News
·
22 September 2020 13:03

2.291 Bidan Positif Corona, Masyarakat Diminta Maksimalkan Konsultasi Online

Konten ini diproduksi oleh kumparan
2.291 Bidan Positif Corona, Masyarakat Diminta Maksimalkan Konsultasi Online (106676)
Bidan Nurul sedang memeriksa balita Foto: Syaiful Arif/Antara Foto
Bidan menjadi salah satu profesi tenaga kesehatan yang berisiko tinggi di tengah pandemi corona. Untuk mencegah penularan, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) memastikan penanganan untuk ibu hamil akan dilakukan dengan cara berbeda.
ADVERTISEMENT
Sekretaris Jenderal PP IBI, Ade Jubaedah, menuturkan, pihaknya akan meminimalisasi tahap tatap muka dan kontak erat. Salah satunya dengan memasifkan konsultasi ke bidan secara virtual.
2.291 Bidan Positif Corona, Masyarakat Diminta Maksimalkan Konsultasi Online (106677)
Data bidan di Indonesia yang terdampak COVID-19. Foto: Satgas COVID-19
Dari data yang dipaparkan PP IBI, hingga kini, terdapat 2.291 bidan di Indonesia positif corona. Sebanyak 913 orang berstatus suspek, 223 kontak erat, 2 probable, 746 isolasi mandiri, 178 dirawat, 1.345 sembuh dan 22 meninggal.
"Apakah dengan WhatsApp, atau media lainnya, di mana konsultasi, dan sebagainya itu kita lakukan dari media. Baru pemeriksaannya bisa kita lakukan ke bidan. Jadi sebelum dia ke bidan, pasien bisa menghubungi bidan untuk jadwal temu dulu. Jadi mau periksa, janjian, melalui WhatsApp. Untuk meminimalisasi waktu, maka kita lakukan seperti itu," ujar Ade dalam Talkshow 'Benteng Terakhir Penanganan COVID-19' di Graha BNPB, Selasa (22/9).
2.291 Bidan Positif Corona, Masyarakat Diminta Maksimalkan Konsultasi Online (106678)
Ilustrasi menjelang persalinan di RS Foto: Shutterstock
Konsultasi online dan membuat jadwal pertemuan dilakukan untuk menghindari kerumunan di tempat bidan. Selain itu, janji temu juga diperlukan agar para bidan siap dengan Alat Pelindung Diri (APD) saat pasien akan diperiksa maupun persalinan.
ADVERTISEMENT
"Ketika bidan siap dengan APD, ketika pasien datang, semua sudah terlindungi. Ketika melahirkan, juga demikian. Ketika sudah ada tanda tanda persalinan, baru dia datang ke tempat bidan," tutur Ade.
Ade juga mengapresiasi Satgas COVID-19 yang akan mulai rutin memfasilitasi swab test untuk tenaga kesehatan. Menurut Ade, fasilitas ini penting demi mendeteksi dini gejala corona pada bidan.
"Mudah-mudahan fasilitas ini bukan hanya untuk teman-teman kita di RS, tapi juga teman-teman yang tak kalah penting praktik bidan mandiri, tentunya," tutur Ade.