News
·
5 Mei 2021 13:09

32 Mobil Travel Gelap Terjaring Razia di Karawang, 250 Penumpang Gagal Mudik

Konten ini diproduksi oleh kumparan
32 Mobil Travel Gelap Terjaring Razia di Karawang, 250 Penumpang Gagal Mudik  (135685)
searchPerbesar
Travel gelap yang terjaring razia di Karawaang. Foto: Dok. Istimewa
Sebanyak 32 mobil travel gelap terjaring operasi pra penyekatan mudik Lebaran di Karawang, Jawa Barat, pada Rabu (5/5). Mobil yang mengangkut 250 pemudik itu masih ditahan di Mapolres Karawang.
ADVERTISEMENT
Kapolres Karawang AKBP Rama Samtama Putra mengatakan, travel yang diamankan berasal dari sejumlah kota. Ada sembilan kendaraan dari Jakarta, tujuh dari Bekasi, empat Cikarang, sembulan Karawang, dua dari Bogor, dan satu mobil dari Lampung.
Ia menambahkan, penyedia jasa travel gelap meminta ongkos Rp 500 ribu untuk rute Jakarta ke Jawa Barat. Kemudian, Rp 600-700 ribu dari Jakarta ke Jateng, dan Rp 900 ribu dari Jakarta ke Jatim.
32 Mobil Travel Gelap Terjaring Razia di Karawang, 250 Penumpang Gagal Mudik  (135686)
searchPerbesar
Travel gelap yang terjaring razia di Karawaang. Foto: Dok. Istimewa
"Rata-rata pengguna jasa travel gelap berprofesi sebagai asisten rumah tangga dan buruh. Penyedia travel gelap menebarkan jasanya di media sosial Facebook," ujar Rama di Mapolres Karawang, Rabu (5/5).
Rama menegaskan, dari 250 penumpang tersebut, sebagian telah kembali ke tujuan asal. Meski begitu, bagi penumpang yang mengantongi surat negatif corona diperbolehkan melanjutkan perjalanan.
32 Mobil Travel Gelap Terjaring Razia di Karawang, 250 Penumpang Gagal Mudik  (135687)
searchPerbesar
Travel gelap yang terjaring razia di Karawaang. Foto: Dok. Istimewa
Sementara itu, sopir travel dijerat dengan Pasal 308 Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan dengan ancaman hukuman pidana maksimal dua bulan atau denda maksimal Rp 500 ribu.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Karawang AKP Rizky Adi Saputro menegaskan mulai 6 Mei 2021 operasi penyekatan sudah dimulai. Pengendara dari luar daerah yang tidak membawa surat bebas COVID-19 dan surat perjalanan, diminta kembali ke daerah asal.