News
·
18 Agustus 2020 18:53

Abu Vulkanik Gunung Sinabung Rusak Lahan Pertanian, Hujan Buatan Disiapkan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Abu Vulkanik Gunung Sinabung Rusak Lahan Pertanian, Hujan Buatan Disiapkan (2971)
Erupsi Gunung Sinabung di Desa Sigarang garang, Karo, Sumatera Utara, Jumat (14/8). Foto: Sastrawan Ginting/Antara Foto
Gunung Sinabung di Tanah Karo, Sumatera Utara, terus erupsi dalam dua minggu belakangan ini. Akibatnya, abu vulkanik yang dikeluarkan merusak ribuan hektar lahan pertanian milik warga.
ADVERTISEMENT
Menyikapi hal itu, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, mengaku telah menyiapkan beberapa skenario untuk mengurangi dampak abu vulkanik.
“Tadi tanaman sayur-sayuran (yang terdampak) 1.300 hektar yang terdampak akan disemprot dengan blower. Kalau blower pun tak bisa, dari Danlanud sudah menyarankan untuk dilakukan rekayasa cuaca, hujan dan kita lihat ke depan,” kata Edy kepada wartawan, di Kabupaten Karo, Selasa (18/8)
Abu Vulkanik Gunung Sinabung Rusak Lahan Pertanian, Hujan Buatan Disiapkan (2972)
Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi saat diwawancarai wartawan di rumah dinasnya Foto: Rahmat Utomo/kumparan
Edy mengatakan, pihaknya akan berkordinasi dengan pemerintah daerah dan melakukan sejumlah langkah taktis apabila letusan Gunung Sinabung terus berdampak bagi perekonomian.
“Apabila ini sampai batas waktu tak terkendali. Kita siapkan langkah berikutnya, itu akan kita bahas di provinsi dan kita akan beri petunjuk pada bapak bupati,” ucap Edy.
ADVERTISEMENT
Mantan Pangkostrad ini juga mengimbau masyarakat sekitar menjaga kesehatan dari paparan abu vulkanik. Sebab kata dia, abu vulkanik itu kini sudah sampai ke Medan.
“Saya imbau masyrakat selain di samping menjaga dari debu (vulkanik) tapi COVID masih ada dan COVID belum selesai, gunakan masker semaksimal mungkin protokol kesehatan dilaksanakan,” ujar Edy.
Lebih lanjut, Edy meminta warga sekitar Gunung Sinabung juga tidak mencoba mendekat ke zona merah.
“Jangan mencoba mencuri posisi tersebut, nanti apabila terjadi sesuatu seperti yang tidak kita harapkan, ini sangat mengerikan,’’ ujar Edy.