Mom
·
10 Juni 2021 13:21
·
waktu baca 4 menit

Upaya Tingkatkan Konsumsi Susu di Indonesia Demi Penuhi Kebutuhan Protein Anak

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Upaya Tingkatkan Konsumsi Susu di Indonesia Demi Penuhi Kebutuhan Protein Anak (28736)
Ilustrasi keluarga minum susu Foto: Shutterstock
Susu punya banyak manfaat untuk anak. Ya Moms, ada banyak beragam nutrisi yang penting dalam segelas susu. Misalnya saja, kalsium untuk menjaga kesehatan tulang anak, serta protein untuk mendukung tumbuh kembang si kecil.
Namun sayangnya, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2018 mencatat prevalensi masalah gizi kurang, malnutrisi dan stunting pada anak di Indonesia masih tinggi. Prevalensi gizi buruk dan gizi kurang pada anak balita di Indonesia bahkan mencapai 17,7 persen.
Pemerintah melalui Kemenkes sebelumnya telah merilis pedoman gizi seimbang dan kampanye “Isi Piringku” untuk menjadi acuan sajian sekali makan. Di dalamnya terdapat beragam sumber gizi, salah satunya protein hewani yang bisa didapatkan dari beragam pangan hewani termasuk susu.
Namun, data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 mencatat rerata konsumsi susu di Indonesia hanya 16,27kg/kapita/tahun, di bawah negara ASEAN lainnya seperti Malaysia 36,2/kg/kapita/tahun, Myanmar 26,7kg/kapita/tahun & Thailand 22,2kg/kapita/tahun.
Rendahnya konsumsi susu di Indonesia menjadi tantangan tersendiri untuk mengatasi kasus malnutrisi anak, yang tentunya berdampak pada kualitas generasi Indonesia di masa depan.

Dampak Kekurangan Protein pada Anak

Upaya Tingkatkan Konsumsi Susu di Indonesia Demi Penuhi Kebutuhan Protein Anak (28737)
Susu dapat menjaga kesehatan tulang pada anak-anak maupun orang dewasa. Foto: Shutterstock
Plt. Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kartini Rustandi mendukung kebiasaan minum susu, terutama bagi anak-anak. Hal itu merupakan suatu yang baik. Namun, tentunya dengan tetap menekankan pentingnya mengonsumsi makanan sesuai dengan pedoman gizi seimbang.
Menurutnya, setiap orang harus makan sesuai dengan pedoman gizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Sementara protein bisa dipenuhi dengan mengkonsumsi makanan hewani seperti susu, telur, ayam, ikan dan daging.
"Jadi memang kebutuhan gizi kita harus seimbang termasuk protein dan susu jadi salah satu bagian untuk orang yang bisa meminumnya. Sehingga, Kemenkes mendukung susu jadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan protein," kata Kartini.
Dia menambahkan, jika anak mengalami kekurangan protein, karbohidrat, lemak, vitamin, hingga mineral, maka dapat menyebabkan kurang gizi. Akibatnya, anak bisa mengalami kekerdilan, terganggu pertumbuhan dan perkembangannya, Moms.
Upaya Tingkatkan Konsumsi Susu di Indonesia Demi Penuhi Kebutuhan Protein Anak (28738)
Selain mencegah insomnia, minum susu sebelum tidur juga melancarkan buang air besar saat pagi hari. Foto: Shutterstock
Menanggapi hal tersebut, Ahli gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Saptawati Bardosono, menyarankan pemerintah mengambil langkah konkret dalam upaya mendorong konsumsi susu di Indonesia.
Dia menilai tingkat konsumsi susu bisa memengaruhi kualitas gizi sebuah generasi. Sebab, susu memiliki kandungan nutrisi yang lengkap. Baik zat gizi makro maupun mikro, serta prebiotik dan probiotik. Menurut Prof. Saptawati susu dapat dimanfaatkan sebagai tambahan asupan nutrisi yang belum terpenuhi dari makanan utama.
“Memang menjadi asupan tambahan, namun manfaatnya sangat baik bagi kesehatan. Bukan hanya sebagai vitamin untuk tulang, tetapi juga pencernaan dan kardiovaskular,” tambahnya.

Kampanye untuk Tingkatkan Konsumsi Susu di Indonesia

Perlu dipahami, Moms, kampanye untuk tingkatkan konsumsi susu nasional hingga saat ini masih terus digalakkan. Menurut Prof. Saptawati, harga susu berkualitas baik, saat ini masih tergolong mahal. Sehingga menurutnya, pemerintah perlu melakukan subsidi pada penyediaan susu berkualitas untuk masyarakat Indonesia.
“Karena harga susu yang berkualitas baik masih terbilang mahal, sehingga perlu subsidi pemerintah harusnya,” tutur Prof. Saptawati.
Upaya Tingkatkan Konsumsi Susu di Indonesia Demi Penuhi Kebutuhan Protein Anak (28739)
Peternakan sapi perah lokal Indonesia Foto: Dok. Frisian Flag Indonesia
Ada banyak yang harus dibenahi untuk mendongkrak produksi susu segar dalam negeri (SSDN) hingga meningkatkan konsumsi susu perkapita di Indonesia. Hal itu tentu harus terus diupayakan dari hulu ke hilir, yaitu peternak sapi perah rakyat yang sejahtera hingga mencetak generasi Indonesia maju di masa mendatang.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2020 mencatat, saat ini kepemilikan sapi perah masih didominasi oleh peternak rakyat. Namun, tingkat kepemilikan sapi belum ideal, dengan rata-rata 2-3 ekor per peternak. Di mana idealnya adalah 7-10 sapi per peternak. Populasi sapi perah di Indonesia saat ini tercatat ada 584.582 ekor, dengan produksi SSDN pertahun sebesar 997.35 ribu ton/tahun. Jumlah sebesar itu baru mencukupi 22% dari total kebutuhan, yaitu 3,8 juta ton/tahun, yang sisanya tentu didapatkan dari impor.
Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Dedi Setiadi mengatakan saat ini ada beberapa hal yang harus dibenahi dalam upaya mendongkrak kualitas dan kuantitas produksi SSDN. Beberapa di antaranya adalah ketersediaan pakan ternak karena keterbatasan lahan, bibit sapi, kepemilikan sapi, produktivitas hingga kualitas susu.
Upaya Tingkatkan Konsumsi Susu di Indonesia Demi Penuhi Kebutuhan Protein Anak (28740)
Peternakan sapi perah lokal Indonesia Foto: Dok. Frisian Flag Indonesia
Untuk menjawab tantangan itu, Dedi berpandangan bahwa diperlukan regulasi dari pemerintah mengenai penggunaan lahan Perhutani dan Perkebunan Nusantara untuk penanaman Hijauan Pakan Ternak (HPT). Pasalnya Diperlukan bibit rumput yang unggul dari segi produktivitas dan kualitas untuk meningkatkan produktivitas sapi perah serta menghasilkan susu yang berkualitas
“Sampai saat ini belum ada kebijakan yang berpihak pada penggunaan lahan. Selain HPT, ketersediaan konsentrat juga sangat terbatas, harga yang cenderung fluktuatif dan bersaing dengan kebutuhan sapi pedaging, unggas dan perikanan,” ujar Dedi dalam webinar peringatan Hari Susu Nusantara 2021 yang diperingati pada tanggal 1 Juni setiap tahunnya, Senin (31/5/2021).
Nah Moms, dengan perbaikan di sektor peternakan, diharapkan konsumsi susu nasional meningkat. Sehingga, seluruh masyarakat di Indonesia bisa mendapatkan nutrisi baik yang ada di dalam susu.