kumparan
13 September 2019 17:53

Airlangga Akan Beri Penghargaan ke Caleg Golkar yang Tarung di 2019

Konferensi Pers Acara Penganugerahan Caleg Golkar, Nurul Arifin
Konferensi Pers Acara Penganugerahan Caleg Golkar oleh Nurul Arifin. Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan
Partai Golkar mengapresiasi seluruh caleg yang telah berjuang untuk merebut kursi DPR di Pemilu Serentak 2019. Apresiasi diwujudkan dalam bentuk pemberian sertifikat dan piagam penghargaan oleh Ketum Golkar Airlangga Hartarto.
ADVERTISEMENT
Menurut fungsionaris Partai Golkar, Nurul Arifin, pemberian penghargaan akan dibagi menjadi beberapa kategori, sesuai perolehan suara di dapil masing-masing.
“Jadi dari 574 caleg semuanya dapat penghargaan, tapi diberi kategori. Yang dapat 10.000 (suara) ke bawah, sertifikat dapat piagam penghargaan. Yang dapat 10.000-50.000 suara (dapat) perunggu. Lalu, 50.000 - 100.000 suara mendapat perak, kemudian 100.000 - 200.000 suara mendapat emas, dan 200.000 ke atas mendapat platinum,” kata Nurul saat konferensi pers di Hotel Rich Charlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, (13/9).
LIPSUS, KONTEN SPESIAL GOLKAR, Pimpinan Partai Golkar Airlangga Hartarto
Pimpinan Partai Golkar Airlangga Hartarto. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Menurut Nurul, hanya ada 2 caleg yang mendapat penghargaan platinum, yakni Dedi Mulyadi dari dapil Jawa Barat dan Hasan Basri dari Jambi. Pada Pileg 2019, Golkar mendapatkan 85 kursi DPR. Menurun 6 kursi dari perolehan di Pileg 2014 lalu.
ADVERTISEMENT
Menurut Nurul, para caleg tak akan mendapat kursi tanpa bantuan caleg lainya, karena sistem Pileg 2019 menghitung suara partai dan suara caleg.
“Penghargaan karena caleg ini sudah bekerja mereka sudah meraih kursinya, dan mereka tak bisa dapat kalo tak ada caleg lain. Partai ingin beri penghormatan bagi mereka,” kata Nurul.
Nurul Arifin
Nurul Arifin Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Sementara itu, malam penghargaan akan digelar pada Minggu (15/9). Beberapa tokoh senior Golkar pun dijadwalkan hadir. Seperti Akbar Tandjung dan Aburizal Bakrie, Luhut Binsar Pandjaitan, hingga Ginandjar Kartasasmita.
“Pak JK (Jusuf Kalla) juga kami undang, namun beliau ada kunjungan ke Amerika Serikat. Jadi hari ini kami usahakan merekam statement-nya,” tutup Nurul.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan