News
·
1 Maret 2021 18:13

2.021 Unit GeNose Didistribusikan, Mayoritas ke Fasilitas Kesehatan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
2.021 Unit GeNose Didistribusikan, Mayoritas ke Fasilitas Kesehatan (88537)
Distribusi alat deteksi corona GeNose mendistribusikan 2.021 alat tersebut ke pengguna, Senin (1/3). Foto: Humas UGM
Lima perusahaan distributor GeNose, alat skrining corona melalui embusan napas buatan UGM, mendistribusikan 2.021 alat tersebut ke pengguna, Senin (1/3). Acara pelepasan yang berlangsung di UGM Science Techno Park, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman juga dihadiri Rektor UGM Panut Mulyono.
ADVERTISEMENT
Lima distributor resmi GeNose yaitu PT Graha Rekayasa Utama, PT Global Systech Medika, PT Sigma Andalan Nusa, PT Dunia Kecantikan Indonesia, dan PT Indofarma Global Medika. Direktur Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM, Hargo Utomo, menjelaskan bahwa mayoritas dari dua ribu lebih GeNose yang dikirim adalah untuk fasilitas kesehatan.
"Dari 2.021 unit tersebut, sebagian besar akan diserahkan kepada fasilitas kesehatan," kata Hargo dalam keterangan tertulis melalui Humas UGM, Senin (1/3).
Hargo menjelaskan, para distributor ini mengedarkan GeNose ke klinik, laboratorium, rumah sakit pemerintah dan swasta, perusahaan, universitas, hingga Pemda dan BUMN.
"Sebagian besar penerima GeNose C19 terkonsentrasi di Jawa, dan sebagian pengiriman ditujukan ke Kalimantan dan Sulawesi," terangnya.
Sejauh ini, menurut Hargo, sasaran distribusi GeNose memang tidak untuk perorangan. Pengiriman pun hanya melalui distributor. Untuk formulir pemesanan sendiri dapat diakses melalui http://ugm.id/pemesananGeNoseC19.
ADVERTISEMENT
"Kami tidak melayani pembelian perorangan atau rumah tangga, tapi institusi yang berkaitan dengan kesehatan, pelayanan publik, pemerintahan, serta edukasi," katanya.
2.021 Unit GeNose Didistribusikan, Mayoritas ke Fasilitas Kesehatan (88538)
Distribusi alat deteksi corona GeNose mendistribusikan 2.021 alat tersebut ke pengguna, Senin (1/3). Foto: Humas UGM
Anggota tim peneliti GeNose dr Dian Kesumapramudya Nurputra menjelaskan alat yang ia dan kawan-kawan kembangkan ini sudah diinspeksi kembali oleh Kementerian Kesehatan. Selain itu GeNose juga telah mendapatkan pengakuan cara uji klinis yang baik dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan.
"GeNose sudah layak beredar sejak diakui oleh Kementerian Kesehatan melalui pemberian izin penggunaan darurat dan yang terbaru Kementerian Perhubungan juga telah menerbitkan aturan mengenai GeNose sebagai syarat perjalanan," ucap Dian.
Dian menjelaskan bahwa izin edar dari Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Ditjen Farmalkes) Kemenkes telah didapat pada akhir 2020 lalu.
ADVERTISEMENT
"Artinya, GeNose sudah diizinkan oleh Kemenkes untuk beredar dengan semua akurasi yang ada. Kami juga sudah diinspeksi lagi oleh Kemenkes untuk memenuhi standar cara uji alat kesehatan yang baik seperti yang diamanatkan oleh Permenkes No 63 Tahun 2017 dan sudah lolos," katanya.
GeNose ini disebut memiliki akurasi mencapai 93 hingga 95 persen. Untuk pasien tidak bergejala akurasi juga mencapai 93 persen.
"Kini, kami sedang dalam proses uji validasi eksternal," katanya.
Dijelaskan bahwa validasi eksternal dilakukan Balitbangkes Kemenkes, Universitas Andalas, dan Universitas Indonesia.
Dalam pernyataannya, Rektor UGM Panut Mulyono berharap GeNose bisa memperluas skrining corona di Indonesia. Untuk itu, dia berharap seluruh pihak mendukung akselerasi penghiliran produk inovasi GeNose ini.
"Sehingga dapat segera membantu mengatasi permasalahan bangsa dalam pelaksanaan mitigasi dan percepatan proses penanganan pasien COVID-19 di Indonesia," kata Panut.
ADVERTISEMENT

sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white