News
·
22 Oktober 2020 15:07

Airlangga soal Vaksin Corona untuk Usia 59 Tahun ke Atas: Riset Terus Dilakukan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Airlangga soal Vaksin Corona untuk Usia 59 Tahun ke Atas: Riset Terus Dilakukan (585066)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara jumpa media terkait perekonomian Indonesia di Kemenko Perekonomian, Jumat (20/12). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Ketua Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto, memastikan pemerintah aka mendata masyarakat yang mendapat subsidi vaksin. Namun, Airlangga menekankan, subsidi vaksin corona tidak tersedia untuk anak-anak dan lansia.
ADVERTISEMENT
"Akan disiapkan siapa saja yang mendapatkan [vaksin], disediakan pemerintah, disubsidi, bahkan digratiskan, tentu yang tercatat BPJS kesehatan usia 18-59," kata Airlangga dalam forum KPCPEN : 'Vaksin COVID-19, Protokol Kesehatan, Libur Panjang, dan Cipta Kerja' di Jakarta, Kamis (22/10).
Airlangga soal Vaksin Corona untuk Usia 59 Tahun ke Atas: Riset Terus Dilakukan (585067)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers tentang UU Cipta Kerja di Kemenko Perekonomian, Rabu (7/10). Foto: Kemenko Perekonomian
"Kenapa? Karena percobaan (uji klinis) dilakukan dalam range itu, yang usia 18 ke bawah tak dilakukan percobaan, di banyak negara juga, walaupun yang rentan di atas 59 [tahun]," sambungnya.
Meski begitu, Airlangga menegaskan penelitian vaksin untuk lansia terus berjalan. Pemerintah akan memberikan informasi kapan vaksin sudah siap dan tersedia untuk masyarakat.
"Sesudah tahapan pertama ada tahapan berikutnya, riset terus dilakukan. Terkait masyarakat, akses akan disediakan jalur vaksin mandiri, ini akan dikelola BUMN Bio Farma dan mitra-mitra yang ditunjuk, dan pemerintah akan memberikan informasi jelas saat program sudah siap dan saat vaksinnya tersedia," tutur Airlangga.
Airlangga soal Vaksin Corona untuk Usia 59 Tahun ke Atas: Riset Terus Dilakukan (585068)
Seorang pekerja bekerja di fasilitas pengemasan pembuat vaksin Sinovac Biotech. Foto: Thomas Peter/REUTERS
ADVERTISEMENT
Indonesia menargetkan 70 persen penduduk sudah divaksinasi pada tahun 2021. Untuk tahap awal, sebanyak 9,1 juta orang akan divaksin pada November 2020.
Indonesia menjalin kerja sama dengan perusahaan asing dalam pengembangan vaksin, yakni Sinovac (China), Sinopharm (China), CanSino (China), Genexine Consortium (Korsel), dan AstraZeneca (Oxford, Inggris). Adapun vaksin dalam negeri, Merah Putih, baru tersedia tahun 2022.