Mom
·
14 Oktober 2020 17:59

Tradisi Unik di Jepang untuk Rayakan 100 Hari Kelahiran Bayi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Tradisi Unik di Jepang untuk Rayakan 100 Hari Kelahiran Bayi (33320)
Okuizome. Foto: Shutter Stock
Di Indonesia, kita mengenal berbagai macam tradisi terkait kehadiran bayi di tengah keluarga. Misalnya tradisi Tedak Siten yang merupakan tradisi masyarakat Jawa untuk syukuran bayi yang berusia sekitar tujuh atau delapan bulan.
ADVERTISEMENT
Ternyata tak hanya di Indonesia, tradisi semacam ini juga ada di berbagai negara lain. Jepang misalnya. Di Jepang, tradisi yang menunjukkan rasa syukur atas kelahiran bayi disebut dengan Omiyamairi dan Okuizome. Seperti apa, ya?
Tradisi Unik di Jepang untuk Rayakan 100 Hari Kelahiran Bayi (33321)
Omiyamairi. Foto: Shutter Stock

Omiyamairi, Kunjungan Bayi ke Kuil Shinto

Omiyamairi adalah tradisi Jepang di mana bayi baru lahir mengunjungi kuil Shinto untuk pertama kalinya. Ini biasanya dilakukan selama bulan pertama kehidupannya. Saat tradisi ini berlangsung para keluarga akan pergi ke kuil dan pergi ke ruang doa bersama keluarga.
Di sana terdapat kursi-kursi yang diberi kode warna dan orang yang menggendong bayi tersebut harus duduk di kursi tertentu itu. Pendeta kemudian memulai ritual untuk mendoakan kesehatan semua anak yang hadir dan setiap nama anak dibacakan dengan lantang.
ADVERTISEMENT
Setelah doa selesai, keluarga kemudian akan diberikan tas putih yang berisi patung kecil dari tanah liat sesuai dengan simbol kuil tersebut. Selanjutnya mereka akan membeli umeboshi (acar plum), ofuda (jimat kertas untuk perlindungan), sumpit, omamori (jimat), dan osagari (persembahan untuk dewa yang nantinya harus dimakan).

Okuizome, Perayaan 100 Hari Kelahiran Bayi

Dilansir Tiny Tot in Tokyo, Okuizome adalah ritual untuk merayakan 100 hari kehidupan bayi. Di mana si kecil diberikan makanan padat untuk pertama kalinya. Sebelum tradisi ini dimulai, biasanya para keluarga Jepang akan pergi ke studio foto untuk mengambil foto bayi dan keluarga.
Setelah melakukan sesi foto bersama, barulah si kecil dibawa ke sebuah restoran shabu-shabu untuk dipersiapkan okuizome-nya. Tradisi ini diadakan untuk mendoakan kesehatan, bersyukur atas pertumbuhan bayi, dan memastikan agar si kecil tidak kelaparan di kemudian hari.
ADVERTISEMENT
Setiap hidangan yang ada di dalam Okuizome mempunyai arti tertentu dan harus diberikan pada si kecil sesuai urutan, Moms. Di dalamnya terdapat ikan air tawar yang menggambarkan keberuntungan dalam budaya Jepang. "Tai" dalam kata "Medetai" bermakna acara yang menggembirakan. Lalu, mangkuk yang pernis mempunyai warna berbeda tergantung jenis kelamin bayi.
Tradisi Unik di Jepang untuk Rayakan 100 Hari Kelahiran Bayi (33322)
Orang tua di Jepang melakukan tradisi Okuizome. Foto: Shutter Stock
Anak laki-laki mempunya mangkuk yang seluruhnya berwarna merah, sedangkan anak perempuan diberikan mangkuk yang berwarna hitam di bagian luar dan merah di bagian dalamnya.
Selain itu, hidangan yang disajikan pun mengandung harapan yang berbeda-beda. Misalnya ada dalam satu sajian berisikan sashimi, sup kerang yang artinya kelak bayi mempunyai pasangan yang baik, kemudian beberapa sayuran dan ikan yang direbus, menggambarkan harapan agar umur si kecil panjang dan pikirannya berorientasi pada masa depan.
ADVERTISEMENT
Kemudian ada juga sajian acar plum yang menjadi simbol kesehatan dan umur panjang, lalu rebung menggambarkan kesehatan, dan es kacang azuki dipercaya bisa menghalau kesialan agar tak menimpa bayi. Unik, ya!