Mom
·
6 April 2018 12:01

Tips Agar Anak Tidak Takut Disuntik

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Tips Agar Anak Tidak Takut Disuntik (123089)
Ilustrasi imunisasi anak. (Foto: Thinkstock)
Jadwal imunisasi si kecil sudah tiba. Anda pun sudah membuat janji dengan dokter langganan Anda.
ADVERTISEMENT
Tapi, bagaimana bila balita Anda takut disuntik? Padahal, waktu masih bayi ia justru hanya menangis sebentar (atau bahkan tidak menangis sama sekali) ketika disuntik. Namun semakin besar anak, malah semakin keras tangisannya saat disuntik.
Tenang, Moms. Banyak ibu yang menghadapi hal ini juva. Kebanyakan anak --utamanya balita hingga usia awal sekolah dasar-- memang merasa takut disuntik. Jangankan membiarkan dokter menyuntiknya, baru lihat jarum suntiknya saja si kecil sudah menangis dan menolaknya.
Lalu harus bagaimana? Yang jelas, memaksa anak tidak akan pernah menyelesaikan masalah, Moms. Alih-alih anak akan semakin takut bahkan bisa saja jadi trauma.
Lebih baik, coba 4 langkah ala kumparanMOM (kumparan.com) berikut ini:
1. Bersikap Jujur
Jangan pernah berbohong pada anak tentang rencana Anda memberi anak vaksinasi, Moms. Ini akan membuat anak merasa dijebak, merusak kepercayaan anak sekaligus meninggalkan pengalaman buruk di ingatan anak.
Tips Agar Anak Tidak Takut Disuntik (123090)
Imunisasi adalah hak setiap anak (Foto: Thinstock)
Jujurlah menyampaikan pada anak kalau Anda akan membawanya ke dokter untuk melakukan vaksinasi. Bila perlu, sampaikan beberapa hari sebelumnya. Ini akan memberi anak waktu untuk menyiapkan diri, meski mungkin masih merasa takut.
ADVERTISEMENT
Umumnya, anak yang sudah tahu akan disuntik justru akan bersikap lebih baik daripada yang tidak tahu.
Sampaikan dengan jujur pada anak bahwa saat disuntik akan ada rasa sakit sedikit. Jangan bilang tidak akan nggak sakit, anak akan menganggap Anda menipunya nanti. Sampaikan juga akan ada berapa suntikan yang ia terima dan di mana ia akan disuntik.
Lalu jelaskan pada anak, rasa sakit itu hanya akan dirasakannya selama 5 hitungan saja. Lalu ajak anak berhitung, agar ia mengerti bahwa rasa sakitnya benar-benar hanya sebentar. Jelaskan juga apa gunanya vaksin yang akan diperolehnya ini.
Ini semua akan memberikan gambaran pada anak tentang apa yang akan dihadapinya sehingga dapat mengurangi rasa takutnya.
Tips Agar Anak Tidak Takut Disuntik (123091)
Ilustrasi imunisasi anak. (Foto: Thinkstock)
2. Ajak Bicara
ADVERTISEMENT
Tawarkan anak apakah ia ingin dipangku, dipeluk, atau Anda pegangi kedua tangannya saat disuntik. Pegang sayang ya, Moms. Bukan pegang kencang atau mencengkram. Memegang dengan kencang atau mencengkram anak sampai anak merasa 'terikat' atau 'terkunci' hanya akan menambah rasa tegang dan takut.
Setelah itu, ajak anak bicara atau berceritalah tentang hal-hal yang menarik untuk anak. Bisa juga, ingatkan anak rencana anak mengajaknya makan es krim atau pizza setelah dari dokter.
Katakan, "Ibu dengar mereka punya beberapa rasa baru. Ada rasa coklat jeruk dan rasa red velvet! Ibu mau coba dua-duanya, ah," atau bisa juga tanyakan, "Nanti saat kita ke restoran pizza, kamu mau pesan pakai ekstra keju atau sosis?"
ADVERTISEMENT
Dengan diajak bicara tentang hal-hal yang menarik dan menyenangkan, rasa takut anak akan mereda. Bisa jadi, ia bahkan tidak menyadari kalau dokter sudah menyuntiknya.
3. Alihkan Perhatian
Ajak anak untuk fokus ke hal lain selama proses vaksinasi berlangsung. Bawa komik favorit atau tawarkan anak main games dari ponsel Anda misalnya. Dengan begitu, Anda sekaligus memastikan tangan anak tidak bergerak saat dokter menyuntiknya.
Tips Agar Anak Tidak Takut Disuntik (123092)
Ilustrasi vaksin untuk anak. (Foto: Thinkstock)
4. Beri Pujian
Jangan lupa, beri anak pujian bila ia sudah berhasil mengatasi rasa takutnya dan selesai disuntik. Siapkan plester dengan karakter lucu lalu sampaikan, "Wah, hebat! Kamu mau duduk diam dan tidak menangis saat disuntik."
Bila anak menangis, jangan marahi atau menyebutnya cengeng. Tetap beri pujian dengan menyebutkan secara spesifik apa yang sudah ia capai agar anak mendapat pengalaman posirtif, merasa Anda dukung dan terpacu untuk memperbaiki sikapnya di kemudian hari.
ADVERTISEMENT
Misalnya, "Walau menangis, Ibu bangga karena kamu mau disuntik dan tidak lupa bilang terima kasih pada dokternya tadi. Semoga lain kali tidak nangis lagi ya, Sayang!"