News
·
29 Juli 2021 13:59
·
waktu baca 2 menit

7 Puskesmas dan 3 Sentra di Kota Semarang Setop Layanan Vaksinasi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
7 Puskesmas dan 3 Sentra di Kota Semarang Setop Layanan Vaksinasi (752323)
searchPerbesar
Vaksinasi napi di Lapas Kedungpane Semarang bekerja sama dengan TNI Polri. Foto: kumparan
Sejumlah puskesmas dan sentra vaksinasi di Kota Semarang menutup sementara layanan lantaran stok vaksin semakin menipis. Bahkan ketersediaan vaksin di Kota Lumpia diprediksi habis dalam dua hari ke depan.
ADVERTISEMENT
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Moch Abdul Hakam mengatakan, stok vaksin corona hanya tinggal 32 ribu dosis saja.
"Jumlah stok tersebut sangat kecil jumlahnya karena capaian vaksinasi kami rata-rata per hari saja 20 ribuan," ujar Hakam saat dihubungi wartawan, Kamis (29/6).
Hal itulah yang membuat pihaknya memberhentikan layanan vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua di 7 puskesmas serta di 3 sentra vaksinasi.
"Tiga sentra vaksinasi yang ditutup sementara, Universitas Negeri Semarang (Unnes), Unika Soegijapranata Semarang, dan Kecamatan Mijen," ujar Hakam.
Tujuh puskesmas yang menutup sementara layanan vaksinasi, yakni Puskesmas Bandarharjo, Puskesmas Bangetayu, Puskesmas Genuk, Puskesmas Mijen, Puskesmas Karanganyar, Puskesmas Tambakaji, dan Puskesmas Karangayu.
Tak hanya itu, Pemkot Semarang juga menghentikan layanan vaksinasi dosis pertama di 16 puskesmas. Itu berarti 16 puskesmas tersebut hanya melayani suntikan dosis kedua.
ADVERTISEMENT
Ke-16 puskesmas tersebut, yakni: Puskesmas Krobokan, Puskesmas Poncol, Puskesmas Mangkang, Puskesmas Bulu Lor, Puskesmas Ngaliyan, Puskesmas Manyaran, Puskesmas Sekaran, Puskesmas Lebdosari, Puskesmas Lamper Tengah, Puskesmas Kedungmundu, Puskesmas Rowosari, Puskesmas Puskesmas Kagok, Puskesmas Ngesrep, Puskesmas Pegandan, Puskesmas Karangdoro, dan Puskesmas Karangmalang.
Meski demikian, masih ada 2 sentra vaksinasi di Kota Semarang yang masih melayani vaksinasi dosis pertama, yakni Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) dan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula).
"Data ini bisa berubah sewaktu-waktu kalau nanti ternyata ada dropping logistik vaksin baru dari provinsi atau pusat," ujar Hakam.
Dengan kondisi ini, pihaknya meminta agar stok vaksin bagi masyarakat Kota Semarang bisa ditambah dan diperbanyak.
"Kami juga bersurat ke Kemenkes melalui Dirjen P2P agar jumlah stok yang dikirim ke Semarang bisa ditambah atau mendapatkan vaksin mandatory atau alokasi khusus,’’ kata Hakam.
ADVERTISEMENT