kumparan
2 Oktober 2019 18:16

Aksi Protes di Baghdad Dibalas Tembakan Peluru Tajam Aparat

Aksi demonstrasi di Baghdad, Irak
Para pelayat membawa peti mati seorang demonstran, yang terbunuh dalam aksi demonstrasi di Baghdad, Irak, Selasa (1/10/2019) Foto: REUTERS/Alaa Al-Marjani
Ribuan orang turun ke jalanan kota Baghdad, Irak, dalam aksi protes massa menentang korupsi, tingginya angka pengangguran, dan buruknya layanan publik. Aksi ini dibalas dengan tembakan peluru tajam aparat, menewaskan dua orang dan melukai ratusan lainnya.
ADVERTISEMENT
Diberitakan Reuters, Rabu (2/10) menjadi hari kedua aksi massa digelar di Baghdad. Tentara dikerahkan mengamankan situasi, coba membubarkan massa dengan gas air mata dan peluru.
Aksi demonstrasi di Baghdad, Irak
Aksi demonstrasi di Baghdad, Irak, Selasa (1/10/2019) Foto: REUTERS/Thaier Al-Sudani
Bentrokan menyebabkan sekitar 200 demonstran terluka dalam aksi di distrik Zafaraniya dan Shaab. Sehari sebelumnya, seorang demonstran tewas ditembak di Baghdad. Di hari yang sama, demonstran lainnya juga tewas diterjang peluru dalam aksi di kota Nassiriya.
Pemerintah menyalahkan kelompok pengacau yang memprovokasi kerusuhan. Mereka mengatakan, ada 40 anggota aparat keamanan yang juga terluka.
Aksi demonstrasi di Baghdad, Irak
Aksi demonstrasi di Baghdad, Irak, Selasa (1/10/2019) Foto: REUTERS/Thaier Al-Sudani
Pada aksi Rabu, aparat memblokade beberapa jalan di Baghdad, termasuk jembatan yang mengarah ke Zona Hijau yang memuat gedung-gedung pemerintahan dan Kedutaan Besar.
Pantauan Reuters, ribuan demonstran yang mencoba untuk menyeberangi jembatan menuju Zona Hijau diadang oleh aparat dengan meriam air atau granat kejut. Beberapa dari mereka terlihat berdarah, ambulans berdatangan ke lokasi.
Aksi demonstrasi di Baghdad, Irak
Seorang demonstran yang terluka pada aksi demonstrasi di Baghdad, Irak, Selasa (1/10/2019) Foto: REUTERS/Thaier Al-Sudani
"Perintah dari komandan kami jelas dan definitif: Tidak boleh ada demonstran yang mendekati Zona Hijau," kata seorang aparat.
ADVERTISEMENT
Aksi massa dipicu oleh kemarahan akan minimnya kesempatan kerja bagi pemuda, mahalnya harga listrik dan air. Irak yang kaya minyak memang telah dilanda krisis selama puluhan tahun, sejak pemerintahan Saddam Hussein yang dihujani sanksi PBB, invasi AS pada 2003, hingga ketika perang melawan ISIS.
Aksi demonstrasi di Baghdad, Irak
Para pelayat membawa peti mati seorang demonstran, yang terbunuh dalam aksi demonstrasi di Baghdad, Irak, Selasa (1/10/2019) Foto: REUTERS/Alaa Al-Marjani
Untuk meredam kemarahan massa, Perdana Menteri Adel Abdul Mahdi pada Selasa menjanjikan lapangan kerja bagi lulusan sarjana. Dia memerintahkan kementerian perminyakan dan badan pemerintahan lain untuk memberi kuota 50 persen bagi pekerja lokal saat teken kontrak dengan perusahaan asing.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan