News
·
29 Juli 2020 1:01

65 Imigran yang Diselamatkan dari Kapal Tenggelam di Malta, Positif Corona

Konten ini diproduksi oleh kumparan
65 Imigran yang Diselamatkan dari Kapal Tenggelam di Malta, Positif Corona (151545)
Migran yang diselamatkan Angkatan Bersenjata Malta setelah tiba di Senglea, di Valletta Grand Harbour. Foto: Darrin Zammit/Reuters
Kementerian Kesehatan Malta menyatakan 64 orang dari 95 imigran yang berhasil diselamatkan dari sebuah kapal di perairan utara Libya, Senin (27/7), positif terjangkit corona. Dilansir Reuters, ini merupakan klaster terbesar yang ada di negara tersebut sejak 7 Maret lalu.
ADVERTISEMENT
Saat ini, pihak Kementerian Kesehatan Malta sudah melakukan tes untuk 85 imigran, sedangkan 9 orang lainnya masih menunggu giliran. Pihak Malta juga menunda memberikan status kewarganegaraan kepada para imigran yang dinyatakan positif corona tersebut.
Tentara Malta Selamatkan 95 Imigran dari Kapal yang Tenggelam
Sebelumnya, Tentara Malta berhasil menyelamatkan 95 orang imigran yang diketahui telah lama terapung di perairan di sebelah utara Libya. Para imigran itu diketahui tenggelam usai sebelumnya bersusah payah bertahan di atas sampan kayu.
65 Imigran yang Diselamatkan dari Kapal Tenggelam di Malta, Positif Corona (151546)
Migran yang diselamatkan Angkatan Bersenjata Malta setelah tiba di Senglea, di Valletta Grand Harbour. Foto: Darrin Zammit/Reuters
Para imigran ilegal yang diselamatkan tersebut lalu dibawa ke pangkalan militer di Ibu Kota Valletta. Menurut laporan sebuah organisasi sukarelawan, Alarm Phone, sampan kayu tersebut tenggelam karena kelebihan muatan.
Insiden ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Pada 17 Juli lalu, kapal patroli Malta juga menyelamatkan 63 imigran dari kejadian serupa.
65 Imigran yang Diselamatkan dari Kapal Tenggelam di Malta, Positif Corona (151547)
Migran yang diselamatkan Angkatan Bersenjata Malta setelah tiba di Senglea, di Valletta Grand Harbour. Foto: Darrin Zammit/Reuters
Saat itu, salah satu dari imigran yang diselamatkan rupanya positif COVID-19. Akibatnya, otoritas setempat lalu menempatkan seluruh imigran tersebut ke tempat karantina.
ADVERTISEMENT
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)