News
·
1 September 2020 17:27

10 Juta Vaksin Corona Sinopharm Tiba di RI Akhir 2020, BPOM Pastikan Halal

Konten ini diproduksi oleh kumparan
10 Juta Vaksin Corona Sinopharm Tiba di RI Akhir 2020, BPOM Pastikan Halal (9522)
Kick off uji klinis tahap 3 vaksin Sinopharm di UAE pada 16 Juli 2020. Foto: Twitter/@admediaoffice
Upaya Indonesia menemukan vaksin corona terus dilakukan. Salah satu yang menemui titik terang adalah upaya penggunaan vaksin Sinopharm asal China yang kini tengah diuji klinis fase 3 di UEA.
ADVERTISEMENT
Pada 19-21 Agustus 2020 lalu, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berkunjung ke Tiongkok dan UEA terkait kerja sama dalam pengembangan vaksin COVID-19.
Kunjungan tersebut berhasil mendapatkan komitmen UEA untuk menyediakan 10 juta vaksin COVID-19 untuk Indonesia melalui kerja sama pengembangan vaksin COVID-19 antara perusahaan G-42, UEA dengan Sinopharm, China dan Kimia Farma.
Untuk menindaklanjuti kunjungan kedua menteri tersebut, Kepala Badan POM RI Penny K. Lukito melakukan kunjungan kerja di Uni Emirat Arab (UEA) pada 24-26 Agustus 2020.
“Kunjungan ini bertujuan khususnya untuk memberikan dukungan langkah-langkah regulatori dalam rangka mengakselerasi akses vaksin COVID-19 dan mendapatkan informasi data terkait pelaksanaan uji klinik yang saat ini tengah dalam proses fase 3 di UEA,” jelas Penny kepada wartawan, Selasa (1/9).
10 Juta Vaksin Corona Sinopharm Tiba di RI Akhir 2020, BPOM Pastikan Halal (9523)
Kepala BPOM Penny Lukito (kanan), saat konferensi pers tinjau pangan hasil pengawasan. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Kunjungan ini sangat diperlukan untuk mendapatkan gambaran yang jelas terhadap proses pengembangan vaksin COVID-19 yang dibuat oleh Sinopharm dan dilakukan uji klinis fase 3 di UEA.
ADVERTISEMENT
UEA berkomitmen menyediakan 10 juta vaksin kerja sama G42 dengan Sinoparm dan Kimia Farma pada akhir 2020.
-Kepala BPOM
Dalam kunjungan ke UEA, Kepala BPOM melakukan serangkaian pertemuan dengan Assistant Undersecretary of Health Policy and Licensing of UAE Ministry of Health (Kementerian Kesehatan UEA) Dr. Amin Hussain Al Amiri, Acting Undersecretary of Abu Dhabi Department of Health (DoH) Dr. Jamal Alkaabi, CEO Group-42 (G-42) Mr. Peng Xiao, Sinopharm serta mengunjungi Vaccine Testing Centre yang berlokasi di Abu Dhabi National Exhibition Centre.
Pada kesempatan tersebut, diketahui beberapa aspek-aspek positif dalam pelaksanaan uji klinik tahap ketiga di UEA.
"Uji klinik ditargetkan diikuti oleh 22.000 peserta dari 119 kebangsaan dengan melibatkan lebih dari 100 dokter dan tenaga farmasi, 1.000 perawat dan petugas laboratorium yang dilakukan di pusat uji klinik," ujarnya.
10 Juta Vaksin Corona Sinopharm Tiba di RI Akhir 2020, BPOM Pastikan Halal (9524)
Kick off uji klinis tahap 3 vaksin Sinopharm di UAE pada 16 Juli 2020. Foto: Twitter/@admediaoffice
Kata Penny, G42 memandang keragaman populasi ini akan memberikan hasil uji klinik yang valid. Keikutsertaan pimpinan tertinggi UEA di awal uji klinik kandidat vaksin COVID-19, dapat mendorong masyarakat untuk secara sukarela menjadi peserta uji klinik, sampai saat ini dari target seluruhnya 22.000 subjek, sudah dapat direkrut 15.000 subjek.
ADVERTISEMENT
“Kami meninjau langsung pelaksanaan uji klinik vaksin COVID-19 di Vaccine Testing Centre. Hal ini dilakukan untuk memastikan uji klinik tersebut dijalankan dengan baik dan sesuai dengan ketentuan untuk mendukung data keamanan dan khasiat vaksin tersebut,” jelasnya.
"Kandidat vaksin COVID-19 ini telah mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) dari Regulator Pengawas Obat Republik Rakyat Tiongkok (RRT), yaitu National Medicines Products Administration (NMPA) pada bulan Juli 2020 berdasarkan hasil uji klinik fase 1 dan 2 dan telah mendapatkan sertifikasi halal," kata Penny.
"Hasil uji klinik tersebut juga telah dipublikasi di JAMA (The Journal of American Medical Association)," tutupnya.