kumparan
News18 November 2019 12:43

4 Anggota JAD Terlibat Bomber Polrestabes Medan Menyerahkan Diri

Konten Redaksi kumparan
Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, PTR
Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. Foto: Mirsan Simamora/kumparan
Densus 88 terus memburu jaringan teroris bomber Polrestabes Medan, Rabbial Muslim Nasution. Dari hasil upaya pendekatan dan penindakan, 4 orang menyerahkan diri ke kantor polisi di Medan.
ADVERTISEMENT
“Ada 4 tersangka yang bersedia menyerahkan diri,” ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin (18/11).
Dedi menuturkan, keempat anggota JAD tersebut telah berbaiat ke pimpinan ISIS yang baru lewat JAD Medan. Bahkan, mereka telah ikut pelatihan semi militer di Gunung Sibayak.
“Mereka sudah berbaiat ke ISIS, tapi lewat upaya soft approach, kita berhasil melakukan pendekatan ke keluarganya,” kata Dedi.
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri. Foto: Mirsan Simamora/kumparan
Identitas 4 anggota JAD Medan yang menyerahkan diri yakni:
W (menyerahkan diri ke Polsek Hamparan Perak)
DS (menyerahkan diri ke Mapolres Hamparan Perak).
IF (menyerahkan diri ke Mapolres Hamparan Perak).
DS menyerahkan diri ke Mapolrestabes Medan.
Bom bunuh diri, Polrestabes Medan
Polisi berjaga pascabom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut, Rabu (13/11 Foto: AFP/ALBERT DAMANIK
Sebelumnya, Densus 88 telah menangkap Dewi Anggraini, istri dari Rabbial pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Dewi diketahui sangat aktif mempelajari paham radikal, bahkan berencana membuat aksi teror di Bali.
ADVERTISEMENT
“Di jejaring komunikasi medsosnya mereka merencanakan aksi terorisme di Bali,” ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mako Brimob, Kamis (14/11).
Selain itu, Dewi juga diketahui yang mengajari Rabbial soal paham radikal dan cara merakit bom. Dewi juga kerap menemui seorang napiter berinisial I di salah satu lapas di Kota Medan.
“Secara fisik pernah komunikasi dengan napiter atas nama I yang menjalani proses hukuman di lapas II di Medan,” ujar Dedi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan