Tips Kembangkan Kemampuan Sosialisasi Anak yang Terhambat Akibat Pandemi COVID

3 Juli 2022 19:00
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi anak balita bermain bersama. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak balita bermain bersama. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Pandemi COVID-19 yang sudah berlangsung dua tahun lebih memiliki banyak dampak pada perkembangan sosialisasi anak-anak. Ya Moms, mengingat si kecil lebih banyak di rumah, kesempatan berinteraksi secara langsung dengan teman-teman sebaya atau orang dewasa lainnya jadi berkurang. Imbasnya, tidak sedikit anak-anak yang mengalami kesulitan dalam mengembangkan kemampuan sosial mereka.
ADVERTISEMENT
"Kondisi pandemi ini, anak-anak harus belajar dari rumah. Anak tidak memiliki pengalaman berinteraksi langsung. Pada anak di bawah 7 tahun efeknya sangat besar, anak pun mengalami kebingungan harus interaksi langsung pascapandemi," ungkap Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani, dalam webinar 'Manfaatkan Libur Sekolah untuk Tingkatkan Kemampuan Sosialisasi dan Melepas Jenuh Anak' yang diselenggarakan Tokopedia, Selasa (28/6).
Menurut wanita yang akrab disapa Nina itu, pandemi telah membuat kesempatan bermain langsung terhambat. Misalnya, aturan protokol kesehatan dengan mengharuskan anak berjaga jarak, membuat mereka tidak bisa bermain berbagai permainan yang terkadang harus saling bersentuhan. Seperti contohnya ular naga, hingga petak umpet.
"Padahal anak usia dini, di bawah 7 tahun, penting bersentuhan. Makanya jadi sulit bersosialisasi. Akhirnya orang tua mengalihkan pakai gadget, alat utama yang dipakai saat pandemi. Buat anak-anak sih asyik sendiri, itu yang buat anak jadi sulit dilepas dari gadget untuk berinteraksi secara langsung," tuturnya.
ADVERTISEMENT

Tips Bagi Orang Tua untuk Menumbuhkan Sosialisasi Anak

Ilustrasi piknik di taman Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi piknik di taman Foto: Shutterstock
Nah Moms, Nina kemudian membagikan beberapa tips yang bisa dilakukan orang tua untuk menumbuhkan keterampilan sosialisasi anak-anak yang terimbas pandemi COVID-19.
1. Jadwalkan Waktu Kegiatan dengan Anak
Di tengah kesibukan bekerja, orang tua perlu menjadwalkan waktu berkegiatan bersama anak-anak. Misalnya, bagi Anda yang bekerja di rumah, sempatkanlah untuk bermain dengan anak saat sore hari atau ketika ada waktu senggang.
2. Tunjukkan Kerja Sama Baik antar-Orang Tua
Hindari sering bertengkar dengan pasangan yang memungkinkan anak melihat orang tuanya sedang berselisih. "Kedua orang tua kalau terus berantem enggak terlihat kerja samanya. Tapi antara ibu dan ayah bisa bekerja sama sebagai keluarga itu adalah contoh sosialisasi yang luar biasa pada anak," kata Nina.
Ilustrasi ibu dan anak bermain bersama. Foto: maroke/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu dan anak bermain bersama. Foto: maroke/Shutterstock
3. Rawat Pergaulan Orang Tua sebagai Contoh untuk Anak
ADVERTISEMENT
Anda tentu memiliki teman-teman, baik sahabat kuliah, SMA, atau di tempat kerja. Sebagai orang tua Anda bisa menunjukkan kepada anak-anak bahwa memiliki teman bisa begitu menyenangkan dan pertemanan perlu dijaga. Ketika melihat ayah ibunya memiliki teman-teman, anak pun jadi tergerak untuk melakukan hal yang sama.
4. Lakukan Role Play
Cara lain yang bisa dilakukan orang tua adalah membuat permainan role play atau bermain peran. Anda bisa bermain peran-peran sederhana yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
"Kalau masih kecil, bisa main role play sederhana, misal anak pembeli kita penjual. Nanti anak belajar 'Oh, kalau mau belanja beli ini, ngasih uang, ucapkan terima kasih'. Kalau sudah lebih besar role play bisa mainkan konflik tertentu. Kalau ada teman rebutan mainan, apa yang dilakukan? Hal itu bisa dilakukan bersama dengan anak kita, sehingga kemampuan sosialisasinya bisa tumbuh," ujar Nina.
ADVERTISEMENT
Selain bermain role play, Nina juga menyarankan beberapa kegiatan lain yang bisa menumbuhkan keterampilan bersosialisasi anak. Misalnya, playdate dengan teman sebayanya, memberdayakan kehadiran keluarga besar, memanfaatkan teknologi dengan tepat, dan melakukan kegiatan virtual bersama.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020