Tips agar Suami Terlibat pada Trimester Pertama Kehamilan Anda

16 September 2019 8:55 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi pasangan suami istri. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pasangan suami istri. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Trimester pertama kehamilan adalah masa-masa adaptasi dari belum dan kini sudah resmi hamil. Karenanya, Anda bisa merasa mudah lelah dan mood bergejolak akibat gejala kehamilan. Tak selalu mudah, untuk itu dukungan dari orang terdekat, terutama suami bisa membantu lho, Moms.
ADVERTISEMENT
Tapi biasanya suami tidak benar-benar tahu yang harus ia lakukan. Jangan buru-buru menyalahkannya, tapi Anda bisa bantu ia untuk ambil bagian. Mengutip dari buku Anti Panik Menjalani Kehamilan karya Tiga Generasi, begini caranya:
Ilustrasi Suami Mendampingi Istri saat Trimester Pertama. Foto: Mon Petit Chou Photography/Unsplash
Pertama, Anda bisa mengajak suami untuk mengumumkan kehamilan pada keluarga terdekat secara bersama-sama. Usahakan, Anda dan pasangan menyampaikan berita bahagia ini secara langsung ya, Moms.
Anda bisa mengajak suami untuk menemani saat konsultasi ke dokter kandungan. Hal ini bertujuan agar suami juga mengetahui proses yang terjadi di dalam tubuh Anda yaitu gambaran lebih jelas mengenai perkembangan kehamilan dan kondisi janin yang dikandung.
Jangan lupa tuliskan jadwal konsultasi selanjutnya, agar ia tahu dan dapat terus menemani Anda pada pertemuan berikutnya.
ADVERTISEMENT
Ilustrasi suami istri. Foto: Shutterstock
Selanjutnya Anda juga bisa mengajak suami untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya terkait kehamilan, khususnya pada trimester pertama ini, Moms.
Mulai dari konsultasi dengan dokter spesialis, membaca buku, menonton video bertema kehamilan, mengajaknya ikut seminar, hingga bertanya pada kerabat yang pernah atau pasangannya pernah hamil. Ini adalah salah satu cara ampuh agar suami juga tahu harus bertindak apa demi membantu Anda.
Poin ke empat dan yang tidak kalah penting adalah membuat dan menentukan keputusan bersama-sama. Anda dan suami bisa berdiskusi untuk menentukan dokter, rumah sakit, rencana proses persalinan, mencari nama bayi, cara pengasuhan hingga soal membeli perlengkapan buah hati.
Jalin komunikasi yang baik dan saling terbuka adalah kuncinya. Memutuskannya bersama juga membuat suami Anda merasa suaranya penting dan berharga, Moms.
ADVERTISEMENT
Ilustrasi pasangan suami istri. Foto: Shutterstock
Yang tidak kalah penting dan juga berlaku untuk trimester berikutnya adalah selalu memberitahu suami yang sedang dirasakan. Komunikasi dan diskusi terbuka menjadi kunci penting, sebab pasangan Anda tidak selamanya selalu tahu yang sedang Anda rasakan dan alami.
Kehamilan kerap kali membuat perhatian istri hanya berfokus pada calon bayi, sehingga waktu dan perhatian untuk pasangan jadi berkurang. Untuk itu lagi-lagi komunikasi dan diskusi sangat diperlukan. Selain itu, Anda juga harus menghargai setiap usaha dan dukungan suami sekecil apapun itu.
Selamat mencoba dan semoga masa trimester pertama kehamilan Anda berjalan menyenangkan bersama suami tercinta.