lahir

Konten Redaksi kumparan
Bayi baru lahir
Ilustrasi bayi baru lahir. Foto: Shutterstock
Perawatan bayi baru lahir termasuk salah satu biaya yang dijamin oleh Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan atau BPJS Kesehatan. Hal itu tercantum dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2018. Dalam Perpres tersebut dijelaskan bahwa jaminan ini bisa didapat bila orang tua sudah mendaftarkan si kecil ke BPJS Kesehatan.
ADVERTISEMENT
Ya Moms, BPJS Anda hanya bisa digunakan untuk biaya melahirkan saja. Tapi, jika setelah lahir bayi butuh mendapat perawatan tambahan di rumah sakit, maka BPJS kesehatan Anda tidak bisa menanggungnya. Oleh karena itu, setelah bayi lahir, Anda bisa langsung mendaftarkannya untuk mendapatkan fasilitas dari BPJS Kesehatan.
Anda tak perlu pusing dengan prosedur pendaftarannya, karena caranya sangat mudah, Moms. Pada situs resmi BPJS Kesehatan dijelaskan, Anda hanya perlu mengunjungi kantor BPJS Kesehatan terdekat dengan menunjukkan kartu keluarga asli, kartu Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) ibu dan surat keterangan kelahiran dari bidan atau puskesmas atau rumah sakit.
KHUSUS LIPSUS, BPJS, BPJS Kesehatan
Ilustrasi BPJS Kesehatan. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Pada Perpres No. 82/2018, Pasal 16 ayat (1) menyebut, bayi baru lahir dari peserta JKN-KIS wajib didaftarkan ke BPJS Kesehatan secepat mungkin atau paling lama 28 hari sejak dilahirkan. Manfaat jaminan kesehatan ini meliputi, pelayanan kesehatan tingkat pertama seperti pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi medis, obat-obatan, transfusi darah dan sebagainya. Kemudian rawat jalan seperti pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi oleh dokter spesialis, rehabilitasi medis, pelayanan darah, dan lainnya serta rawat inap.
ADVERTISEMENT
Terlambat mendaftarkan bayi baru lahir lebih dari 28 hari berakibat tidak mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan, sehingga Anda harus menanggung biaya perawatan bayi baru lahir hingga obatan-obatan bila diperlukan. Selain itu pada Pasal 16 ayat (2) Perpres No. 82 Tahun 2018, menyebut peserta yang tidak mendaftarkan bayi ke BPJS Kesehatan paling lama 28 hari sejak dilahirkan, maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Sanksi berupa denda pelayanan saat bayinya mendapatkan layanan rawat inap.
ibu dan bayi baru lahir di rumah sakit
ibu dan bayi baru lahir di rumah sakit Foto: Shutterstock
Jika Anda juga tidak membayar iuran dalam rentang waktu 28 hari sejak bayi dilahirkan, status kepesertaan bayi menjadi non-aktif. Tagihan iuran dihitung sejak bayi dilahirkan akan tertagih melalui Virtual Account atau VA keluarga pada bulan berikutnya. Ini berlaku untuk peserta JKN-KIS status Pekerja Penerima Upah (PPU) Penyelenggara Negara, Pekerja Penerima Upah (PPU) Badan Usaha (BU), dan peserta Bukan Pekerja Penerima Upah (PBPU).
ADVERTISEMENT
Bagi orang tua yang tercatat peserta JKN-KIS gratis atau Penerima Bantuan Iuran (PBI), sesuai Pasal 10 Perpres No. 82/2019, bayi yang baru dilahirkan secara otomatis aktif sebagai peserta PBI jaminan kesehatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan