Kumparan Logo

Tubuh Bayi Baru Lahir Tiba-tiba Gemetar, Perlukah Khawatir?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tubuh Bayi Baru Lahir Tiba-tiba Gemetar, Perlukah Khawatir?  Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Tubuh Bayi Baru Lahir Tiba-tiba Gemetar, Perlukah Khawatir? Foto: Shutter Stock

Bagi yang baru pertama kali menjadi orang tua, mungkin akan merasa cemas dan khawatir saat tubuh bayi melakukan gerakan-gerakan aneh. Seperti wajah hingga tangannya yang gemetar, atau gerakan lengan dan kaki yang tersentak-sentak.

Namun, sebenarnya Anda tidak perlu khawatir karena gerakan-gerakan tersebut normal dan tidak berbahaya. Dikutip dari Romper, bisa jadi tubuh bayi bergetar karena suhu dingin yang berlebihan, atau mungkin sedang melemaskan otot-ototnya.

"Bayi baru lahir memiliki sistem saraf yang belum matang dan berubah. Jadi, ketika area tubuh disentuh atau distimulasi, terkadang respons atau umpan balik neurologisnya menjadi terlalu terstimulasi, sehingga menyebabkan otot gemetar," jelas Dokter Anak sekaligus Juru Bicara American Academy of Pediatrics (AAP), Dr. Natasha Nurgert.

Mengingat sistem saraf bayi yang masih terus berkembang, mungkin Anda bisa melihat tubuhnya kerap bergetar dalam beberapa bulan pertamanya. Bisa terjadi saat ia menyusui, diganti popok, atau ketika si kecil sedang bersemangat tentang suatu hal saat usianya sudah sedikit bertambah. Namun saat sistem sarafnya sudah matang, maka gerakannya akan lebih luwes dan fleksibel kok, Moms!

Ilustrasi bayi tidur lelap Foto: Shutter Stock

Di sisi lain, Very Well Family melansir, getaran atau kedutan pada beberapa bagian tubuh bayi juga bisa terjadi pada tahap perkembangan yang berbeda. Misalnya, selama periode neonatal (28 hari setelah kelahiran), kedutan atau lebih banyak terjadi di kepala, karena bayi sedang berusaha mengangkat kepalanya. Lalu getaran atau kedutan di pergelangan tangan dan jari terjadi saat usianya sudah besar, sebagai bagian dari perkembangan keterampilan motorik halus.

Begitu juga tubuh gemetar terjadi sebagai refleks Moro (respons akibat suara atau gerakan yang mengejutkan), sleep myoclonus (disebabkan suara bising, gerakan, atau cahaya saat bayi tertidur atau bangun), hingga menangis karena kelaparan.

Kapan Perlu Khawatir pada Tubuh Bayi yang Suka Bergetar?

Namun, Anda perlu mewaspadai dan segera bawa si kecil ke dokter bila tubuhnya bergetar lebih sering dan cukup sulit dihentikan.

Ilustrasi bayi baru lahir bergemetar. Foto: Shutter Stock

"Dengan sentuhan yang kuat ataupun lembut pada area tersebut, seharusnya getarannya akan berhenti. Namun jika getarannya menjadi lebih sering, frekuensinya meningkat, atau tidak dapat dihentikan dengan tekanan lembut, maka segera hubungi dokter anak," tutur Dr. Burgert.

Perhatikan bila gemetar yang dialami bayi ternyata merupakan kondisi kejang. Sebab, kejang pada bayi baru lahir berbeda dengan anak-anak dan orang dewasa. Jadi, berikut adalah tanda-tanda bayi yang sedang mengalami kejang:

  1. Gerakan dan perilaku yang tidak seperti usianya

  2. Gerakan dan durasi gemetar terjadi berkali-kali serta berulang

  3. Terlihat perubahan pada ekspresi wajah, pernapasan, dan detak jantung bayi

  4. Gerakan yang berirama dan terjadi hanya pada satu sisi tubuh (simetris)

  5. Tubuh gemetar atau menyentak yang tidak dapat dihentikan