kumparan
search-gray
News14 Februari 2020 18:05

Achmad Taufiqoerrochman Beberkan Tugas Berat Kabakamla ke Aan Kurnia

Konten Redaksi kumparan
PTR-Sertijab Kepala Bakamla RI
Prajurit saat mengikuti upacara serah terima jabatan Kepala Bakamla kepada Laksamana Aan Kurnia di Mabes Bakamla RI, Jakarta, Jumat (14/2). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Laksamana Madya Achmad Taufiqoerrochman resmi menyerahkan pucuk pimpinan Bakamla kepada Laksamana Madya Aan Kurnia dalam upacara serah terima jabatan. Setelah sertijab, Achmad langsung mengingatkan Aan terkait tugas barunya sebagai Kabakamla salah satunya terkait coast guard.
ADVERTISEMENT
Achmad mengatakan sejak enam tahun berdiri, masih banyak masyarakat yang belum memahami fungsi Bakamla sebagai coast guard di perairan Indonesia.
"Ternyata di dalam empat tahun pertama ini orang bingung apa itu coast guard, jadi gamang. Kemudian kita coba dalam satu tahun ini. Apa sih coast guard itu," kata Achmad setelah sertijab di Markas Besar Bakamla, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (14/2).
"Ternyata ada kata yang menarik. Coast guard itu adalah institusi berseragam," tambahnya.
Achmad mengatakan karena anggota coast guard mengenakan seragam, maka anggota Bakamla bertugas dibawah Undang-Undang. Mereka independen, dan diberikan pelatihan militer. Pelatihan militer itu dilakukan bersama dengan TNI AL karena mereka masuk dalam bagian Komando Cadangan.
Meski begitu, Achmad mengatakan Bakamla berbeda dari TNI AL terutama menyangkut tugas pokok.
ADVERTISEMENT
"Tapi karakternya berbeda, penegakan hukum. Nanti kita akan kerjasama dengan kepolisian, kejaksaan, dan sebagainya. Jadi pada dasarnya itulah tugasnya," ucap Achmad.
Sementara terkait dengan alutsista dan personel, Bakamla seharusnya bukan merupakan bagian dari Satuan Tugas atau Task Force. Bakamla seharusnya merupakan tugas yang berdiri sendiri sehingga wajib memiliki alutsista dan personel sendiri yang bukan diisi dari TNI AL atau Polri.
Sertijab Kepala Bakamla RI
Prajurit saat mengikuti upacara serah terima jabatan Kepala Bakamla kepada Laksamana Aan Kurnia di Mabes Bakamla RI, Jakarta, Jumat (14/2). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Sejauh ini Bakamla baru mempunyai 10 unit kapal laut. Menurut Achmad, idealnya mereka mempunyai minimal 77 kapal. Akan tetapi dia mengatakan masalah alutsista masih bisa ditangani jika ada uang, beda dengan personel.
"Seperti yang kemarin disampaikan presiden bahwa ke depan akan diisi penuh oleh personel Bakamla. Jadi sementara ini saya, Pak Aan, dan para perwira mentoring untuk menyiapkan itu. Jadi tugas beratnya di personel itu, kualifikasi," kata Achmad.
ADVERTISEMENT
Achmad juga menegaskan pentingnya garis pemisah agar Bakamla independen, lepas dari militer. Menurutnya, di masa sekarang masyarakat banyak belum siap jika militer biasa melakukan penegakkan hukum.
"Sebetulnya kalau kita berpikir fungsi angkatan laut, ada fungsi constabullary angkatan laut itu untuk maritim security dan angkatan laut kita enggak kemana-mana. Jadi buat apa ada coast guard? Angkatan laut saja. Namun dengan kekinian di dunia alergi kalau militer melakukan penegakan hukum, makanya harus ada coast guard," kata Achmad.
Sertijab Kepala Bakamla RI
Kepala Bakamla Laksamana Aan Kurnia berjabat tangan dengan Laksamana Madya Purn Achmad Taufiqoerrochman usai sertijab di Mabes Bakamla RI, Jakarta. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Dalam level strategis, perencanaan, dan operasi, Bakamla dinilai sudah cukup. Sebab, institusi ini dipimpin oleh seorang anggota militer berpangkat Laksamana Madya yang memiliki pengalaman di bidang operasi laut. Tantangan muncul pada level teknis dan taktis.
ADVERTISEMENT
"Karena orangnya belum ada. Kalau level strategi dan operasi kan datang dari tni AL, saya sudah bintang tiga, pak Aan bintang tiga, dari kepolisian, sudah tidak terlalu masalah, tapi yang di bawah itu. Makanya tugas berat menanti pak Aan," kata Achmad.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white