Mom
·
21 Maret 2020 10:06

Yang Perlu Keluarga Anda Ketahui Sebelum ke Dokter Gigi di Tengah Pandemi Corona

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Yang Perlu Keluarga Anda Ketahui Sebelum ke Dokter Gigi di Tengah Pandemi Corona (118705)
Ilustrasi sakit gigi PTR Foto: Shutterstock
Sejak semakin naiknya kasus positif virus corona, berbagai cara terus dilakukan untuk mengendalikan penyebaran. Salah satunya adalah menghindari tempat umum seperti rumah sakit. Namun tentu saja, bukan berarti bila Anda atau anggota keluarga sakit, jadi tidak boleh pergi ke dokter, Moms.
ADVERTISEMENT
Misalnya saja Anda atau anggota keluarga lain memang memiliki gangguan kesehatan yang terkait dengan gigi dan mulut. Meski begit, di tengah wabah virus corona inisebaiknya Anda pun tak boleh sembarang pergi ke dokter gigi atau klinik gigi, Moms. kumparanMOM pun merangkum hal-hal yang perlu Anda sekeluarga ketahui:
Yang Perlu Keluarga Anda Ketahui Sebelum ke Dokter Gigi di Tengah Pandemi Corona (118706)
Ilustrasi Periksa Gigi. Foto: Shutterstock

1. Screening virus corona di dokter gigi

Terkait penyakit COVID-19, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) mengeluarkan arahan dan syarat ketat bila Anda, anak, atau anggota keluarga ingin memeriksakan diri ke dokter gigi. Ketua Umum PDGI, Dr. R.M. Sri Hananto Seno, drg, Sp.BM, MM mengatakan pasien yang masuk ke dalam ruang praktek gigi diwajibkan melakukan screening dengan mengisi lembaran pertanyaan tentang virus corona ini terlebih dulu.
ADVERTISEMENT
"Ya benar, ada lembaran screening untuk pasien sebelum memeriksakan gigi. Itu adalah ketentuan dari kementerian kesehatan. Jadi semua pasien diminta untuk mengisi keluhan yang mirip dengan gejala virus corona, seperti apakah demam, batuk, pernah datang ke mana saja, terutama daerah yang pandeminya tinggi," kata drg. Seno kepada kumparanMOM, Kamis (19/3).
Bila dari hasil pemeriksaan tersebut, Anda atau anggota keluarga mengalami salah satu gejala. Misalnya baru bepergian ke tempat pandemi tinggi atau suhu tubuh mencapai 37,5 derajat celcius ia menyarankan agar menunda segala perawatan gigi atau melakukan pemeriksaan keseluruhan sampai mendapatkan jaminan bahwa Anda sehat.
"Kecuali dalam kondisi darurat seperti ada gigi yang tanggal atau patah, mengalami pembengkakan gusi atau infeksi, nyeri gigi yang hebat, atau bisa juga karang gigi yang telah mengenai saraf mulut," ujarnya.
Yang Perlu Keluarga Anda Ketahui Sebelum ke Dokter Gigi di Tengah Pandemi Corona (118707)
Ilustrasi pengecekan gigi. Foto: Shutterstock

2. Tindakan yang tidak darurat ditunda

Meski telah disebutkan bahwa ada screening corona sebelum memeriksakan gigi, drg. Seno melanjutkan, sebaiknya tindakan yang tidak darurat di tengah wabah corona bisa ditunda. Ini artinya, Anda dan keluarga tak perlu ke sana, misalnya untuk tujuan pengecekan gigi rutin 6 bulan sekali, bleaching serta membersihkan kawat gigi. Lantas, bagaimana dengan tindakan operasi seperti impaksi gigi?
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, dokter gigi yang juga praktik di Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta, ini mengatakan, impaksi gigi sebenarnya juga bukan sebuah tindakan yang terlalu darurat, Moms. Sebab ada serangkaian tindakan pramedis yang harus dilakukan pasien. Misalnya pemberian obat kumur, obat-obatan anti infeksi, dan diberikan obat anti radang untuk mengurangi sakitnya.
"Meskipun bukan tindakan yang urgent, tapi jika menyebabkan sakit, itu butuh pramedis tadi. Setelah reda barulah boleh dicabut gigi. Cabut gigi juga begitu misalnya karena gigi patah dan menyebabkan sakit, tindakan urgensinya bisa dilakukan. Tapi kalau tidak termasuk urgent nanti-nanti saja bisa," kata dia.
Yang Perlu Keluarga Anda Ketahui Sebelum ke Dokter Gigi di Tengah Pandemi Corona (118708)
ilustrasi wanita ke dokter gigi Foto: Shutterstock

3. Ada standar dan tata laksana penggunaan peralatan medis

Bila karena keluhan Anda terpaksa ke dokter gigi, maka jangan khawatir akan penularan virus corona. Pasalnya drg. Seno mengungkap, ada beberapa syarat dan tata laksana dokter gigi. Di antaranya menggunakan alat sekali pakai. Artinya alat tersebut hanya boleh digunakan untuk satu pasien, satu alat atau disposable. Namun kalau tidak bisa atau fasilitas tak memadai, maka tetap harus mengikuti tata laksananya, yakni dengan membersihkan alat pakai air mengalir dan direndam hidrogen peroksida agar steril.
ADVERTISEMENT
-----------------
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!