News
·
17 Oktober 2020 20:24

Airlangga Minta Kader Golkar Bagi Masker: Harus Ada Kuning-kuningnya

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Airlangga Minta Kader Golkar Bagi Masker: Harus Ada Kuning-kuningnya (39269)
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memberi sambutan saat Pembukaan Pendidikan Politik Partai Golkar Tahun 2019 di Merlyn Park Hotel, Jakarta. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Partai Golkar meluncurkan gerakan 3M yakni mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Gerakan itu adalah protokol kesehatan yang harus dijalankan selama Pilkada 2020.
ADVERTISEMENT
Peluncuran gerakan tersebut merupakan bagian salah satu kegiatan HUT ke-56 Golkar.
Dalam kesempatan itu, Ketum Golkar Airlangga Hartarto mendorong kadernya membagikan masker berlambang partai Golkar hingga akhir 2020 mendatang.
"Kita tahu dalam situasi COVID ini kampanye yang harus kita lakukan adalah untuk 3M yaitu mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak. Dari 3 kampanye itu yang bisa dibagi cuma satu, masker," kata Airlangga, Sabtu (17/10).
"Karena kita tidak bisa membagi mencuci tangan ataupun menjaga jarak. Oleh karena itu, Partai Golkar mendorong agar sampai bulan Desember, kita bagi masker dan maskernya harus ada kuning-kuningnya atau Golkar-golkarnya," imbuh dia.
Selain membagikan masker, Airlangga mengatakan partainya akan membangun klinik kuning untuk pengetesan COVID-19. Dia menyebut klinik itu akan menyediakan layanan swab test yang terjangkau bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT
"Pemerintah sudah mematok harga maksimal 900 ribu, maka Partai Golkar akan menyiapkan yellow klinik mungkin di Pulau Jawa dan beberapa tempat lain di mana targetnya harganya di bawah Rp 900 ribu," kata dia.
Airlangga Minta Kader Golkar Bagi Masker: Harus Ada Kuning-kuningnya (39270)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers tentang UU Cipta Kerja di Kemenko Perekonomian, Rabu (7/10). Foto: Kemenko Perekonomian
"Dan diharapkan bisa bekerjasama dengan seluruh kepala daerah Golkar dan juga nanti di kawasan-kawasan atau sentral-sentral perekonomian," imbuh Airlangga.
Dia menambahkan, pembangunan klinik perlu dilakukan lantaran pandemi COVID-19 mungkin belum akan berakhir hingga 2 tahun ke depan.
"Karena kita lihat, kita harus bersama mengatasi pandemi COVID dan ini tidak akan hilang dalam 1-2 tahun ke depan. Jadi menjadi sebuah kebiasaan baru kita harus melakukan tes secara rutin," pungkas dia.