Tips Terapkan Gentle Parenting dalam Mengasuh Anak

24 Juli 2022 15:05
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi mengasuh anak dengan gentle parenting. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengasuh anak dengan gentle parenting. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Salah satu gaya pengasuhan anak yang bisa dicoba adalah gentle parenting atau pengasuhan yang menerapkan empati pada anak. Mengutip Parents, gentle parenting adalah cara mengasuh anak tanpa membuat si kecil merasa malu, menyalahkan, dan memberi hukuman yang tidak masuk akal.
ADVERTISEMENT
Gaya pengasuhan yang menggunakan pendekatan yang lebih lembut untuk mengasuh anak ini memiliki empat elemen utama, yaitu empati, rasa hormat, pengertian, dan batasan.
“Pengasuhan yang lembut, juga dikenal sebagai pengasuhan kolaboratif, adalah gaya pengasuhan di mana orang tua tidak memaksa anak untuk berperilaku dengan hukuman atau kontrol, melainkan menggunakan koneksi, komunikasi, dan metode demokratis lainnya untuk membuat keputusan bersama sebagai sebuah keluarga,” jelas Danielle Sullivan, pakar parenting dari Colorado.
Nah Moms, jika Anda ingin menerapkan gentle parenting dalam mengasuh anak, berikut ini tips yang bisa dicoba.

Tips Menerapkan Gentle Parenting pada Anak

Ilustrasi ibu memeluk anak Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu memeluk anak Foto: Shutterstock
1. Mulailah dengan Hal Kecil
Jika Anda baru menjadi orang tua dan ingin mencoba menerapkan gentle parenting, mulailah dengan hal-hal kecil, seperti mengurangi komentar pada perilaku anak, mengedepankan empati, dan cobalah untuk tidak terlalu menuntut atau memerintah. Selain itu, kunci dalam mengasuh anak dengan gentle parenting adalah kesabaran.
ADVERTISEMENT
“Keajaiban terjadi ketika anak-anak Anda merasa dilihat, didengar, dan dipahami,” kata Katherine Sellery, penulis buku Guidance Approach to Parenting.
2. Utamakan Komunikasi saat Merasa Frustasi
Ilustrasi ibu menenangkan anaknya. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu menenangkan anaknya. Foto: Shutter Stock
Saat merasa frustasi, Anda mungkin merasa ingin melampiaskan emosi. Namun, jika Anda ingin konsisten dalam menerapkan gentle parenting, cobalah untuk mengelola emosi dengan baik dan mengutamakan komunikasi pada anak.
“Berkomunikasi dengan anak Anda dengan cara memprioritaskan koneksi dan empati, dan kemudian selesaikan masalah dengan cara yang paling cocok untuk semua orang, bukan hanya orang dewasa,” jelas Sullivan.
Misalnya, saat Anda dan si kecil akan pergi ke minimarket. Tapi si kecil menolak untuk memakai masker dengan benar.
“Pertama, buat diri Anda tenang dan berkomitmen kembali pada proses kolaboratif. Tanyakan kepada anak Anda apa yang terjadi dengan suara yang netral dan tenang,” kata Sullivan.
ADVERTISEMENT
Ya Moms, daripada langsung marah, tanyakan terlebih dahulu kenapa anak tidak mau memakai maskernya dengan benar.
“Jika pertanyaan Anda terlalu rumit untuk mereka, Anda juga dapat mengajukan pertanyaan ya atau tidak. Dengarkan, dengan kesabaran dan pengertian, lalu temukan solusi yang sesuai untuk semua pihak yang terlibat,” lanjut Sullivan.
3. Kiat Menerapkan Gentle Parenting saat Anak Rewel
Ilustrasi Ibu memeluk anak yang menangis. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ibu memeluk anak yang menangis. Foto: Shutter Stock
Meski Anda sudah mencoba untuk tetap lembut dan sabar, ada saja tingkah laku anak yang seakan sengaja menguji kesabaran Anda. Anak balita, misalnya. Mereka mungkin akan tantrum, merengek, dan menangis saat keinginannya tidak dipenuhi.
Jika Anda sedang berada di situasi seperti itu, hal pertama yang bisa dilakukan adalah membiarkan anak meluapkan emosinya terlebih dahulu. Ketahuilah bahwa apa yang anak lakukan merupakan caranya untuk berkomunikasi. Selama anak berada dalam situasi yang aman dan jauh dari benda-benda yang berbahaya, tak ada salahnya memberikan si kecil waktu untuk melepaskan emosi.
ADVERTISEMENT
Pastikan Anda selalu berada di dekat anak saat ia meluapkan emosinya. Validasi perasaannya dan tenangkan emosinya dengan sentuhan atau pelukan. Setelah si kecil tenang, coba tanyakan apa yang ia rasakan atau apa yang ia mau. Setelah itu, tawarkan solusi yang sesuai dengan kesepakatan Anda dan si kecil.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020