kumparan
15 Oktober 2018 21:17

3 Fokus Ma'rufnomics ala Ma'ruf Amin

Calon Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, Melakukan Pertemuan Dengan Habaib
Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan dengan para habaib di kediamannya, Menteng, Senin (24/9/2018). (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Rosan Perkasa Roslani menyinggung mengenai arus baru ekonomi Indonesia gagasan dari cawapres Jokowi, KH. ma'ruf Amin atau yang disebut Ma'rufnomics.
ADVERTISEMENT
Setidaknya ada tiga fokus dari Ma'rufnomics. Pertama, keberpihakan kepada ekonomi kecil menengah, kedua, menghidupkan ekonomi desa, dan terakhir, menciptakan pengusaha-pengusaha baru atau penyerapan lapangan kerja.
"Ini kalau kita lihat itu lebih untuk mendayagunakan small medium enterprises (SME) atau UKM," ujar Rosan di Posko Cemara, Jakarta, Senin (15/10).
Bahkan, kata Rosan, SME bisa menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia di masa depan. Karena menggerakkan denyut perekonomian di masyarakat pedesaan hingga pesantren.
Ketua Umum Kadin ini berharap Ma'rufnomics bisa diterapkan secara efektif dan membuat SME naik kelas menjadi pengusaha-pengusaha besar yang bisa menyerap banyak tenaga kerja dalam negeri.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani
Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani (Foto: Garin Gustavian/kumparan)
"Bagaimana mendorong supaya mereka bisa naik kelas. Kan kalau SME hanya jadi SME terus kasian juga. Dari SME kita ingin mereka jadi pengusaha menengah, kemudian bisa jadi pengusaha besar," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
"Mestinya naik kelas, bukan hanya dalam pendapatan saja, tapi naik kelas juga dalam pemikirannya, produktivitasnya, kemampuannya. itu yang disebut arus baru," imbuh Ketua Umum KADIN itu.
Sebagai seorang pelaku usaha, Rosan mengaku takjub dengan pemikiran Kiai Ma'ruf yang sangat memahami mengenai ekonomi syariah baik dalam konsep dan praktek.
"Beliau ini, kan saya juga ketemu beliau berbincang-bincang, kan beliau punya pengetahuan yang sangat mendalam mengenai ekonomi syariah," pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan