kumparan
4 Juli 2019 19:16

Airgun Penembak Pos Polisi di Kulon Progo Diduga Sudah Modifikasi

Direktur Ditreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo
Direktur Ditreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Polisi menyelidiki penembakan pos polisi Siluwok di Tawangsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta. Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo menduga airgun yang digunakan pelaku sudah dimodifikasi sehingga menggunakan peluru gotri.
ADVERTISEMENT
"Pelurunya peluru gotri. Efeknya daya pegasnya bisa menghantar untuk menjadikan barang jadi kayak tertembak. Kemudian airgun ini ternyata sudah tidak menggunakan peluru aslinya atau kita temukan proyektilnya gotri, gotri kita temukan di luar pos polisi," ujar Hadi kepada wartawan di Kulon Progo, Kamis (4/7).
Polisi akan menggandeng Perbakin guna mengetahui jenis senjata yang digunakan pelaku.
"Nanti akan kami tanyakan kepada teman-teman Perbakin kalau peluru ini atau senjatanya ini bagaimana mematikan atau tidak," ujarnya.
Peluru gotri, Kulon Progo
Peluru gotri yang ditemukan di Pos Polisi Kulon Progo. Foto: Dok. Istimewa
Polisi sudah meminta keterangan dari sejumlah saksi. Ada beberapa saksi yang mengaku sempat melihat pelaku, baik itu kendaraan yang digunakan maupun ciri-ciri pelaku. Polisi juga akan mengecek sejumlah CCTV di sekitar lokasi untuk menguak pelaku penembakan.
ADVERTISEMENT
"Ada beberapa orang yang sempat melihat, kemudian kita identifikasi kendaraan yang digunakan kemudian ciri-ciri orang yang diduga melakukan perbuatan tersebut," kata Hadi.
Keterangan sementara dari saksi, peristiwa penembakan terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Pelaku mengendarai motor dari arah Purworejo, Jawa Tengah, menuju arah Yogyakarta. Seusai melancarkan aksinya, pelaku langsung kabur.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan