kumparan
18 Februari 2020 20:36

11 Senjata Api Milik Anggota TNI Korban Heli Mi-17 Dikuasai Masyarakat

Proses pencarian heli milik TNI AD di Papua
Proses pencarian helikopter milik TNI AD di Papua. Foto: Dok. Pendam Cendrawasih
11 Prajurit TNI AD gugur dalam kecelakaan Heli Mi-17 di Pegunungan Bintang, Papua. Para korban sudah dievakuasi dan dimakamkan.
ADVERTISEMENT
Namun kini muncul pertanyaan, kemana senjata api yang dibawa para prajurit yang gugur itu?
Dalam siaran pers Mabes TNI yang diterima kumparan, Selasa (18/3), dijelaskan bahwa kemungkinan senjata api itu masih diamankan oleh masyarakat.
Aparat TNI dan Polri masih melakukan pendekatan kepada masyarakat agar mengembalikan senjata tersebut.
Demikian disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, usai memberi pengarahan kepada Prajurit TNI-Polri dan tokoh masyarakat serta tokoh agama yang telah melakukan evakuasi korban kecelakaan Heli Mi-17, di Lanud Silas Papare, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.
Proses pencarian heli milik TNI AD di Papua
Proses pencarian helikopter milik TNI AD di Papua. Foto: Dok. Pendam Cendrawasih
Hadi sudah berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz, untuk membantu melakukan pencarian.
Pihak Polri sudah menyanggupi untuk membantu mencari agar senjata tersebut tidak disalahgunakan untuk hal-hal yang kurang baik.
ADVERTISEMENT
Panglima TNI, Kapolri, dan Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw, serta tokoh agama dan masyarakat dalam kesempatan itu mengimbau masyarakat di Kabupaten Pegunungan Bintang untuk secara sukarela mau menyerahkan 11 pucuk senjata milik TNI AD ke petugas TNI atau Polri.
Hadi Tjahjanto Idham Azis di Papua
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis menghadiri upacara duka gugurnya 12 Prajurit TNI di Papua. Foto: Dok. TNI
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan