Afsel Akan Buang 100 Ribu Dosis Vaksin Pfizer

4 Maret 2022 16:16
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Petugas kesehatan memberikan vaksin untuk anak-anak dan remaja di Afrika Selatan, di Pretoria, Afrika Selatan. Foto: Siphiwe Sibeko/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Petugas kesehatan memberikan vaksin untuk anak-anak dan remaja di Afrika Selatan, di Pretoria, Afrika Selatan. Foto: Siphiwe Sibeko/REUTERS
ADVERTISEMENT
Sekitar 100 ribu dosis vaksin COVID-19 Pfizer di Afrika Selatan (Afsel) berpotensi rusak akibat kedaluwarsa pada akhir bulan ini.
ADVERTISEMENT
Pihak otoritas kesehatan mengatakan hal ini terjadi akibat penerimaan vaksin yang lambat oleh penduduk.
Afrika Selatan merupakan negara dengan angka infeksi dan kematian tertinggi corona tertinggi di Benua Afrika. Ada lebih dari 3 juta kasus infeksi dan 99 ribu kematian di Afsel.
Ilustrasi vaksin corona Pfizer-BioNTech. Foto: BioNTech SE 2020/via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi vaksin corona Pfizer-BioNTech. Foto: BioNTech SE 2020/via REUTERS
Negara yang tempat lahir varian Omicron ini kini berhadapan dengan persoalan baru. Angka vaksinasi yang mulai melambat. Padahal stok vaksin di Afsel sebanyak 25 juta dosis.
"Ada risiko bahwa lebih dari 100.000 atau lebih dosis yang akan kedaluwarsa pada akhir Maret, mungkin harus dibuang. Ini akan menjadi hari yang menyedihkan jika volume dosis yang signifikan dapat dibuang. Kami berharap kondisi tidak akan mencapai tahap itu," kata Menteri Kesehatan Joe Phaahla, dikutip dari Reuters.
ADVERTISEMENT
Phaahla mengatakan bahwa pihak kementerian sedang mencoba untuk meningkatkan inokulasi vaksin agar dosis vaksin itu agar tidak terbuang.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Afrika Selatan sejauh ini telah sepenuhnya memvaksinasi sekitar 43% dari 40 juta orang dewasanya. Kampanye vaksinasi Afrika Selatan, menggunakan vaksin Johnson & Johnson (J&J) dan Pfizer.
Akhir-akhir ini lambatnya penyebaran vaksin diakibatkan oleh keraguan publik.
Bulan lalu negara ini mengubah aturan vaksinasi COVID-19 sebagai upaya mendorong lebih banyak orang mendapatkan vaksin.
Pemerintah memperpendek interval antara dosis pertama dan kedua vaksin Pfizer dari 42 menjadi 21 hari. Mereka juga mengizinkan orang yang telah menerima dua dosis Pfizer untuk mendapatkan dosis booster hanya tiga bulan setelah suntikan kedua, bukan enam.
Mereka juga akan menawarkan opsi "mencampur dan mencocokkan" suntikan booster. Orang dewasa yang menerima dua dosis Pfizer akan diizinkan memakai J&J atau Pfizer sebagai dosis ketiga.
ADVERTISEMENT
Sedangkan, yang mendapatkan satu dosis J&J ditawari booster J&J atau Pfizer dua bulan setelah suntikan pertama mereka.
Penulis: Airin Sukono.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020