kumparan
1 Februari 2020 18:29

2 Jemaah Umrah yang Meninggal di Lion Air Diduga Akibat Influenza

PTR, LIPSUS Perbudakan Pilot, Ilustrasi Lion Air
Ilustrasi Lion Air. Foto: REUTERS/Willy Kurniawan
Dua jemaah umrah asal Jawa Timur meninggal saat perjalanan pulang dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, Senin (13/1).
ADVERTISEMENT
Dua jemaah itu merupakan penumpang pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 085 untuk tujuan Bandara Juanda. Seluruh penumpang telah dinyatakan sehat sebelum melakukan penerbangan.
Kejadian bermula saat pilot meminta izin petugas lalu lintas udara untuk melakukan divert ke Bandara Internasional Bandaranaike di Katunayake, 35 kilometer utara dari Kolombo, Sri Lanka, karena ada penumpang yang tidak sehat.
LIPSUS Perbudakan Pilot, Pesawat Lion Air
Pesawat Lion Air. Foto: AFP/Adek Berry
Terdapat satu jemaah perempuan bernama Saringa Albadiah yang segera membutuhkan pertolongan. Pesawat pun mendarat sempurna di Bandara Bandaranaike pukul 01.45 waktu setempat (Time in Colombo, Sri Lanka, GMT+5:30).
Namun saat mendapat penanganan dokter dan awak kabin di Bandara Bandaranaike, perempuan tersebut dinyatakan meninggal dunia. Tak lama berselang dua penumpang laki-laki bernama Suwadi dan Amadulah juga membutuhkan penanganan medis.
ADVERTISEMENT
Saat akan dilarikan ke rumah sakit terdekat, salah satu penumpang bernama Suwadi dinyatakan meninggal dunia. Sementara penumpang Amadulah harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Pesawat Lion Air
Pesawat Lion Air. Foto: AFP/Adek Berry
Diketahui Amadulah mendapat perawatan di Rumah Sakit Nasional Sri Lanka khusus penyakit menular. Setelah mendapat perawatan, dokter mendiagnosis Amadulah menderita influenza.
Dilansir media lokal Sri Lanka, News 1st (Newsfirst), Sabtu (1/2), Direktur rumah sakit, Dr Hasitha Attanayaka mengatakan, diagnosis itu telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan medis oleh lembaga penelitian medis di Borella. Attanayaka memastikan Amadulah sedang dalam tahap pemulihan.

RS Tolak Autopsi 2 Jenazah

Ilustrasi mayat
Ilustrasi mayat. Foto: Shutter Stock
Sementara dua jenazah penumpang yang meninggal sempat disemayamkan di Rumah Sakit Negombo sampai Selasa (14/1) malam.
Namun, petugas medis dan dokter Rumah Sakit Negombo menolak untuk melakukan pemeriksaan post mortem atau autopsi karena kurangnya fasilitas.
ADVERTISEMENT
Kementerian Luar Negeri Sri Lanka pun mengirimkan kedua jenazah ke KBRI Sri Lanka pada Rabu (15/1). Pihak KBRI secara langsung menerima kedua jenazah dan langsung disemayamkan di ruang duka. KBRI pun mengirim kedua jenazah ke Indonesia malam harinya.

Diduga Tertular Influenza

Ilustrasi Virus.
Ilustrasi Virus. Foto: geralt via pixabay
ICU National Institute of Infectious Diseases Sri Lanka seperti dilansir News 1st (Newsfirst), mendiagnosis satu penumpang yang dirawat menderita influenza. Satu penumpang yang dimaksud adalah Amadulah. Diduga Amadulah menyebarkan virus flu itu kepada dua penumpang yang meninggal. Belum diketahui jenis influenza yang diidap Amadulah.
Penumpang yang meninggal dan dirawat itu diketahui menderita demam selama dua hari sebelum naik ke pesawat dan menderita batuk selama seminggu terakhir.
ADVERTISEMENT
kumparan telah mencoba menghubungi KBRI Sri Lanka terkait kejadian ini. Namun belum mendapat respons.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan