kumparan
Mom3 Maret 2018 14:04

Tips agar Anak Tidak Takut ke Dokter

Konten Redaksi kumparan
Ilustrasi anak takut ke dokter
Ilustrasi anak takut ke dokter (Foto: Thinkstock)
Banyak anak yang merasa takut bahkan sampai menangis bila dibawa ke dokter. Akhirnya beberapa orang tua memilih untuk tidak memberi tahukan anak ketika hendak berkunjung ke dokter, dengan harapan dapat menghindari kerewelan anak.
ADVERTISEMENT
Tapi ini justru salah, Moms. Dikutip dari laman Todays Parent, menurut psikolog anak di pusat kesehatan IWK di Halifax Kanada, Christine Chambers, rencana bertemu dengan dokter adalah hal yang tidak boleh disembunyikan atau dirahasiakan dari anak.
“Penelitian menunjukan bahwa berkata jujur pada anak justru bisa mengurangi kecemasan dan ketakutan mereka. Hal ini juga membantu Anda bekerjasama lebih mudah dengan anak. Selain itu, berkata jujur akan membuat Anda jadi lebih siap,” ujar Chambers.
Hal yang senada juga disampaikan oleh Leigh Banfield, spesialis kehidupan anak di Rumah Sakit Anak Ontario Timur di Ottawa, Kanada.
Menurutnya, lebih baik Anda tanyakan pada dokter, prosedur apa saja yang akan dilakukan saat anak diperiksa nanti, sehingga Anda bisa menjelaskan terlebih dahulu pada anak. Ini akan membuat anak lebih siap sehingga dapat mengurangi rasa takut dan cemasnya saat berada di ruang pemeriksaan.
ADVERTISEMENT
Hal lain yang bisa Anda lakukan adalah tidak panik dan tetap bersikap tenang. Karena seringkali kepanikan Anda lah yang membuat anak cemas dan menangis sehingga keadaan justru bertambah buruk.
Ilustrasi anak takut ke dokter
Ilustrasi anak takut ke dokter (Foto: Thinkstock)
Selanjutnya, sebelum pergi ke dokter, Anda bisa mengajak anak untuk bermain peran. Anda bermain jadi dokter dan anak jadi pasiennya.
Tunjukkan pada anak bagaimana cara kerja dokter saat nanti anak diperiksa. Anda bisa pura-pura mengukur detak jantungnya, lalu membuka mulutnya dan memeriksa apakah giginya ada yang berlubang atau tidak. Hal ini bisa menjadi ‘pemanasan’ bagi anak, sebelum dirinya bertemu dengan dokter yang asli.
Lalu hal terakir yang bisa Anda lakukan adalah membawakan anak mainan atau boneka favoritnya. Selama ada mainan tersebut di sampingnya anak bisa saja merasa lebih aman.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan