kumparan
29 Januari 2020 16:33

7 Parpol Non-Parlemen Minta Pilpres dan Pileg 2024 Dipisah

Sekjen parpol non parlemen usai bertemu Titio Karnavian
Tujuh Sekjen parpol non parlemen usai bertemu Titio Karnavian. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
Tujuh sekjen parpol non-parlemen menemui Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Ketujuh parpol tersebut adalah Partai Hanura, PSI, Partai Berkarya, Partai Perindo, PBB, PKPI dan Partai Garuda.
ADVERTISEMENT
Dalam pertemuan itu, Sekjen Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso meminta kepada pemerintah agar pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) pada tahun 2024 dapat dipisah.
"Yang tadi kita urun rembuk dan Mendagri menyambut positif ialah, kita tadi rata-rata kami bertujuh mengusulkan agar pemilihan serentak untuk pilpres dan pileg untuk ke depan ditiadakan alias dipisah," ujar Priyo saat ditemui di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (29/1).
"Jadi agar nanti pemilihan presiden di hari tertentu, pemilihan legislatif di hari tertentu lainnya," sambungnya.
Ia pun menarik contoh meninggalnya sejumlah petugas TPS pada Pemilu 2019 lalu akibat kelelahan dalam penghitungan suara. Hal itu dipandangnya dan sekjen parpol non-parlemen lainnya, sebagai bentuk nyata dari tak baiknya sistem pemilu yang menggabungkan proses pilpres dan pileg tersebut.
Ilustrasi, Daftar Calon Tetap Anggota DPR RI, Pemilu 2019
Ilustrasi daftar calon tetap anggota DPR RI pemilu tahun 2019. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
"Karena begitu serampangan kemarin yang terjadi adalah sengkarut yang alang kepalang luar biasa. Jadi jangan-jangan imbas dari wafatnya meninggalnya para penyelenggara pemilu kita di lapangan yang jumlahnya sangat mengejutkan, jangan-jangan dimulai dari sistem (pemilu) semacam itu," ucap Priyo.
ADVERTISEMENT
Alasan itulah, yang menurut Priyo mendasarkan para 7 sekjen parpol non-parlemen itu mendorong agar pemilu mendatang dapat dipisah pelaksanaannya.
"Jangan kemudian sistem yang kita bangun menyederhanakan sebuah pemilu untuk memilih presiden dan para pemimpin legislatif legislator jangan-jangan berimbas karena waktu yang begitu mepet dan terjadi kelelahan," ungkap Priyo.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan